Showing posts with label Pilpres. Show all posts

Cek Rekap DA1 dan DB1 di Situs rekapda1.herokuapp.com
PILPRES - Jika anda selalu update dengan data persentasi hasil pilpres pada situs kawalpemilu.org anda akan dapat menemukan situs yang menjadi rujukan pengumpulan data rekap untuk data DA1 dan DB1.

DA1 Merupakan hasil rekapitulasi suara per kecamatan yang merupakan hasil yang telah diplenokan pada tingkatannya. Pada DA1 berisi rekapitulasi beberapa formulir C1 pada tingkat kecamatan

Sementara untuk data DB1 adalah merupakan hasil rekapitulasi suara per kabupaten yang merupakan hasil yang telah diplenokan pada tingkatannya. DB1 berisi rekapitulasi beberapa formulir DA1 pada tingkat kabupaten sebelumnya.
 
admin website mengakui bahwa semua data yang menjadi referensi dan rujukan mereka diambil dari Website KPU berikut: http://pilpres2014.kpu.go.id/da1.php . Sementara itu untuk keakurasian data situs ini diupdate secara otomatis oleh program setiap 1 jam .
 
Admin website juga memberikan source code program website rekapda1.herokuapp.com tersebut untuk dapat di cek kebenarannya dan juga untuk menghindari perasangka adanya manipulasi data, source code program tersebut bisa langsung didownload di https://github.com/fikriauliya/rekapda1 .

Memantau Real Count kawalpemilu.org: Prabowo-Hatta 47,17% Jokowi-JK 52,82%
PILPRES - Situs kawalpemilu.org. yang dibesut anak-anak muda Indonesia ahli IT, sudah menyedot masuk 95,69% data real count yang berbasis formulir C1 yang dimuat di website KPU. Hasilnya pasangan Jokowi-JK unggul dibandingkan pasangan Prabowo-Hatta. Hasil resmi tetap harus menunggu penetapan KPU pada 22 Juli.

Seperti dikutip dari laman kawalpemilu.org, Kamis (17/7/2014) pukul 09.50 WIB, pasangan Jokowi-JK dengan angka 52,82 persen sedangkan Prabowo-Hatta 47,17 persen.

Dalam data yang ditampilkan kawalpemilu.org, tercatat kemenangan masing-masing pasangan di setiap provinsi. Berikut data real count di kawalpemilu.org di 33 provinsi:

1. Aceh: Prabowo-Hatta 54,80% dan Jokowi-JK 45,19%
2. Sumatera Utara: Prabowo-Hatta 44,69% dan Jokowi-JK 55,30%
3. Sumatera Barat: Prabowo-Hatta 77,81% dan Jokowi-JK 22,18%
4. Riau: Prabowo-Hatta 50,17% dan Jokowi-JK 49,82%
5. Jambi: Prabowo-Hatta 49,18% dan Jokowi-JK 50,81%
6. Sumatera Selatan: Prabowo-Hatta 51,27% dan Jokowi-JK 48,72%
7. Bengkulu: Prabowo-Hatta 45,27% dan Jokowi-JK 54,72%
8. Lampung: Prabowo Hatta 46,21% dan Jokowi JK 53,78%
9. Kepulauan Bangka Belitung: Prabowo Hatta 32,74% dan Jokowi JK 67,25%
10. Kepulauan Riau: Prabowo-Hatta 40,23% dan Jokowi-JK 59,76%
11. DKI Jakarta :1 Prabowo-Hatta 46.86% dan Jokowi-JK 53.13%
12. Jawa Barat: Prabowo-Hatta 59,93% dan Jokowi-JK 40.06%
13. Jawa Tengah: Prabowo-Hatta 33.37% dan Jokowi-JK 66.62%
14. Daerah Istimewa Yogyakarta: Prabowo-Hatta 44.13% dan Jokowi-JK 55.86%
15. Jawa Timur: Prabowo-Hatta 46.69% dan Jokowi-JK 53.30%
16. Banten: Prabowo-Hatta 57.07% dan Jokowi-JK 42.92%
17. Bali: Prabowo Hatta 28.59% dan Jokowi-JK 71.40%
18. Nusa Tenggara Barat: Prabowo-Hatta 72.40% dan Jokowi-JK 27.59%
19. Nusa Tenggara Timur: Prabowo-Hatta 33.09% dan Jokowi-JK 66.90%
20. Kalimantan Barat: Prabowo-Hatta 39.62% dan Jokowi-JK 60.37%
21. Kalimantan Selatan: Prabowo-Hatta 50.15% dan Jokowi-JK 49.84%
22. Kalimantan Tengah: Prabowo-Hatta 40.27% dan Jokowi-JK 59.72%
23. kalimantan Timur: Prabowo-Hatta 37.28% dan Jokowi-JK 62.71%
24. Sulawesi Utara: Prabowo-Hatta 45.94% dan Jokowi-JK 54.05%
25. Sulawesi Tengah: Prabowo-Hatta 45.04% dan Jokowi-JK 54.95%
26. Sulawesi Selatan: Prabowo-Hatta 28.88% dan Jokowi-JK 71.11%
27. Sulawesi Tenggara: Prabowo-Hatta 45.03% dan Jokowi-JK 54.96%
28. Gorontalo: Prabowo-Hatta 63.11% dan Jokowi-JK 36.88%
29. Sulawesi Barat: Prabowo-Hatta 26.60% dan Jokowi-JK 73.39%
30. Maluku: Prabowo-Hatta 50.38% dan Jokowi-JK 49.61%
31. Maluku Utara: Prabowo-Hatta 54.53% dan Jokowi-JK 45.46%
32. Papua: Prabowo-Hatta 37.87% dan Jokowi JK 62.12%
33 Papua Barat: Prabowo-Hatta 32.74% dan Jokowi JK 67.25%

Data di situs ini berasal dari scan form C1 yang dipublish oleh KPU dan didigitisasi dengan bantuan relawan netizen (pengguna internet aktif) yang independen. Website kawalpemilu.org bukan situs resmi dari KPU. KPU akan mengumumkan hasil resmi perghitungan mereka pada 22 Juli 2014. Kedua kubu capres juga mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman KPU tersebut.

Situs kawalpemilu.org marak dibicarakan di dunia maya untuk mengawasi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari rekapitulasi hasil scan formulir C1. Namun, dua anak muda yang membuat software-nya malah emoh diekspose.

"Yang bikin bukan saya, yang bikin 2 teman saya, kerja di Silicon Valley, alumni TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia) tahun.. berapa ya..? Rahasia, namanya juga rahasia," kata Ainun Najib (28), koordinator crowd sourcing kawalpemilu.org

PILPRES - Keputusan KPU dengan mengunggah setiap formulir C1 Pemilihan Presiden 2014 mampu memberikan kontrol transparansi hasil pemilu yang luar biasa. Dengan lebih dari 400.000 TPS, hasilnya bisa dilihat bersama-sama di situs KPU.
Ketika melihat hasil scan yang di upload kesitus KPU tenyata ada hasil penghitungan suara yang unik mirip bak skor pertandingan sepak bola berikut ulasanya :

1. Hasil Imbang Atau Draw 
Di TPS 14, Desa Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, terdapat hasil imbang alias draw antara Prabowo-Hatta Rajasa dengan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Di TPS tersebut, Prabowo mendapat 153 suara, Jokowi juga mendapat 153 suara, delapan suara tidak sah. Terdapat 381 orang yang terdaftar di DPT dan yang memilih 303 orang.


2. Skor 0 - 0 Hingga Akhir Laga
Di TPS 13 Desa Betro, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo ada hasil Pilpres seperti skor sepak bola, imbang 0-0. Ya, baik Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK tidak dapat suara. Dari 105 orang dalam DPT di TPS ini, tidak ada yang nyoblos. Pantas saja hasilnya 0-0, tidak ada 'gol'.



3. Hasil 0 - 1 
Lain di betro lain pula di TPS 06 Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jatim ternyata juga ada hasil Pilpres mirip skor bola. Prabowo Hatta nol suara, dan Jokowi unggul 1 suara. Hal ini terjadi karena dari DPT 312 orang yang hadir hanya 1 orang saja dan memilih Jokowi-JK. 

Pantau Pleno, Kapolda Riau Lakukan Peninjauan ke 3 Kabupaten
PILPRES - Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono bersama jajaran melakukan peninjauan di sejumlah kecamatan yang menggelar rapat pleno dan proses penghitungan suara tingkat Kecamatan (PPK) di 3 Kabupaten, yakni Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Inhu dan Kabupaten Inhil dan perbatasan antara Riau - Jambi, Minggu (13/7).

Sejak pukul 06.00 WIB hingga buka puasa bersama, Kapolda Riau didampingi jajarannya, antara lain Inspektur pengawasan daerah (Irwasda) Kombes Pol Muh Hasan Amrozi, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kombes Pol Ery Safari, Karo Ops Kombes Pol Djoko Erwanto, serta Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo (GAT).

Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono mengatakan, sejauh ini proses penghitungan tingkat PPK yang mulai dilangsungkan sejak 13 Juli 2014 masih kondusif dan berjalan sesuai rencana hingga pada ketetapannya akan berakhir pada 15 Juli depan. "Peninjauan ini kita lakukan untuk memastikan bahwa semua tahapan situasi pengamanan di kabupaten berjalan aman dan kondusif," ujar Condro.

Bahkan Condro juga sempat meninjau proses pleno di daerah desa Selensen kecamatan Keritang Kabupaten Inhil yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi. Sementara kawasan perbatasan lainnya turut menjadi prioritas pengamanan juga terpantau aman seperti di Sinaboi dan Lima Desa yang sebelumnya di prediksi rawan.

"Dari 3 Kabupaten yang kita pantau, semuanya berlangsung kondusif, aman dan terkendali. Anggota kita bersama Linmas dan panitia pilpres di kecamatan sudah berkoordinasi dengan baik," kata Condro.

Meski tak semua kecamatan di 3 kabupaten tersebut yang dikunjungi, namun Condro berkesempatan memantau langsung proses pleno di beberapa kantor kecamatan. Dia juga sempat berdiskusi dengan panitia penghitungan suara terkait kendala dan keamanan surat suara sejak di TPS, PPS hingga sampai di tingkat PPK.

Selain itu, Condro Kirono juga meninjau kesiapan personel pengamanan di beberapa Polsek, yakni Polsek Bandar Sei Kijang, Polsek Pangkalan Lesung, Polsek Ukui, Polsek Pangkalan Kuras, dan Polsek Lirik, Polsek Batang Gansal dan Polsek Keritang.

Prabowo-Hatta Menang Mutlak di TPS Yopi
PEMILU - Pelaksanaan pemilihan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang berlangsung Rabu (9/7/) berjalan dengan aman dan lancar di Inhu. Di TPS Bupati Inhu, H Yopi Arianto pasangan Prabowo-Hatta menang mutlak atas pesaingnya. 
 
Peninjauan ke berbagai lokasi TPS dilakukan oleh Bupati Yopi usai mencoblos di TPS I Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) yang terletak di Kelurahan Sekip Hilir Rengat. Kedatangan Bupati ke lokasi TPS dilakukan dengan berjalan kaki karena letak TPS tidak begitu jauh dari kediaman. 
 
Di lokasi TPS tempat mencblos Bupati disambut oleh petugas TPS serta selanjutnya mempersilahkan Bupati mempergunakan hak konstitusionalnya. Di TPS lokasi pemilihannya Bupati juga sempat melakukan perbincangan dengan petugas TPS sambil menanyakan berbagai hal dalam pelaksanaan kegiatan. 
 
Usai dari TPS I STIE Sekip Hilir tempatnya mencoblos selanjutnya Bupati sambil berjalan kaki meninjau TPS I kelurahan Pasar Kota. Dalam peninjaun ke TPS ini Bupati didampingi oleh Sekda Inhu R. Erisman serta juga kapolres Inhu. 
 
TPS yang menjadi sasaran peninjauan Bupati selanjutnya TPS II Kelurahan Kampung Besar Kota dan TPS 007 Kelurahan Sekip Hulu. Dari peninjauan tersebut Bupati melihat bahwa pelaksanaan pilpres di inhu berjalan dengan baik aman serta lancar. 
 
Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Inhu Harman Harmaini melaksanakan pencoblosan di TPS 10 Sekip Hulu kota Rengat. Di TPS ini juga Sekda Inhu R. Erisman melakukan pencoblosan. 
 
Usai mencblos selanjutnya wabup melakukan peninjauan pelaksanaan pilpres di berbagai Kecamatan di Inhu. Sedangkan Sekda Inhu mendampingi Bupati melakukan peninjauan ke berbagai TPS. 
 
Di TPS Wabup dan Sekda melakukan pencoblosan pasangan nomor urut satu unggul dengan perolehan suara yang cukup mencolok. Prabowo-Hatta mendapatkan 124 suara sedangkan Jokowi-JK mendapatkan 68 suara. 
 
Sementara itu dilokasi TPS I Sekip Hilir tempat bupati Inhu Yopi Arianto mencoblos pasangan Prabowo-Hatta juga unggul mutlak. Dimana pasangan Prabowo-Hatta nomor urut 1 memperoleh 136 suara dan pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK memperoleh 59 suara.

Hitung Cepat Jokowi-JK Menang di Batang Cenaku dan Rutan Rengat
PEMILU - Hasil penghitungan sementara perolehan suara pemilihan presiden dan wakil presiden 2014, di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), pasangan Jokowi-JK unggul atas pasangan Prabowo-Hatta. 
 
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari masing-masing PPL di Batang Cenaku, pasangan Jokowi-JK unggul di sebagian besar desa. Pasangan Jokowi-JK berhasil meraih 11.005 suara dan pasangan Prabowo-Hatta hanya 6.179 suara. 
 
"Hasil ini baru bersifat sementara, ini belum dapat dijadikan patokan. Apalagi PPK Kecamatan Batang Cenaku sejauh ini baru menerima model C dari masing-masing desa," beber salah seorang sumber. 
 
Pasangan Jokowi-JK juga unggul di Rutan Pemungutan suara di TPS khusus Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rengat, Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat berjalan aman dan lancar. 
 
Jumlah daftar pemilih tetap di Rutan Rengat 248 pemilih. Yang memberikah hak pilihnya hanya 201 orang, sedangkan 47 memilih golput alias tidak menggunakan hak pilihnya. Kepala Rutan Rengat Gumilar Budi Rahayu, melalui Kasi Pelayanan Tahanan menjawab seperti dilansir dari Goriau Rabu (9/7/2014) menyebutkan, 248 DPT tersebut bukan hanya napi atau warga binaan pemasyarakatan (WBP), melainkan termasuk pegawai. 
 
 "Dari 248 itu, yang menggunakan hak konstitusi atau hak pilih berjumlah 201 orang, sedangkan 47 di antaranya golput," ujarnya. Pantauan Goriau.com di Rutan Rengat, dari hasil perhitungan sura, pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK menang telak atas pasangan Probowo-Hatta. Jokowi-JK meraih 133 suara, sedangkan Prabowo-Hatta hanya 68 suara.

KPU Inhu Prioritaskan Kecamatan Jauh dan Sulit
 
FOKUS INHU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Inhu mulai mendistribusikan logistik Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014. Distribusi logistik tersebut di mulai Minggu (6/7) dan akan berakhir pada Selasa (8/7), atau satu hari jelang pemungutan suara Pilpres.

Seperti pada pelaksanaan Pemilu sebelumnya, distribusi logistik diprioritaskan untuk kecamatan yang jauh dan terdapat daerah sulit. “Sejauh ini, seluruh logistik Pilpres di Kabupaten Inhu sudah diterima KPU Inhu, bahkan untuk surat suara terdapat kelebihan 267 lembar,” ujar Komisioner KPU Inhu, Friyono, Minggu (6/7).

Dijelaskan Friyono, distribusi logistik pada hari Minggu di laksanakan untuk 2 kecamatan, yakni Batang Gansal dan Rakit Kulim. Dua kecamatan ini lokasinya cukup jauh, bahkan pada Kecamatan Batang Gansal terdapat dua daerah sulit yakni Datai dan Air Bomban sehingga membutuhkan waktu perjalanan hingga dua hari.

Kemudian pada Senin (7/7) distribusi logistik Pilpres dilanjutkan untuk 8 kecamatan masing-masing Kecamatan Rengat, Batang Cenaku, Lirik, Sei Lala, Lubuk Batu Jaya, Kelayang, Peranap dan Batang Peranap. Sedangkan pada Selasa (8/7), distribusi logistik dilanjutkan untuk empat kecamatan masing-masing Rengat Barat, Seberida, Pasir Penyu dan Kuala Cenaku. “Selama proses distribusi logistik tersebut akan mendapat pengawalan dari petugas kepolisian, minimal 1 kecamatan akan dikawal 2 petugas kepolisian,” ungkapnya.

Ditambahkan Friyono, sejauh ini seluruh logistik Pilpres 2014 untuk Kabupaten Inhu sudah lengkap. Terakhir yang diterima KPU Inhu adalah surat suara sebanyak 1.054 lembar pada Sabtu (5/7) pagi. Dari jumlah tersebut, 1 surat suara rusak karena cetakan kabur sehingga menyisakan 1.053 surat suara.

“Sebenarnya kekurangan surat suara sampai Sabtu tersebut hanya 786 lembar. Tetapi yang kita terima 1.053, sehingga ada kelebihan surat suara 267 lembar. Surat suara ini masih kita simpan di KPU Inhu dan telah dibuatkan berita acaranya. Kemungkinan jika tidak digunakan lagi akan kita musnahkan,” jelasnya.

Friyono berharap pelaksanaan Pilpres di Kabupaten Inhu dapat berjalan lancar dan sukses hingga proses penghitungan suara. Ia juga mengimbau kepada seluruh warga yang sudah terdaftar dan mempuyai hak pilih dapat berbondong-bondong datang ke TPS menyalurkan hak suaranya.

Polres Inhu Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Pilpres
FOKUS INHU - Menyukseskan pengamanan Pemilu presiden dan wakil presiden 9 Juli 2014 mendatang, Polres Indragiri Hulu menggelar apel dengan sandi Apel Sarana dan Prasarana dalam Kesiapan Pengamanan Pilpres 2014.

Apel dipimpin langsung Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetya Indaryanto, Minggu (6/7/2014), di halaman Mapolres Inhu.

Dalam apel tersebut, Kapolres melakukan pengecekan lansung terhadap kendaraan operasional personel, baik roda dua maupun roda empat. Selain kesiapan kendaraan operasional, Kapolres juga memeriksa kelengkapan persenjataan.

 "Dari hasil pemeriksaan kita bersama Waka Polres Kompol Stevy Frits Pattiasina dan Kapolsek, kesiapan kendaraan dan persenjataan dalam kesiapan Ops Pemilu 2014 ini dinyatakan memadai. Semoga tidak ada kendala di lapangan," kata Kapolres.

KPU Inhu Distribusikan Logistik Pilpres Mulai Minggu
PEMILU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), mulai Minggu (6/7/2014) mendistribusikan logistik Pilpres ke Kecamatan Batang Gangsal dan Rakit Kulim. 
 
"Dua kecamatan ini kita dahulukan pendistribusiannya, karena jarak tempuh yang jauh dan ekstrim," ujar Sekretaris KPU Inhu Watno, Jumat (4/7/2014). Disebutkan Watno, surat suara yang diterima KPU Inhu masih kurang sebanyak 651 lembar. 
 
Hasil konfirmasi ke KPU Riau, kekurangan surat suara tersebut akan tiba Jumat (4/7/2014). "Insya Allah, untuk pendistribusian logistik ini bisa berjalan lancar. Hari ini pihak. KPU masih melakukan persiapan dan pengepakan surat suara. 
 
Demikian juga dengan kelengkapan logistik lainnya yang disatukan dan dikelompokkan sesuai masing-masing tempat pemungutan suara," sebutnya. 
 
Tambah Watno, KPU Inhu tidak bosan-bosan mengimbau masyarakat Kabupaten Inhu untuk dapat memberikan hak pilihnya pada Pilpres 9 Juli nanti. "Karena ini menyangkut masa depan dan nasib bangsa ini lima tahun ke depan," tukasnya.

'#AkhirnyaMilihJokowi' Jadi Trending Topic Worldwide
HIBURAN - Mendekati pemilu, para artis mulai menunjukkan siapa Capres pilihan mereka. Sosial media pun menjadi salah satu wadah yang menampung apresiasi para seleb itu.

Hari ini, Twitter dipenuhi oleh pengguna yang menggunakan hastag AkhirnyaMilihJokowi. Tidak heran jika tagar tersebut menempati urutan pertama trending topic dunia hingga berjam-jam.

Sophia Mueller, Sherina, Morgan Oey, dan para seleb lain tampak menuliskan #AkhirnyaMilihJokowi di pesan sosial media masing-masing. Bisa dibayangkan donk berapa follower para artis itu yang langsung heboh meretweet postingan tersebut.

"Udah nggak jamannya anak muda apatis sama negara. Yuk! Saya #akhirnyamilihjokowi," ujar Sherina di Twitter.

Tidak ketinggalan aktris cantik, Sophia Mueller juga mengungkapkan dukungannya untuk pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla. "Tanpa mengurangi rasa hormat kpd Pak Prabowo, Pak Hatta dan pengikutnya. #akhirnyamilihjokowi," tulisnya.

Kekasih Ariel NOAH itu juga turut mengungkapkan alasannya mengapa memilih Jokowi. "Krn menurut saya pendidikan berkualitas adalah fondasi dan akar bangsa dan negara yg berkualitas. #akhirnyamilihjokowi," tulis Sophia menjelaskan postingan Twitter sebelumnya.

"Saya pengen ikut nentuin Indonesia ke arah yg lebih baik. Jadi, saya #akhirnyamilihJokowi ✌️," tulis Morgan Oey yang turut mendukung Jokowi.

JK Kecam Kicauan Fahri Hamzah Sebut Jokowi "Sinting"
POLITIK - Calon wakil presiden Jusuf Kalla mengecam kritik yang dilontarkan anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah kepada capres Joko Widodo. Menurut Kalla, kritik Fahri telah menabrak etika yang ada. "Fahri keterlaluan. Boleh mengkritik tapi pakai kata yang lebih sopan," kata Kalla, di kediamannya, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2014).

Kalla menjelaskan, sebenarnya tak ada yang salah dari usul Jokowi menjadikan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional. Pasalnya, banyak hari peringatan lain yang telah lebih dulu ditetapkan dan tanpa perlu menjadikannya sebagai hari libur nasional.

Lebih jauh Kalla mengungkapkan, jika maksud dari kritik Fahri adalah untuk menjatuhkan citra Jokowi, justru kini hasilnya jadi terbalik. Ia melihat publik menjadi geram karena kritik yang disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS tersebut. "Hasilnya terbalik, malah orang sekarang jadi marah," ungkapnya.

Sebelumnya, Tim Advokasi Komite Pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla juga telah melaporkan Fahri ke Bawaslu. Fahri adalah anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS dan menjadi anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta. Fahri dilaporkan atas dugaan pelanggaran pemilu melalui akun Twitter pribadinya, @fahrihamzah. Ia dituding melanggar Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden (Pilpres) Pasal 41 ayat 1 huruf C bahwa pelaksana, peserta, dan petugas kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, dan golongan calon lain.

Ketua Tim Advokasi Komite Pemenangan Jokowi-JK, Mixil Mina Munir mengatakan, melalui akun twitternya, Fahri menulis, "Jokowi janji 1 Muharam hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!"

Menurut Mixil, anggota Komisi III itu menghina Jokowi "sinting" lantaran akan menjadikan 1 Muharam dalam tahun Islam sebagai Hari Santri Nasional. Atas perbuatannya, Fahri diminta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada semua santri di Indonesia.

Aburizal Gagal Naypres, "Putra Putri ARB" Pilih Dukung Jokowi-JK
PILPRES 2014 - Para duta pemuda dari kontes bentukan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang bernama Putra Putri ARB mengaku kecewa atas kegagalan Aburizal menjadi calon presiden. Ketua Paguyuban Putra Putri ARB 2014 Achmad Multazam Yamin mengatakan, apalagi Aburizal mengarahkan dukungannya kepada pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

"Pandangan dan arah politik yang berbeda inilah yang menjadi salah satu sebab kami berprinsip lain. Kami secara bersama-sama sepakat akan mendukung pasangan nomor urut dua, yaitu Joko Widodo dan Jusuf Kalla," ujar Achmad dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (1/7/2014).

Achmad mengatakan, selama masa karantina, peserta Putra Putri ARB diberikan pendidikan politik oleh tim pakar Aburizal yang bernama Epicentrum Kebangsaan. Beberapa dari mereka, kata Achmad, bahkan sempat mendeklarasikan dukungannya kepada Aburizal untuk menjadi capres.

"Kami mempunyai hak politik dan kebebasan berpendapat serta memilih. Ini juga menjadi satu langkah untuk meluruskan dan mengubah pemikiran masyarakat bahwa kami bukan ‘mainan politik' atau 'boneka politik'," ujarnya.

Dalam rilisnya, Achmad menuturkan, Putra Putri ARB mendukung Jokowi-JK karena kagum atas pemikiran, gagasan, dan rekam jejak pasangan tersebut. Menurut Achmad, itulah yang membuat mereka yakin Jokowi-JK layak untuk dipilih.

Demi memenangkan Jokowi-JK, imbuh Achmad, Putra Putri ARB melakukan beberapa bentuk kampanye kreatif. Misalnya, sebut Achmad, saat bulan Ramadhan mereka membuat beberapa acara, antara lain pembagian takjil, lomba orasi, foto "salam dua jari", dan pembagian stiker serta spanduk bertanda Putra Putri ARB dan Jokowi-JK.

"Menjadi Putra Putri ARB tidak harus memilih Pak ARB dan tidak harus ikut arah politik Pak ARB. Namun menjadi Putra Putri ARB harus bisa menjadi penggerak masyarakat, khususnya anak muda untuk berani memilih," pungkas Achmad.

Jokowi Capres Dengan Harta Paling Sedikit dan Minim
PILPRES 2014 - Capres Jokowi membacakan laporan harta kekayaan pribadi. Data tersebut telah diverifikasi oleh KPK pada tanggal 26 Juni 2014.

"Izinkan saya menyampaikan laporan harta kekayaan calon presiden periode 2014-2019. Dengan ini saya umumkan harta saya yang telah diklarifikasi KPK pada 26 Juni 2014," kata Jokowi di kantor KPU Jakarta, Selasa (1/6).

Berdasarkan data laporan harta kekayaan yang disampaikan kandidat di KPU, Jokowi mempunyai harta kekayaan palig sedikit. Hasilnya, jika diurutkan, total kekayaan Prabowo tercatat paling banyak, sementara Jokowi memiliki harta paling sedikit.

Jusuf Kalla menjadi yang terbanyak kedua setelah Prabowo, sementara Hatta Rajasa menempati urutan ketiga. Total harta Prabowo adalah sebesar Rp 1.670.392.580.402 (Rp 1,67 triliun) dan 7.503.134 dollar AS. Harta itu terdiri dari beberapa bidang tanah, alat transportasi, unit usaha, barang-barang antik, serta surat berharga dan beberapa jenis simpanan. Dari total hartanya itu, Prabowo hanya memiliki utang Rp 28.993.970.

Total harta Kalla menempati urutan kedua, yakni berjumlah Rp 465.630.155.057 (Rp 465 miliar) dan 1.058.564 dollar AS. Harta itu terdiri dari beberapa bidang tanah, alat transportasi, unit usaha, logam mulia, batu mulia, serta surat berharga dan beberapa jenis simpanan. Kalla hanya memiliki utang sebesar Rp 19.660.000.

Total harta Hatta Rajasa berada di urutan ketiga, yakni sebesar Rp 30.234.920.584 (Rp 30 miliar) dan 75.092 dollar AS. Total kekayaan Hatta itu terdiri dari 14 bidang tanah, logam mulia, batu mulia, barang antik, serta surat berharga dan beberapa jenis simpanan. Hatta memiliki utang Rp 157.901.040.

Posisi terakhir ditempati Jokowi, yang memiliki total harta Rp 29.892.946.012 (Rp 29 miliar) dan 27.633 dollar AS. Total harta itu terdiri dari beberapa bidang tanah, alat transportasi, unit usaha, logam mulia, barang antik, serta surat berharga dan beberapa jenis deposito. Jokowi memiliki utang sebesar Rp 1.936.939.782.

Logistik Pilpres untuk Kabupate Inhu Masih Kurang
FOKUS INHU - Waktu pemilihan presiden dan wakil presiden tinggal 12 hari lagi, namun kekurangan logistik Pilpres untuk Kabupaten Inhu belum juga dilengkapi KPU Riau. 
"Logistik yang kita terima masih kurang, seperti surat suara, model C, C1, lampiran C1, model C1 plano besar, C6 dan sampul II.S2 PPWP," sebut Ketua KPU Inhu M Amin, SE melalui Divisi Perencanaan Keuangan dan Logisik Frioyono, Jumat (27/6/2014) di kantor KPU Inhu. 
Dijelaskan Froyono, surat suara masih kurang sebanyak 739 lembar, Model C, C1 dan lampiran C1 belum satu pun yang diterima KPU Inhu. Model C1 plano besar yang juga belum diterima KPU. 
Model C6 dibutuhkan sebanyak 291.498 lembar, yang sudah diterima baru 289.478 lembar, sehingga masih kurang 2.020 lembar lagi. Untuk sampul II.S2 PPWP juga masih kurang sebanyak 150 lembar lagi. "Sedangkan untuk alat kelengkapan Pemilu yang lain sudah lengkap. 
Saat ini KPU sedang melakukan pengesetan jenis alat kelengkapan sesuai dengan kebutuhan TPS," sambungnya. Sehari Berbicara Pemilu Dalam upaya menekan angka golput, KPU Inhu menggelar sosialisasi secara serentak di 14 kecamatan di Inhu, Jumat (27/6/2014). 
"Sosialisasi ini bertajuk "Sehari Berbicara Pemilu". Hal ini guna menekan angka golput," ujar Ketua KPU Inhu M Amin, SE melalui Ir Hendri A Saleh, Ketua Divisi Hukum dan Teknik KPU kepada wartawan di Pematang Reba. 
Selain itu KPU juga menggelar tallk show di Radio Swai FM. "Melalui sosialisasi ini, diharapkan bisa mengangkat partisipasi masyarakat dalam menentukan pilihan pada pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli 2014 mendatang. Karena pada pemilihan legislatif yang lalu, partisipasi pemilih di Inhu hanya 66,1 persen," sebutnya.

13 Hari Yang Menentukan Head To Head Prabowo-Hatta vs Jokowi-JK
 
PILPRES 2014 - Tiga belas hari menjelang pemilu presiden 9 Juli 2014, total pemilih yang “GALAU” masih 32.2%. Istilah galau mengacu kepada jumlah pemilih yang belum menentukan pilihannya, ditambah dengan pemilih Jokowi-Jusuf Kalla yang masih ragu dan pemilih Prabowo-Hatta yang juga masih ragu. Sementara selisih kemenangan dua calon presiden itu hanya 6.3% saja. Siapa yang menang dan kalah dalam pemilu presiden adalah pasangan yang paling berhasil memenangkan hati dan pikiran 32.2% pemilih galau ini.

Demikianlah salah satu analisis riset Lingkaran Survei Indonesia. Survei dilakukan di awal Juni 1-9, 2014. Metode penelitian dijalankan secara standard dengan teknis multistage random sampling. Total responden sebanyak 2400 pemilih di 33 propinsi. Responden diwawancari tatap muka. Margin of error plus minus 2%. Survei ini juga dilengkapi riset kualitatif melalui FGD, depth interview dan media analisis.

Dari hasil survei ini, Jokowi dipilih oleh 45% responden. Namun sebanyak 8.1 % dari 45% itu yang masih ragu, dan masih mungkin berubah pandangan. Sementara Prabowo didukung oleh 38.7% publik. Namun sebesar 7.8% dari 38.7% itu juga dihinggapi ragu dan masih mungkin “pindah ke lain hati.” Sedangkan massa mengambang sebesar 16.3%. Dalam momen 13 hari ini mereka akan mengambil sikap

Jika pemilih dipilah ke dalam aneka segmen masyarakat, Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta saling mengalahkan. Pasangan Jokowi menang di pemilih perempuan ( 48.10% versus 33.8%). Sementara pasangan prabowo menang di pemilih pria (43.20% versus 42.70%)). Jokowi menang di pemilih dengan tingkat pendidikan menengah dan rendah ( 45-48% versus 34-42%). Prabowo menang di pendidikan tinggi (43.70% vs 38.10%). Jokowi menang di komunitas NU (46.20% versus 40.20%). Prabowo menang di komunitas Muhammadiyah (48.60% vs 42.90%).

Prabowo mengimbangi Jokowi dalam pemilih muslim (40.90% versus 43.30%). Namun untuk non-muslim, pemilih lebih banyak di Jokowi (67.60% versus 15.50%). Jokowi juga masih menang di pemilih Jawa (47.60% versus 35.20%). Namun Prabowo menang di pemilih Sunda (51.60% versus 40.90%). Kini Prabowo menang di propinsi Jabar (51.20% vs 42.60%). Tapi Jokowi menang di 6 propinsi besar lainnya: Banten, DKI, jatim, Jateng, Sumut dan Sulsel, dengan selisih sekitar 5%-10%.

Jokowi dianggap lebih peduli dengan rakyat ( 84.6% versus 64.2%) dan lebih jujur (76.5% versus 61.3%). Namun Prabowo dianggap pemilih lebih pintar (85.2% versus 81.1%) dan lebih tegas (78% versus 69.7%).

Dalam dua bulan terakhir, pendukung Jokowi banyak yang lari dari kandangnya. JUmlah dukungan Jokowi menurun mencolok di kantong besar suara: di komunitas NU, berpendidikan tinggi, beragama Islam, pemilih lelaki, propinsi Jawa Barat. Prosentase pemilih Jokowi yang “pindah ke lain hati” sebesar sekitar 5_10 persen. Di komunitas itu, Prabowo mengalami kenaikan sekitar 5-10% juga.

Bagaimana akhir pertarungan dua pasang capres yang semakin ketat ini? Kedua pasangan masih mungkin saling mengalahkan. Jokowi akan tetap menang jika ia bisa mengambi kembali pendukungnya yang “pindah ke lain hati,” pindah ke Prabowo. 
 
Sebaliknya Prabowo akan menyalip Jokowi jika ia bisa menaikkan dukungannya sekitar 5-15 persen lagi segmen pemilih besar yang kini ia masih kalah: segmen perempuan, wong cilik, komunitas NU, pemilih berpendidikan rendah, pemilih muslim, dan pemilih di propinsi Jawa Timur. 
 
Tiga belas hari menuju 9 Jui 2014, kedua pasangan capres-cawapres harus menyiapkan pendukungnya untuk menerima baik kemenangan ataupun kekalahan. Dengan membaca trend petumbuhan dukungan capres dan cawapres, selisih kemenangan pada 9 Juli 2014 potensil hanya kecil saja,. 
 
Sangat mungkin selisih kemenangan itu hanya di bawah 5%, siapapun pemenangnya. Jika Jokowi tetap menang, atau jika ia dilewati Prabowo, selisih dukungan capres-cawapres potensial dibawah 5% saja, antara 51-53% versus 47-49%%.


PEMILU 2014 - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Inhu bersama seluruh penyelenggara Pemilu akan turun ke jalan untuk mensosialisasikan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara serentak, Jumat (27/6) mulai pukul 09.00 hingga 10.00 Wib pada 14 kecamatan di Kabupaten Inhu.

Bahkan hingga hari pemungutan suara, tanggal 9 Juli 2014, KPU Inhu akan terus menggencarkan sosialisasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden sehingga partisipasi pemilih untuk menggunakan hak suaranya di Kabupaten Inhu meningkat dari Pemilu sebelumnya.

“Sosialisasi dengan cara turun ke jalan ini akan kita laksanakan serentak di seluruh wilayah Inhu Jumat (hari ini). Sosialisasi ini akan melibatkan seluruh penyelenggara Pemilu termasuk camat di wilayahnya masing-masing. Khusus untuk komisioner KPU Inhu, akan turun langsung di Kecamatan Rengat dan Rengat Barat,” ujar Ketua KPU Inhu, Muhammad Amin, Kamis (26/6).

Dijelaskan Amin, lokasi yang akan dijadikan tempat sosialisasi dengan cara turun langsung ke jalan tersebut adalah titik-titik yang menjadi pusat keramaian masyarakat. Pada saat sosialisasi, KPU Inhu dan seluruh penyelenggara Pemilu akan membagikan jadwal imsakiyah yang juga memuat sosialisasi pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Selain sosialisasi dengan cara turun langsung ke jalan, KPU Inhu juga sudah menjalin komunikasi dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Inhu agar pada saat pelaksanaan Shalat Jumat, khatib dapat menyampaikan pesan agar masyarakat dapat menggunakan hak pilih pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014.

Bahkan berdasarkan komunikasi dengan Kantor Kemenang Inhu, selama pelaksanaan Safari Ramadhan hingga menjelang hari pemungutan suara, akan ada pesan sosialisasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang akan disampaikan oleh penceramah di seluruh masjid dan mushalla di wilayah Kabupaten Inhu.

“Kita berharap dengan gencarnya sosialisasi yang kita lakukan ini, partisipasi pemilih pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden meningkat dibanding pemilu sebelumnya,” ungkap Amin.

Ratusan Warga Mendemo Kantor KPU Inhu

PILPRES 2014 - INHUMETRO.com :Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Inhu, Kamis (19/6). Unjuk rasa ini dipicu sengketa hasil penghitungan suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di tingkat kabupaten.

Bahkan pada aksi unjuk rasa tersebut warga nyaris melakukan tindakan anarkis dengan merusak kantor KPU Inhu. Beruntung personil dari Polres Inhu sigap melakukan antisipasi sehingga aksi unjuk rasa dapat berlangsung aman tanpa ada yang dirugikan.

Hal itu merupakan bagian dari simulasi pengamanan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang digelar Polres Inhu, Kamis (19/6) di depan Kantor Camat Rengat. Simulasi ini sempat mengundang perhatian warga yang menyangka telah terjadi aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Rengat.

“Apabila terjadi kerusuhan atau aksi unjuk rasa pada tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, dari awal sudah kita siapkan pola pengamanannya, seperti yang diperagakan pada simulasi ini,” ujar Kapolres Inhu, AKBP Aris Prasetyo Indaryanto disela-sela kegiatan simulasi.

Ditegaskan Kapolres, pihaknya telah siap melaksanakan pengamanan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014. Bahkan Polres Inhu sudah mempersiapkan dua pertiga kekuatannya ditambah 30 personil dari Brimob Polda Riau.

Tidak itu saja, pada hari pelaksanaan pemilihan, 9 Juli 2014 mendatang, Polres Inhu akan mendapat tambahan pengamanan dari Polda Riau sebanyak 61 personil. “Penambahan sebanyak 61 personil dari Polda Riau baru akan tiba sekitar H – 3 pelaksanaan Pemilu Presiden,” ungkapnya.

Berkaitan dengan pengamanan TPS, pihaknya telah menyiapkan tiga pola pengamanan. Diantaranya, pola aman, pola rawan I dan pola rawan 2. Untuk pola aman, Polres Inhu telah menyiapkan sebanyak 2 polisi dibantu 10 orang Linmas untuk lima TPS.

Kemudian untuk pola rawan I, disiapakan sebanyak 2 polisi dibantu 4 Linmas untuk 2 TPS dan pola rawan II disiapkan 2 polisi dibantu Linmas 2 orang untuk 1 TPS. “Pola aman itu pada umumnya berada dalam kota dan sebagian dikecamatan. Untuk rawan I berada di daerah perbatasan atau sulit dijangkau dan rawan II khusus untuk Rutan dan Rumah Sakit,” sebutnya.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 dan bersama-sama menjaga keamanan, termasuk terhadap rumah yang ditinggal saat hari pencoblosan. “Siapapun yang terpilih, itu lah Presiden kita dan masyarakat harus mendukungnya,” harapnya.

Bupati Inhu Ajukan Izin Cuti Kampanye untuk Prabowo-Hatta

FOKUS INHU - INHUMETRO.com : Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto, mengajukan izin cuti kepada Gubernur Riau (Gubri), karena akan menjadi juru kampanye untuk pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta. 

"Bupati selaku Ketua DPD Golkar Inhu sudah mengajukan izin cuti kampanye untuk pemenangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta pada pilpres tahun ini, namun masih dalam proses di Badan Kepegawaian Daerah (BKD)," kata Sekdakab Inhu Raja Erisman seperti dikutip dari goriau.com

Walau izin tersebut nanti tidak keluar, kata Erisman, Bupati atas nama Ketua DPD II Golkar di hari libur tentu akan mengambil kesempatan untuk berkampanye menyukseskan pemenangan Prabowo-Hatta. 

Ketika ditanya, apakah Sekda juga akan mengajukan izin cuti kepada Bupati Inhu terkait kampanye pilpres, Erisman mengaatkan, dirinya tidak mengajukan izin cuti. "Saya kan pegawai, mana boleh berpolitik," sebut Sekda. 

Sementara itu, Wakil Bupati Inhu H Harman Harmaini belum mengajukan izin cuti. "Saya belum ada mengajukan izin cuti kampanye pilpres, namun demikian selaku alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, saya tentu mengikuti arahan ketua alumni, yaitu Prof Mahfud MD.

“Mana yang Duluan, Kartu Sehat atau BPJS ?”

PILPRES 2014 - INHUMETRO.com Ekonom dari Megawati Institute, Imam Sugema menyatakan Kartu Jakarta Sehat sudah lebih dahulu diimplementasikan ketimbang BPJS Kesehatan.  Karena itu, dia menolak jika Kartu Indonesia Sehat, sebagai perluasan dari Kartu Jakarta Sehat, dinilai mencontek program BPJS Kesehatan.

“Jadi, bukan kita mencontek BPJS Kesehatan. Emang yang duluan punya ide itu siapa?” katanya, saat dihubungi wartawan, Senin (16/6/2014).

Imam pun merasa aneh jika ada pihak yang menyebut apa yang dilakukan calon Presiden No.2 Joko Widodo sebagai sebuah pencitraan. “Kok pencitraan. Jadi begini saja deh, mana yang duluan, Kartu Jakarta Sehat atau BPJS Kesehatan?” ujarnya.

Imam, menegaskan, Jokowi menjadikan Kartu Jakarta Sehat sebagai model untuk diaplikasikan secara nasional, berjuluk Kartu Indonesia Sehat. Dia juga bilang, ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi segera membuat dan mengimplementasikan Kartu Jakarta Sehat, dibarengi dengan Kartu Jakarta Pintar.

“Jadi sudah ada dan sudah dilaksanakan sebelum BPJS Kesehatan. Jadi, apa salahnya yang sudah dilakukan itu, kalau relatif bagus dilaksanakan secara nasional,” katanya lagi.

Sebelumnya, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Nurul Arifin, melontarkan kritik untuk calon presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penampilannya dalam debat capres yang berlangsung pada Minggu (15/6/2014) malam.

Menurut Nurul, sepanjang debat, Jokowi hanya sibuk pencitraan dan mengusung program yang tak jelas. Nurul menjelaskan, selain sibuk dengan pencitraan, Jokowi juga membohongi publik dengan mengusung program Kartu Indonesia Sehat. Pasalnya, program unggulan Jokowi itu telah dijamin dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Kartu sehat itu kebohongan besar Jokowi karena sudah jadi dalam bentuk BPJS. Kok tega-teganya membajak karya parlemen dan pemerintah?" kata Nurul pada Minggu malam.

Anggota Komisi II DPR itu menegaskan, negara saat ini telah menanggung biaya kesehatan rakyat miskin. Dengan begitu, ia menganggap program Kartu Indonesia Sehat yang dibanggakan Jokowi menjadi tak relevan.

Kartu Jakarta Sehat diluncurkan di Jakarta pada 10 November 2012. Sementara itu, meski telah diamanatkan dalam Undang-undang No.24 tahun 2011 tentang BPJS, namun pelaksanaan BPJS Kesehatan baru dimulai pada 1 Januari 2014 seperti dikutip dari Kompas.com.

Sudah Kuasai Isu Ekonomi, Prabowo Siap Hadapi Debat Capres Kedua

PILPRES 2014 - Inhumetro.com : Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Tantowi Yahya, mengatakan, Prabowo dalam kondisi siap menghadapi panggung debat yang diadakan Komisi Pemilihan Umum. Debat kedua tersebut akan dilaksanakan pada Minggu (15/6/2014) dengan menampilkan masing-masing capres saja.

"Pastinya Pak Prabowo selalu siap. Persiapan dilakukan sambil jalan ya. Tim-tim kami sudah melaporkan ke Pak Prabowo tentang apa saja hal-hal yang perlu diperbaiki dari debat capres perdana kemarin," kata Tantowi di Jakarta, Jumat (13/6/2014).

Debat capres yang akan disiarkan Metro TV dan Bloomberg TVsecara langsung menggunakan tema "Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial" ini, kata Tantowi, sudah dikuasai oleh Prabowo.

Ia melihat Prabowo juga sudah menerima masukan-masukan terhadap evaluasi penampilan saat debat capres-cawapres perdana lalu.

Meski menyebut sudah menguasai isu ekonomi, Tantowi mengungkap tidak ada strategi khusus yang dipersiapkan timnya untuk menghadapi capres nomor urut dua, Joko Widodo. Tantowi sejauh ini mengaku puas dengan penampilan perdana Prabowo pada debat perdana yang digelar di Balai Sarbini, Senin (9/6/2014) lalu.

"Bagaimana hasilnya nanti biarlah masyarakat banyak yang menilai," kata politisi dari Partai Golkar ini.
Powered by Blogger.