Showing posts with label Rengat Barat. Show all posts

 
 FOKUS INHU  - Sepanjang kurang lebih 1 KM aspal jalan Bukit Selasih yang menghubungkan Desa Kotalama dengan Desa Pematang Jaya, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, hancur akibat lalu listas mobil CPO bertonase tinggi dari PKS PT Inecda.

"Jalan yang diaspal menggunakan APBD Inhu ini hancur karena selalu dilintasi kenderaan bertonase tinggi yang mengangkut hasil CPO dari PKS PT Inecda, perusahaan Korea group PT SNG," ujar Ketua DPD Laskar Melayu Riau, Kabupaten Indragiri Hulu, Herman Syukur, didampingi puluhan warga, Senin (18/8).

Menurutnya, jalan tersebut setiap hari dilalui truck tanki yang mengangkut hasil minyak sawit dari PT Inecda. Selain truck tanki, truck tronton yang mengangkut pupuk PT Inecda juga saban kali lewat di jalan tersebut.

"Jalan tersebut rusak parah, kondisi jalan berlobang, seluruh aspal di sepanjang jalan pecah. Bahkan, belakangan aspal di jalan itu sudah tidak terlihat lagi. Jalan itu kembali menjadi jalan tanah setelah ditimbun pihak PT. Inecda," katanya.

Dia berharap Pemkab Inhu agar menindak pihak PT Inecda agar tidak melintasi jalan Bukit Selasih. Sebab, sambung Herman, jika jalan itu masih saja dilintasi truck bertonase tinggi dari PT Inecda, maka selamanya jalan itu mengalami rusak parah.

"Hal ini juga agar masyarakat dapat menikmati kemerdekaan dengan fasilitas jalan yang dibangun Pemerintah untuk rakyat," ucapnya.

Sementara itu, Humas PT Inecda Joko Dwiyono belum bersedia dikonfirmasi mengenai kerusakan jalan tersebut. (her)

Bupati Indragiri Hulu H Yopi Arianto, SE, berharap, Badan Pengawas Desa (BPD) sebagai salah satu ujung tombak pengawas pembangunan Desa tidak sungkan-sungkan mengkritik kinerja Kepala Desa (Kades).   Sedangkan kepada para Kades, Bupati Yopi kembali berpesan untuk tidak merasa takut atau alergi dikala mereka mendapat kritikan dan saran jikalau kritik itu bersifat membangun.   Pesan dan harapan tersebut dikemukanan Bupati Inhu Yopi H Yopi Arianto, SE, pada saat pelantikan dan pengangkatan sumpah para BPD se Kecamatan Rengat Barat di Desa Redang Kecamatan Rengat Barat, Sabtu (9/8) akhir pekan.   Pada kesempatan tersebut turut hadir Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD), para  Kadis, Kabag, Camat Rengat Barat, Kepala Desa dan Lurah se Kecamatan Rengat Barat, Pengurus dan Ketua BPD, Tokoh Masyarakat, tokoh Agama, tokoh Wanita, Mahasiwa KKN UNRI,  dan ribuan Warga komunitas Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri.  'Karena BPD ini adalah ujung tombak dalam mengkritik kinerja Pemerintah Desa, maka hendaklah berikan kritikan yang membangun,' saran Bupati.  'Karena kritik itu konstruktif maka hendaknya pula para Kepala Desa jangan takut dan jangan alergy jika di kritik oleh BPD,' sambungnya.   Sebagai salah satu aflikasi dari program Open Government Indonesia (OGI) dan Indragiri Hulu menjadi salah satu contoh program pelaksanan  dialog dan komunikasi dua arah di antara masyarakat dan Pemerintah sehingga terciptanya komunikasi yang positif dan menghadirkan transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, dan inovasi, maka sudah sepatutnya para Kades mengajak anggota BPD melaksanakan musawarah dalam meyelesaikan setiap masalah yang ada di setiap desa sehingga tetap fokus untuk pembangunan desa yang lebih baik lagi.   Dan untuk menunjang kelancaran tufoksi para BPD tersebut Pemerintah sudah mempersiapkan insentif khusus untuk anggota BPD termasuk bantuan untuk pembangunan tempat-tempat ibadah, bantuan untuk anak yatim hingga  para janda-janda, rinci Bupati.   Sebelumnya Camat Rengat Barat Nurdjanah, SP mengatakan, masyarakat yang sudah terpilih menjadi anggota BPD supaya dapat  melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan honor, SK yang mereka terima terhitung dari Januari 2014.   Sementara Tokoh Masyarakat Desa Redang Hasbi mengungkapkan, pembangunan di Desa Redang sudah bagus terutama untuk penerangan listrik yang dulunya hanya 40% dan sekarang sudah 100%.  Namun sayangnya, PLN di Indragiri Hulu masih  sering mati lampu tanpa pemberitahuan. Sindirnya.   Pengucapan sumpah anggota BPD  di ikuti 14 Desa se Kecamatan Rengat Barat. Yakni dari Desa Redang 5 orang, Air Jernih 5 orang, Danau Tiga 5 orang, Tanah Datar 7 orang, Sungai Dawu 5 orang, Sialang Dua Dahan 5 orang, Danau Baru 5 orang, Alang Kepayang 5 orang, Barangan 5 oarang, Talang Jerinjing 11 orang, Pematang Jaya 11 orang, Pekan Heran 9 orang, Rantau Bakung 5 orang dan Kota Lama 9 orang.
 
Sedikitnya 70 orang tim Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diterjunkan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) untuk memadamkan api di lahan perkebunan kelapa sawit PT Alam Sari Lestari (ASL) dan PT Jerinjing Permai di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, kewalahan saat memadamkan api. 
 
Beruntung satu Helikopter yang diduga milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut memadamkan api dengan menurunkan hujan buatan disekitar lokasi kebakaran. namun karena lokasi kebakaran berada pada gambut tebal, api sulit dikendalikan. Diduga kebakaran sudah terjadi sejak Sabtu (9/8/2014) kemaren, namun pemadaman baru dilakukan Minggu (10/8/2014). 
 
 Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, hingga saat ini Minggu (10/8/2014) malam, tim masih berada dilokasi hingga pukul 21.00 Wib. Api yang menyala sudah padam, namun belum bisa dipastikan padam secara tuntas, karena lahan yang terbakar gambut tebal. 
 
"Kalau dilahan gambut seperti ini, dari luar api terlihat telah padam, namun dibagian dalam bisa jadi masih ada yang nyala. Untuk memadamkan api tim Karhutla yang terdiri dari Dandim 0203, Polres, Damkar dan Kesbangpol PBD serta Satgas menggunakan 8 unit mesin pompa," sebut salah seorang tim. 
 
Pantauan dilokasi kebakaran, tidak ada lagi api yang menyala dilokasi kebakaran, melainkan asap tebal masih mengepul. Diperkirakan 30 hektar kebun kelapa sawit milik dua perusahaan itu hangus terbakar.

Lahan Kebun PT. ASL di Rengat Barat Terbakar
 
Kebakaran Kebun kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sebanyak lebih kurang 20 Hektare Kebun milik PT. Alam Sari Lestari (ASL) dilalap sijago merah.

Sebagaimana diketahui bahwa PT. ASL merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit yang ada di Desa Talang Jarinjing Kecamatan Rengat Barat.

Kebakaran tersebut terjadi sejak Saptu (9/8) sekitar pukul 13.30 Wib hingga minggu (10/8).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah (Kesbangpol PBD) Inhu Adri Bahar S.Sos yang juga Sekretaris Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kab. Inhu membenarkan hal tersebut.

Ketika dihubungi melalui selulernya Minggu (10/8) mengatakan bahwa lahan PT. ASL tersebut seluas lebih lurang 20 Hektare yang berbatasan dengan kebun Primkopad.

"Saat ini masih diupayakan pemadaman oleh Tim Karhutla Inhu yang terdiri dari Polres Inhu, Dandim 0302 Inhu, Satgas Karhutla, dengan menggunakan 8 unit mesin," jelasnya.

Polres Inhu dipimpim langsung oleh Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto, sementara Dari Kodim Dipimpin oleh Kasdim karena Dandim sedang dinas luar, jelasnya lagi.

Kita berharap dengan kerjasama yang kita lakukan ini akan mampu memadamkan api sehingga tidak merembet kepada kebun lainnya yang dapat menimbulkan kabut asap, pungkasnya.

Sijago Merah Hanguskan Rumah Warga Sungai Baung
Sijago merah kembali mengamuk, kali ini api melalap rumah warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (9/8), Sabtu (9/8) sekira pukul 05.15 wib pagi tadi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun kebakaran terjadi setelah pemilik rumah Adai (49) pergi menakik kekebun karet bersama istrinya Misna (42), sementara kedua anaknya Ade (17) dan Rifki (10), serta adik iparnya IR (27) yang dalam kondisi hamil tua berada dalam rumah tersebut.

Untungnya, nyawa ketiga orang itu dapat diselamatkan warga yang kala itu selesai melaksanakan shalat subuh di Masjid Al Istiqomah Desa Sungai Baung yang tepat berada di sisi rumah korban.

"Pada saat rakaat terakhir dan waktu mengucap salam, kami melihat api bekobar di dapur rumah milik Adai, kamipun langsung mendobrak pintu rumahnya," kata Ahmad (35) salah seorang warga sungai baung yang turut mendobrak rumah tersebut.

Dikatakannya, setelah mendobrak pintu rumah dan menyelamatkan anak serta ipar korban, warga langsung memadamkan api. Kemudian, setelah setengah jam datang bantuan pemadam kebakaran dari Pemkab Inhu.

"Api cepat menghanguskan rumah Adai, karena rumahnya terbuat dari papan dan beratapkan daun nipah," ujarnya.

Menurutnya, akibat kebakaran itu, ipar korban yang sedang hamil tua mengalami syok dan langsung dilarikan ke RSUD Indrasari Rengat, di Pematang Reba.

Selain itu, seluruh isi rumah hangus terbakar, termasuk 2 unit sepeda motor dan barang serta surat-surat berharga lainnya. (ali)

Bukanya Memadamkan Api, Pompa Mobil Damkar Pemkab Inhu Malah Tak Berfungsi
FOKUS INHU - Tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) diturunkan Pemkab Indragiri Hulu (Inhu) untuk memadamkan kobaran api yang melalap kandang ayam milik salah seorang warga di Desa Sungai Baung, Kecamatan Rengat Barat, pada Kamis (17/7/2014) lalu. 
 
Namun ternyata, pompa pada 2 mobil pemadam tidak berfungsi, sehingga percuma saja tiba di lokasi kebakaran. "Awalnya mobil pemadam datang 1 unit, saat dihidupkan ternyata pompa airnya tidak berfungsi. 
 
Begitu juga dengan mobil kedua, mengalami hal yang sama. Mobil ketiga barulah bisa menyemprotkan air," kata Sugiman (32), warga yang melihat kejadian itu, kepada wartawan, Sabtu (1/7/2014). 
 
Beruntung, tambah Giman, 1 unit mobil Damkar milik Manggala Agni ikut memadamkan api, sehingga api bisa dikendalikan. Akibat kebakaran itu, 6 kandang dan 11.500 ekor ayam yang ada di dalamnya hangus terbakar. 
 
Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah. Untuk diketahui, Satuan Pemadam Kebakaran tersebut berada di bawah naungan Satpol PP Inhu.

113 Juta Uang Humas Pemkab Inhu Digasak Rampok Bersenpi
HUKRIM - Empat orang kawanan perampok kembali beraksi, kali ini kawanan perampok bersenjata apai tersebut menyikat uang Bagian Humas Setdakab Inhu. Kerjadiannya begitu cepat, uang ratusan juta dilarikan perampok tersebut.
"Tadi sebelum sholat Jum'at (18/7), perampok itu sempat menodongkan senjata api kepada bendahara Humas yang baru saja mengambil uang dari Bank Riau Pematangreba," ujar Yasir salah seorang staf bagian Humas Pemkab Inhu.
Seperti Informasi yang dihimpun dari tkp, empat perampok itu menggunakan sepeda motor besar Yamaha Vixion dan satu nya menggunakan sepeda motor bebek seperti dikutip dari laman kabarinhu.com.
Saat ini, dua orang bendahara Humas yang menjadi korban perampokan, Raja Asmeri dan Khairiyah sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Rengat Barat.

Perampok yang beraksi di kantor Bupati Indragiri Hulu, Jum'at (18/7) tadi menyikat uang humas sebear Rp 113 juta. Dua bendahara Humas yang membawa uang tersebut Raja Asmeri dan Khairiyah sempat ditodong senjata api.
Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto melalui Kapolsek Rengat Barat Kompol Nipwin Hutabarat dikonfirmasi kabarinhu.com menerangkan dari hasil pemeriksaan dua bendahara Humas Pemkab Inhu yang menjadi korban perampokan, total uang yang dirampok sebesar Rp 113 juta.
Uang tersebut, kata Kapolsek, dibungkus dalam dua pelastik hitam yang baru saja diambil dari Bank Riau Kepri Pematangreba. Dari dua kantong, hanya satu kantong yang dirampas, sedangkan satu kantong lagi sempat diselamatkan korban.Dijelaskannya, aksi perempokan terjadi saat shalat Jum'at. 
"Perampok itu sepertinya sudah mengintai korban dari Bank Riau Kepri Pematangreba, sesampainya di komplek kantor Bupati, perampok langsung menodong korban dan marampas uang tersebut. Saat ini korban masih dalam pemeriksaan di Polsek," ujarnya.

Hitung Cepat Jokowi-JK Menang di Batang Cenaku dan Rutan Rengat
PEMILU - Hasil penghitungan sementara perolehan suara pemilihan presiden dan wakil presiden 2014, di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), pasangan Jokowi-JK unggul atas pasangan Prabowo-Hatta. 
 
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari masing-masing PPL di Batang Cenaku, pasangan Jokowi-JK unggul di sebagian besar desa. Pasangan Jokowi-JK berhasil meraih 11.005 suara dan pasangan Prabowo-Hatta hanya 6.179 suara. 
 
"Hasil ini baru bersifat sementara, ini belum dapat dijadikan patokan. Apalagi PPK Kecamatan Batang Cenaku sejauh ini baru menerima model C dari masing-masing desa," beber salah seorang sumber. 
 
Pasangan Jokowi-JK juga unggul di Rutan Pemungutan suara di TPS khusus Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rengat, Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat berjalan aman dan lancar. 
 
Jumlah daftar pemilih tetap di Rutan Rengat 248 pemilih. Yang memberikah hak pilihnya hanya 201 orang, sedangkan 47 memilih golput alias tidak menggunakan hak pilihnya. Kepala Rutan Rengat Gumilar Budi Rahayu, melalui Kasi Pelayanan Tahanan menjawab seperti dilansir dari Goriau Rabu (9/7/2014) menyebutkan, 248 DPT tersebut bukan hanya napi atau warga binaan pemasyarakatan (WBP), melainkan termasuk pegawai. 
 
 "Dari 248 itu, yang menggunakan hak konstitusi atau hak pilih berjumlah 201 orang, sedangkan 47 di antaranya golput," ujarnya. Pantauan Goriau.com di Rutan Rengat, dari hasil perhitungan sura, pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK menang telak atas pasangan Probowo-Hatta. Jokowi-JK meraih 133 suara, sedangkan Prabowo-Hatta hanya 68 suara.

Menjajal Jajanan Berbuka Puasa di Pasar Ramadan Inhu
 
RAMADHAN - Masyarakat yang berdomisili di Kota Rengat dan Pematang Reba, Indragiri Hulu, yang membutuhkan minuman dan makanan berbuka puasa, bisa mendapatkannya di Pasar Ramadan di lapangan parkir Plaza Rengat dan Simpang Bundaran Patin Pematang Reba. 
 
Di dua pasar tersebut dijual beragam menu berbuka puasa, seperti kolak, pecal, lotek, sate, berbagai kue, aneka jenis minuman dan buah-buahan. Juga ada rendang, sambal dendeng batokok, kalio jengkol, ikan bakar, ayam bakar, asam pedas tempoyak patin dan sebagainya. 
 
 Evi (48), salah seorang pedagang Pasar Ramadan di Pematang Reba, Minggu (29/6/2014), menyebutkan, kehadiran pasar tersebut membawa berkah bagi pedagang. "Sebagian besar dari kami yang berjualan di sini adalah pedagang musiman," sebutnya. 
 
Sejak pukul 15.00 WIB pedagang sudah mulai menggelar dagangannya dipasar ramadhan ini. Sekitar pukul 16.00 WIB, pembeli sudah mulai berdatangan.

48 Sampan Berpacu di Tepian Kuala Pintas Desa Danau Baru

FOKUS INHU - Inhumetro.com : Pacu sampan tradisional Rayon II, di Tepian Kuala Pintas, Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat, resmi dibuka, Kamis (12/6/2014). Sebanyak 48 sampan berpacu dalam iven tersebut. Hadir dalam acara pembukaan itu Ketua PODSI Inhu Ir Selamat, Kadisporabudsata Armansyah, Kadis Peternakan HM Sadar, Kadis PU H Aswardi, Upika Rengat Barat, tokoh masyarakat setempat serta tamu undangan lainnya. 

Ketua PODSI Inhu Selamat dalam sambutannya mengatakan, pacu sampan tradisional ini dimaksudkan melestarikan dan mengembangkan olahraga dayung di Kabupaten Inhu. Selain itu sebagai wadah mencari atlet-atlet dayung berprestasi yang nantinya akan berlaga pada Pekan Olahraga Daerah di Inhu Oktober mendatang. Pacu sampan di Desa Danau Baru ini sudah menjadi iven tahunan. Di Rayon II ini hanya mempertandingkan sampan mini. 

"Untuk pacu sampan Rayon I telah berakhir pada 10 Juni lalu, yang diselenggarakan di Kecamatan Batang Peranap," sebutnya. "Iven ini juga bertujuan mempererat silaturahmi sesama atlet yang mengikuti kegiatan ini," tandas Kadis Koperaasi dan UKM Inhu itu. Ketua Panitia Armansyah yang juga Kadisporabudsata Inhu, dalam sambutannya menyebutkan, pacu sampan ini diikuti sekitar 48 sampan yang berasal dari desa-desa yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Indragiri, yakni desa-desa di Kecamatan Pasir Penyu, Lirik, Rengat Barat, Rengat dan Kuala Cenaku. Kegiatan ini akan berlansung hingga Minggu 15/6f/2014). 

Pantauan dilapangan, Kamis sore di Tepian Kuala Pintas Desa Danau Baru, setelah dibuka secara resmi oleh Ketua PODSI Inhu atas nama Bupati Inhu, digelar pertandingan eksibisi antara atlet dayung Pra Porprov wanita Kabupaten Inhu degan Inhil. Di hadapan ribuan penonton, tim Dragoon Boat asal Inhu berhasil mempermalukan tim Dragoon Boat asal Inhil dengan kemenangan telak. Pertandingan eksibisi ini dilakukan melawan arus. 

Angkat Ekonomi Kades Danau Baru Agus Salim, mengatakan, iven pacu jalur ini bisa mengangkat perekonomian masyarakat setempat. "Dengan digelarnya acara ini, tentu perputaran ekonomi masyarakat akan menggeliat, terutama bagi pedagang kaki lima. Diperkirakan, dalam satu hari acara perputaran ekonomi di Desa Danau Baru mencapai 20 hingga 30 juta rupiah," kata Agus Salam. Disebutkannya, pacu sampan ini selain mampu mengangkat perputaran ekonomi masyarakat juga bisa menjadi objek wisata tahunan bagi masyarakat. "Maka dari itu, kita harapkan iven ini bisa berlangsung secara terus-menerus setiap tahunnya," harapnya.

PNS Mulai Resah, Ada Maling Berkeliaran di Kantor Bupati Inhu

FOKUS INHU - Inhumetro.com : Sejumlah PNS yang ada dilingkungan Pemkab Indragiri Hulu (Inhu) mulai resah. Pasal, diduga ada maling berbaju linmas banyak berkeliaran dikantor Bupati Inhu.

Seperti kemarin, Senin (2/6) lalu seusai melaksanakan apel pagi di halaman kantor Bupati Inhu Erlina seorang wanita PNS di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kehilangan uang sebesar Rp. 1,5 juta, kalung emas, cincin dan kerabu.

Bahkan kejadian naas itu dua pekan sebelumnya telah terjadi kepada korban Lian yang juga seorang tenaga honor di Dispenda, Siska, sehingga korban kehilangan uang tunai Rp. 700 ribu, satu BPKP sepeda motor, KTP, dan SM C.

Hj Maria Astina yang juga kawanan se kantor korban Erlina kepada wartawan, Kamis (5/60) menjelaskan, barang-barang berharga milik Erlina hilang setelah si maling berhasil mencongkel kunci mobil honda Jazz bernopol BM 1039 BF miliknya.

Ketika itu, mereka sedang mengikuti apel senin di halaman kantor Bupati Inhu. sedangkan mobil milik Maria diparkir tidak jauh dari lokasi upacara.

Diketahui barang-barang berharga milik Erlina telah hilang sekitar pukul 09.00 Wib usai melakukan apel pagi.

'Usai apel kami lihat kunci mobil sebelah kanan jok depan sudah dibongkar. Sedangkan perhiasan dan uang itu ada dalam dompet yang kala itu di tinggal dalam mobil saya,'sebut Maria.

Tidak puas karena barang-barang kawanannya telah hilang dan mobilnya dirusak, kedua korban pun melaporkan kejadianya ke Polsek Rengat Barat usai apel. Bahkan kepada Bupati Yopi peristiwa naas itu turut dilaporkannya, ucap Maria.

Terpisah salah seorang staf humas kembali mengatakan kalau meraka acap kali kehilangan helm,'Helm kami juga sering hilang dari parkiran sepeda motor,' kecam sumber.

Sementara itu, Kasatpol PP Pemkab Inhu Tukiyat menyesalkan insiden itu.'Kelak kami akan meningkatkan keamanan dilingkungan kantor Bupati Inhu,' janji Tukiyat sekaligus mengingatkan kepada seluruh PNS maupun tamu, untuk tidak pernah menaruh barang-barang berharga di dalam mobol atau kenderaan yang dtinggal pergi.

Selanjutnya Tukiyat berharap agar pengguna kenderaan setiamnya memakai alarm kenderaan guna mengantusipasi terjadinay kejadian yang sama.

Mengetahui ada maling yang gentayangan di wilayah kantor pelayanan yang sepatutnya menjadi pamong bagi masyarakat, Bupati Inhu H Yopi Arianto,SE gerah.

Usai memimpin upacara hari lingkungan hidup Bupati Yopi pun langsung melakukan apel khusus kepada ratusan satpol PP.didampingi Kasatpol, Asisten III ADM Umum H Agus Rianto,SH dan Kepala, Bappeda dan Litbang.

Kepada para pamong parja itu Bupati Yopi Arianto menekankan agar tidak terjadi lagi kejadian yang sama dengan meningkatkan fungsi pengawasan dan pengamanan.

Pemkab Inhu Gelar Rapat Akbar Korpri
FOKUS INHU - Inhumetro.com : Keluarga besar Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Indrabiri Hulu (Inhu) akan mengelar rapat akbar di gedung gerbang sarikantor Bupati Inhu di Pematangreba,Rabu (4/6).

Bahkan sejumlah undangan rapat dari Pimpinan Korpri Kabupaten Inhu yang ditandatangani Asisten III Setdakab H Agus Rianto, SH sudah beredar ke seluruh pimpinan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Pemkab Inhu.

H Agus Rianto, SH selaku Ketua Korpri Kabupaten Inhu mengatakan, rapat itu digelar atas isu yang dia dapat dan menjadi masukan positif dan saran bagi organisasi kepegawaian yang dia terima dari banyak person sesama Korpri.

Dimana menyamakan persepsi melalui mupakat untuk membuat iuran bulanan bagi setiap anggota Korpri yang ada di wilayah Kabupaten Inhu tanpa terkecuali.

'Jika semua Korpri sepakat, maka akan ada iuran bulanan yang harus disetor ke bendahara organisasi,' sebut Agus Rianto,lewat Hpnya, Selasa (3/6).

Masih seputar isu dan saran, akumulatif iuran bulanan Kopri tersebut kelak akan dikembalikan kepada masing masing anggota dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR). Sebab dari tahun ke tahun PNS tidak pernah menerima THR,katanya lagi..

Tidak saja dimoment THR, jika memungkinkan deposit Korpri kembali dapat dipinjamkan kepada anggota yang dianggap layak dan memungkinkan,antara lain dikala memasuki tahun ajaran baru sekolah,tambahnya.

Untuk jumlah iuran bulanan, Asisten III ADM Umum Setdakab itu belum memastikan, tergantung hasil rapat pengurus dan angota Korpri nanti, tutup Agus.Rianto.

Bupati Yopi Beri Apresiasi Kritikan Pansus DPRD Inhu

FOKUS INHU - Inhumetro.com : Kendati LKPJ Bupati Inhu tahun Anggaran 2013 dihujani banyak kritikan dari 2 (dua) Panitia Khusus (Pansus) DPRD Inhu, Bupati Inhu H Yopi Arianto, SE justru mengapresiasi.

Pasalnya, sebut Bupati Inhu itu, kritik dan saran itu menggambarkan betapa besar perhatian Legislatif kepada Pemkab Inhu, yang pada akhirnya kritik saran tersebut adalah kritik yang kontruktif untuk membangun Inhu ke arah yang lebih baik lagi.

'Terimaksih kepada semua Pansus dan anggota. Karena dengan rekom dan kritik ini sebagai bukti atensi DPRD Inhu terhadap LKPJ yang kelak hasil paripurna ini akan kami teruskan ke Kemendag RI,' ucap Bupati menjawab rekomendasi dan saran Pansus A dan Pansus B disela paripurna LKPJ Bupati tahun 2013, Selasa (3/6).

Ditambahkan, apapun bentuk kekurangan aplikatif kerja Pemerintah selama tahun 2013 sebagaimana dituang dalam LKPJ akan diperbaiki. 'Kekurangan itu akan kami perbaiki,' janji Bupati.

Sedangkan keberhasilan yang dicapai, Bupati Inhu itu, mengaku bukan saja hanya karena kompetensi Pemerintah atau Bupati melainkan atas kerjasama semua pihak khususnya anggota DPRD Inhu. 'Keberhasilan adalah keberhasilan bersama sedangkan kekurangan akan kami perbaiki,' sambung Yopi dari podium.

Kepada caleg terpilih masa bhakti 2014 2019, Bupati Yopi mengaku hasil pleno KPUD Inhu telah diteruskan ke Kemendag RI melalui Gubernur Riau. 'Selamat kepada para anggota dewan yang kembali terpilih,' aplausnya.

Sebelumnya Pansus A sebagimana dibacakan Suradi SH mengkritisi mutu aspal yang didanai APBD II belum memuaskan. Sebab ada aspal yang baru dibangun sudah rusak lagi. Bahkan ada banyak proyek yang didanai APBD II tahun 2013 tapi tidak dikerjakan sama sekali. Sindir politisi Golkar Inhu itu.

Tidak disitu saja, serapan anggaran seluruh SKPD tahun 2013 masih rendah khususnya belanja langsung (BL). Sebab anggaran BL disetiap SKPD terlalu menggelembung sehingga berdampak pada silva. 'Saran kami agar anggaran BL itu lebih diperamping lagi dan akan lebih baik jika dialokasikan ke BTL,' pesan Suradi.

Paripurna kali itu dihadiri Wabup Harman Harmaeni, Setdakab HR Erisman, Muspida, pimpinan BUMN, BUMND, Para pejabat eselon II, III, IV Pemkab Inhu dan Camat. Sebelumnya, (29/4) kemaren Wabup Inhu Harman Harmaeni menyerahkan LKPJ Bupati Inhu ke DPRD Inhu guna dibahas.
 
(riauglobal)

Sekda Inhu Lantik Administrator LAPOR!

Inhumetro.com : PEMERINTAHAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Raja Erisman mengukuhkan administrator Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) Kabupaten Inhu, Senin (2/6) di Gedung Gerbangsari, Komplek Kantor Bupati Inhu.

Tenaga administrator LAPOR! yang dikukuhkan tersebut sebanyak 55 orang yang berasal dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhu. Dengan pengukuhan tersebut, diharapkan berbagai pengaduan yang disampaikan masyarakat melalui SMS ke 1708 atau atau website www.lapor.ukp.go.id dapat ditanggapi secara cepat dan tuntas.

“Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat atau LAPOR! ini merupakan kolaborasi dari pelaksanaan program Open Government Indonesia. Program ini langsung diawasi oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan Pengendalian Pembangunan (UKP4),” ujar Sekda.

Untuk menyampaikan pengaduan melalui LAPOR!, masyarakat cukup mengetik sms inhu (spasi) aduan yang akan disampaikan, kemudian kirim ke 1708. Laporan ataupun pengaduan itu akan langsung sampai kepada para pejabat berwenang, termasuk Bupati Inhu.

Dijelaskan Sekda, Kabupaten Inhu merupakan satu-satunya daerah di Sumatera yang sudah menerapkan LAPOR!. Ini membuktikan bahwa Kabupaten Inhu telah membuka diri menerima berbagai pengaduan dari masyarakat dan menanggapinya. “Bahkan dari data yang masuk, sudah banyak pengaduan yang disampaikan masyarakat,” ucapnya.

Pengaduan yang akan dijawab hanya yang relevan dengan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Inhu dan tidak mengandung unsur fitnah dan SARA. Laporan dari masyarakat akan langsung ditindaklanjuti dan dipublikasikan kembali baik melalui SMS ataupun website.

Sekda berharap tenaga administrator LAPOR! dapat melaksanakan tugas sesuai tanggungjawabnya, sehingga laporan dan pengaduan masyarakat yang disampaikan melalui SMS 1708 atau pun melalui website dapat ditanggapi secara cepat.

PT PAS Diduga Main Seobot Lahan Warga dan Tidak Mengantongi Izin

Inhumetro.com : MASYARAKAT - PT Persada Agro Sawita (PAS) diduga sudah menyerobot lahan warga Desa Pematang jaya, Kecamatan Rengat Barat Indragiri Hulu untuk kepentingan pembuatan jalan manuju keperusahaan. Bahkan perusahaan tersebut juga diduga melaksanakan pembangunan pabrik kelapa sawit tanpa mengantongi izin.
Melati (60),  salah seorang warga, mengaku bahwa pihak PT PAS menghancurkan tanah miliknya untuk pembangunan jalan menuju proyek pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Desa Pematangjaya. “Tanah saya yang diserobot PT PAS berukuran sepanjang 100 meter dan lebar 8 meter tanpa ada ganti rugi,” ujarnya, kepada wartawan Kamis (29/5) di Pematangreba seperti dilansir dari inhusatu.com.
Diungkapkannya, dalam pembangunan jalan menuju lokasi proyek pembanunan PKS PT PAS, seluruh tanah warga yang terkena jalan diganti rugi baik tanah maupun tanaman, namun dia tidak menerima ganti rugi tanah seperti warga lainnya yang menerima. “Saya cuma terima ganti rugi tanaman karet dari PT PAS, itu pun setelah banyak polisi yang ikut serta menyelesaikan masalah ganti rugi tersebut, tapi ganti rugi tanah saya tak pernah terima,” ungkapnya.
Melati juga menyebutkan, bahka permasalahan tanah miliknya itu sudah dilaporkan kepada kepala desa dan pihak kepolisian. Namun, hingga saat ini belum ada pihak - pihak yang menindaklanjuti laporannya.
Manager PT PAS, Saut Nainggolan dikonfirmasi wartawan membantah pihaknya telah melakukan penyerobotan lahan milik warga atas nama Melati. Menurutnya, dari 60 orang warga yang memiliki tanah yang dijadikan jalan menuju PKS PT PAS telah menerima ganti rugi tanah dan tanaman.
“Kami tidak ada menyentuh tanah Melati itu, buat apa kami keluar duit sampai seratus juta untuk mengganti rugi tanah dia,” cetus Nainggolan.
Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Polsek Rengat Barat Ipda Aman Roni membenarkan adanya laporan warga Desa Pematangjaya. “Benar ada laporannya. Saat ini tengah diminta keterangan melalui pihak desa dan PTPN V yang mengetahui tentang jalan tersebut. Karena keberadaan PT PAS masih baru dan dinilai belum banyak tahu tentang jalan tersebut,” ujarnya singkat.
Sementara itu Kepala BPMD–PPT Kabupaten Inhu H Adri Respen mengatakan izin pembangunan pabrik kelapa sawit milik PT PAS sebagian sudah diurus. “Untuk izin lokasi, izin prinsip dan persetujuan dari kepala daerah sudah dipenuhi. Saat ini PT PAS belum mengurus izin mendirikan bangunan (IMB),” sebutnya.

Pengadaan Sarana Rekreasi Danau Meduyan Diduga Fiktif

Inhumetro.com | PEMBANGUNAN - Proyek Pengadaan Sarana Rekreasi untuk Danau Meduyan Desa Kota Lama Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Tahun 2013 diduga fiktif, pasalnya hingga tahun 2014 sarana tersebut belum terlihat dilokasi Wisata Danau Meduyan.

Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun 2013 Desa Kota Lama memperoleh Bantuan dari Dana PNPM Mandiri Pariwisata sebesar Rp. 100 juta, yang gunanya untuk pengembangan objek wisata Danau Meduyan.

Oleh Kepala Desa Kota Lama Hidayatusolihin SH dana tersebut digunakan untuk pembelian beberapa alat permainan seperti Bebek Dayung, Odong-odong dan Perahu Piber bermesin, namun sejauh ini baru Perahu fiber yang ada dilokasi Wisata Danau Meduyan, itupun tanpa mesin.

Kades Kota Lama Hidayatusolihin atau yang akrab disapa Nanang ketika dihubungi melalui sluler beberapa waktu yang lalu membenarkan hal tersebut, "kita sudah pesan barang-barang tersebut di Pekanbaru, namun sejauh ini barang tersebut belum ada," katanya.

Kita sudah mempertanyakan hal tersebut kepada pihak tempat kita memesan, mereka mengatakan bahwa barang-barang yang kita pesan ini belum selesai, jelasnya.

Menyikapi hal tersebut Aktifis Kab. Inhu Suhandi meminta kepada penegak hukum untuk menindak lanjuti masalah ini, apapun alasannya barang tersebut harus sudah ada dengan berakhirnya tahun anggaran 2013, jika hingga kini barang tersebut tidak ada itu sama saja dengan fiktif," katanya.

Apalagi uang untuk proyek pengadaan barang tersebut sudah dicairkan 100%, ini tentu ada kebohongan yang dilakukan oleh pihak desa sehingga dana tersebut bisa cair, tegasnya.

Untuk itu kita meminta kepada pihak penegak hukum agar mengusut tuntas masalah ini, ini sudah melanggarkan ketentuan pepres 54 tentang pengadaan barang dan jasa, pungkasnya.(read/riedit)

Tak Terdaftar Didirjen Perhubungan, Terminal Gerbang Sari Dibiarkan Terlantar

Inhumetro.com | PEMBANGUNAN - Kondisi Terminal Induk Gerbang Sari Rengat yang terletak di Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat kembali menjadi perhatian berbagai pihak, pasalnya selain tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya terminal ini juga mengalami kerusakan dibebagai tempat.

Sebagaiamana diketahui bahwa terminal Gerbang Sari Pematang Reba ini dibangun pada tahun 1990 an sebagai pengganti teminal Rengat, namun sejak dibangun boleh dikatakan terminal ini tidak pernah dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Ketua LSM Forum Pemantau Pembangunan Riau (FP2R) Defrianto Tanius Selasa (27/5) sangat menyayangkan sikap Pemkab Inhu yang tidak memanfaatkan keberadaan terminal tersebut, sementara kondisinya semakin memprihatinkan.

Dikatakan Defrianto, terminal yang dibangun dengan dana belasan milyar ini tak ubahnya seperti seonggok bangunan yang tidak bermanfaat sama sekali, sebagian bangunannya sudah mengalami kerusakan, dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk merenovasi kembali.

"Terminal Gerbang Sari ini berada di lokasi yang sangat setrategis, yaitu dipinggir Jalan Lintas Timur yang setiap harinya dilalui oleh mobil-mobil yang hendak menuju ke berbagai Daerah, seperti Jambi-Palembang-Lampung dan Pulau Jawa," katanya.

Kita berharap kepada Pemkab. Inhu untuk dapat memanfaatkan keberadaan terminal Gerbang Sari ini sebagaimana mestinya, sehingga keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ujarnya.

Seorang warga Pematang Reba yang tidak mau namanya dipublikasikan menyatakan bahwa keberadaan terminal Gerbang Sari ini sering dijadikan sebagai tempat mesum bagi pasangan muda mudi, hal ini sangat meresahkan masyarakat.

"Namun kita tak mengerti mengapa Pemkab. Inhu terus membiarkan hal ini terjadi, jika memang tidak ada manfaatnya akan lebih baik terminal gerbang sari ini dialih fungsikan untuk hal yang lain, sehingga keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkapnya.

Sementara, Kadis Perhubungan Inhu Erfandi SE ketika dimintai keterangannya beberapa waktu yang lalu diruang kerjanya mengatakan bahwa salah satu kendala untuk memanfaatkan terminal Gerbang Sari ini dikarenakan statusnya yang tidak jelas.

"Hingga saat ini keberadaan Terminal Gerbang Sari ini tidak terdaftar di Dirjen Perhubungan Darat, sehingga kita tidak dapat menggunakan terminal ini sebagaimana mestinya," katanya singkat.

Warga Berharap Pengerjaan Jembatan Desa Redang-Pekan Heran Segera Selesai

Inhumetro.com | PEMBANGUNAN - Warga Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat, Indragiri Hulu (Inhu), beharap pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Redang dengan Desa Pekan Heran, segera selesai. 

 "Saat ini jembatan tersebut sedang dalam proses pengerjaan. Anggaran pembangunannya senillai 2,7 milar bersumber dari APBD Inhu tahun 2014, dengan panjang jembatan 20 meter dan lebar 6 meter," kata Kepala Desa (Kades) Redang Hasbih, Sabtu (23/5/2014), di Redang. 

Dikatakan Hasbih, jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Desa Redang dan Desa Danau Baru. "Sebab, dengan adanya jembatan, maka jarak tempuh dari Desa Redang dan Desa Danau Baru menuju ibukota kecamatan dan ibukota kabupaten semakin singkat," jelasnya. 

 Ditambahkannya, saat ini masyarakat terpaksa menggunakan jembatan darurat yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Sedangkan mobil harus memutar melalui Desa Kota Lama. Hasbih berharap kontraktor pemenang tender pengerjaan jembatan itu bisa menyelesaikan pekerjaannya sesuai waktu yang ditentukan, yakni 180 hari kalender. 

"Atas nama masyarakat Desa Redang, saya mengucapkan terima kasih atas realisasi anggaran untuk pembangunan jembatan ini. Diharapkan ke depannya anggaran untuk pembangunan fasilitas lain juga bisa direalisasikan," tandasnya.

Bakal Diusir KTU RSUD INDRASARI, Pedagang Asongan Ngadu Ke Bupati

Inhumetro.com | MASYARAKAT - Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto membela dan mendukung para pedagang kecil asongan yang menjajakan makanan dan minuman di areal RSUD Indrasari Rengat Inhu, yang diancam bakal diusir paksa dari lokasi tempat mereka berjualan oleh Ibrahim Halimi Kapala Tata Usaha (KTU) rumah sakit tersebut.

Dukungan Bupati Inhu Yopi Arianto terhadap pedagang kecil di RSUD Indrasari ini dilakukan setelah para pedagang kecil ini mengadukan nasibnya, sebagaimana disampaikan M.Jani penjual air tebu kepada wartawan Jumat ((23/5/14) mengatkan, setelah mendapat ancaman dari KTU tersebut, para pedagang sepakat mengadu kepada Bupati Inhu Yopi Arianto, alhasil Bupati mendukung pedagang dan mengizinkan mereka tetap berjualan.

"Pak Bupati mengizinkan kami tetap berjualan di sini. Beliau juga mengingatkan kami agar tetap menjaga kebersihan dan ketertiban," ujarnya.

Ditambahkanya, tindakan mengadukan nasib yang menimpa pedagang yang menggantungkan hidupnya pada usaha kecil ini kepada Bupati Inhu Yopi Arianto diakibatkan, sejak KTU RSUD Indrasari dijabat Ibrahim Halimin, para pedagang kecil selalu mendapat ancaman bakal di usir dari areal RSUD Indrasari.

"Baru - baru ini KTU itu mengancam akan mengerahkan satpol PP untuk mengusir kami. Padahal, kami selalu ikut menjaga kebersihan bahkan ketertiban di areal RSUD, sehingga banyak dokter - dokter yang mendukung kami tetap berjualan di sini," ungkapnya.

Sementara itu KTU RSUD Indrasari Ibrahim Halimi ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan dalam waktu dekat tetap akan menertibkan para pedagang agar keluar dari areal rumah sakit.

"Saya tetap akan tertibkan pedagang itu agar keluar dari areal RSUD. Besok akan saya pasang spanduk besar berisi himbauan," tegasnya.

Menurut Ibrahim, jika telah dihimbau secara persuasif tidak juga diindahkan para pedagang, maka dia akan melapor kepada satpol PP untuk menertibkan pedagang keluar dari areal RSUD Indrasari. Hal ini perlu dilakukan karena RSUD Indrasari menginginkan lokasi tersebut bersih untuk meraih penghargaan adipura.

"Penilaian Adipura itu termasuk melihat kebersihan RSUD, jadi seluruh pedagang harus ditertibkan agar tidak berada di dalam areal, mereka berjualan diluar pagar RSUD saja," tandasnya.

Selain menjaga kebersihan, penertiban terhadap para pedagang di areal RSUD ini juga untuk menjaga keamanan para pasien dan pengunjung RSUD, sebab selama ini banyak terjadi pencurian, "Banyak yang kehilangan, sehingga kami terpaksa memasang CCTV," jelasnya.

Lahan Warga Terbakar di Pinggir Jalan Raya Rengat-Pematangreba

Inhumetro.com | LINGKUNGAN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Kali ini, kebakaran lahan terjadi di pinggir Jalan Raya Rengat – Pematangreba, Selasa (6/5) sekitar pukul 13.00 Wib.

Kuat dugaan, lahan dengan luas lebih kurang 1 hektar di pinggir Jalan Raya Rengat – Pematangreba Kecamatan Rengat Barat tersebut sengaja di bakar. Pasalnya, api membakar kayu bekas pada lahan yang telah selesai steking. Tidak terlihat ada warga atau pihak berwenang untuk memadamkan api tersebut. Sehingga api terus membesar membakar kayu pada lahan tersebut.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhu Moch Bayu Setiya Budiono SH mengatakan, pihaknya masih memproses revisi Peraturan Bupati (Perbup) tentang bencana alam menjadi Perbup pengendalian Karhutla. “Dalam waktu dekat revisi Perbup ini akan disampaikan kepada Bagian Hukum Setdakab Inhu untuk di SK-kan Bupati,” ujarnya.

Hanya saja sebutnya, baru-baru ini telah dilakukan rapat teknis yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Isdjarwadi SE MT tentang rencana aksi Karhutla. “Silahkan saja konfirmasi pihak terkait lainnya seperti Disbun dan Dishut yang merupakan instansi sebagai penanggung jawab pemadaman Karhutla sesuai draf revisi Perbup,” ungkapnya.

Ketika hal itu dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Perkebunan Inhu Ir H Hendrizal Msi mengaku belum mengatahui adanya lahan di Jalan Raya Rengat – Pematang Reba yang terbakar. “Memang beberapa hari ini, kami sudah berupaya mencari pemilik lahan tersebut. Namun sayangnya hingga saat ini belum di ketahui dan ternyata terbakar pula,” ujarnya.

Untuk itu sebutnya, pihaknya akan terus berupaya mencari tahu pemilik lahan tersebut. Hal itu dimaksudkan, agar dapat dapat dipanggil untuk dimintai keterangannya. “Mudah-mudahan pemiliknya cepat diketahui untuk selanjutnya dipanggil,” tegasnya.

Selain itu, terkait rencana aksi Karhutla, pihaknya sudah menyampaikan sejumlah langkah-langkah kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Bahkan sedikitnya ada tiga poin penting dalam penanganan Karhutla. “Salah satu poin itu yakni meminta data peralatan pemadaman ke sejumlah perusahaan dan meminta membangun embung air diareal perkebunan,” terangnya.

FOTO : Bupati Inhu berfoto bersama dengan peserta tuan rumah MTQ, didampingi Karutan dan Kasi Pelayanan Tahanan, Rudinur, SH (imgby:goriau)
Inhumetro.com | DAERAH - Mushabaqah Tilawatil Quran (MTQ) antar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) se-Riau yang diselenggarakan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rengat bersempena dengan HUT Emas Pemasyarakatan ke 50 berjalan sukses, aman dan terkendali.
 Ketua Panitia MTQ, Gumilar Budi Rahayu, A.Md, SH dalam sambutannya saat penutupan perhelatan akbar tersebut mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih pada pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dalam hal ini Bupati Inhu, H. Yopi Arianto, SE. Yang mana berkat bantuan Pemkab Inhu, baik moril, materil maupun saran, kegiatan MTQ antar WBP se-Riau ini berjalan sukses.
Selain itu, ungkapan terimakasih juga disampaikan kepada pihak LPTQ dan Depag Kabupaten Inhu yang juga telah memberi andil dalam mensukseskan acara ini, begitu juga dengan seluruh pihak dan masyarakat yang sudah ikut sumbangsih dalam MTQ ini.
Lulik Heri Surtisno, selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Menkum HAM Riau mengatakan, MTQ merupakan bagian dari pemasyarakatan yang bertujuan untuk mempersiapkan mental warga binaan yang ada, agar begitu keluar dari Rutan mereka bisa hidup ditengah - tengah masyarakat nanti. ''Pembinaan tentu tidak terlepas dari petugas, masyarakat dan pemerintah daerah. Maka dari itu, kita harapkan hubungan kerjasama Pemkab Inhu ini bisa berkelanjutan untuk kegitan-kegiatan yang akan datang, baik dalam pembinaan maupun pembangunan sarana dan prasarana Rutan.
MTQ Ini insyaa Allah akan kita jadikan even tahunan, setiap HUT Pemasyarakatan,'' tukasnya. Bupati Inhu, Yopi Arianto, SE dalam sambutannya menyebutkan, Pemkab Inhu siap menjalin kerjasama dalam bentuk apapun dengan Rutan Rengat, ''saya atas nama pemerintah Kabupaten Inhu dan diri pribadi akan memberikan perhatian yang khusus untuk Rutan ini.
 ''Mari kita bersinergi dalam mengembangkan kreatifitas para warga binaan yang ada, agar setelah mereka keluar nanti, mereka bisa terampil dengan skill yang telah kita bina,'' pungkas Yopi.
 Sebelumnya, Bupati Inhu memberikan bonus kepada para pemenang MTQ sebesar Rp 500 ribu/orang dan sarung yang bersumber dari gaji dirinya pada bulan ini. (read/gori)
Powered by Blogger.