Bupati Indragiri Hulu H Yopi Arianto, SE, berharap, Badan Pengawas Desa (BPD) sebagai salah satu ujung tombak pengawas pembangunan Desa tidak sungkan-sungkan mengkritik kinerja Kepala Desa (Kades).   Sedangkan kepada para Kades, Bupati Yopi kembali berpesan untuk tidak merasa takut atau alergi dikala mereka mendapat kritikan dan saran jikalau kritik itu bersifat membangun.   Pesan dan harapan tersebut dikemukanan Bupati Inhu Yopi H Yopi Arianto, SE, pada saat pelantikan dan pengangkatan sumpah para BPD se Kecamatan Rengat Barat di Desa Redang Kecamatan Rengat Barat, Sabtu (9/8) akhir pekan.   Pada kesempatan tersebut turut hadir Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD), para  Kadis, Kabag, Camat Rengat Barat, Kepala Desa dan Lurah se Kecamatan Rengat Barat, Pengurus dan Ketua BPD, Tokoh Masyarakat, tokoh Agama, tokoh Wanita, Mahasiwa KKN UNRI,  dan ribuan Warga komunitas Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri.  'Karena BPD ini adalah ujung tombak dalam mengkritik kinerja Pemerintah Desa, maka hendaklah berikan kritikan yang membangun,' saran Bupati.  'Karena kritik itu konstruktif maka hendaknya pula para Kepala Desa jangan takut dan jangan alergy jika di kritik oleh BPD,' sambungnya.   Sebagai salah satu aflikasi dari program Open Government Indonesia (OGI) dan Indragiri Hulu menjadi salah satu contoh program pelaksanan  dialog dan komunikasi dua arah di antara masyarakat dan Pemerintah sehingga terciptanya komunikasi yang positif dan menghadirkan transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, dan inovasi, maka sudah sepatutnya para Kades mengajak anggota BPD melaksanakan musawarah dalam meyelesaikan setiap masalah yang ada di setiap desa sehingga tetap fokus untuk pembangunan desa yang lebih baik lagi.   Dan untuk menunjang kelancaran tufoksi para BPD tersebut Pemerintah sudah mempersiapkan insentif khusus untuk anggota BPD termasuk bantuan untuk pembangunan tempat-tempat ibadah, bantuan untuk anak yatim hingga  para janda-janda, rinci Bupati.   Sebelumnya Camat Rengat Barat Nurdjanah, SP mengatakan, masyarakat yang sudah terpilih menjadi anggota BPD supaya dapat  melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan honor, SK yang mereka terima terhitung dari Januari 2014.   Sementara Tokoh Masyarakat Desa Redang Hasbi mengungkapkan, pembangunan di Desa Redang sudah bagus terutama untuk penerangan listrik yang dulunya hanya 40% dan sekarang sudah 100%.  Namun sayangnya, PLN di Indragiri Hulu masih  sering mati lampu tanpa pemberitahuan. Sindirnya.   Pengucapan sumpah anggota BPD  di ikuti 14 Desa se Kecamatan Rengat Barat. Yakni dari Desa Redang 5 orang, Air Jernih 5 orang, Danau Tiga 5 orang, Tanah Datar 7 orang, Sungai Dawu 5 orang, Sialang Dua Dahan 5 orang, Danau Baru 5 orang, Alang Kepayang 5 orang, Barangan 5 oarang, Talang Jerinjing 11 orang, Pematang Jaya 11 orang, Pekan Heran 9 orang, Rantau Bakung 5 orang dan Kota Lama 9 orang.
 
Sedikitnya 70 orang tim Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diterjunkan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) untuk memadamkan api di lahan perkebunan kelapa sawit PT Alam Sari Lestari (ASL) dan PT Jerinjing Permai di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, kewalahan saat memadamkan api. 
 
Beruntung satu Helikopter yang diduga milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut memadamkan api dengan menurunkan hujan buatan disekitar lokasi kebakaran. namun karena lokasi kebakaran berada pada gambut tebal, api sulit dikendalikan. Diduga kebakaran sudah terjadi sejak Sabtu (9/8/2014) kemaren, namun pemadaman baru dilakukan Minggu (10/8/2014). 
 
 Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, hingga saat ini Minggu (10/8/2014) malam, tim masih berada dilokasi hingga pukul 21.00 Wib. Api yang menyala sudah padam, namun belum bisa dipastikan padam secara tuntas, karena lahan yang terbakar gambut tebal. 
 
"Kalau dilahan gambut seperti ini, dari luar api terlihat telah padam, namun dibagian dalam bisa jadi masih ada yang nyala. Untuk memadamkan api tim Karhutla yang terdiri dari Dandim 0203, Polres, Damkar dan Kesbangpol PBD serta Satgas menggunakan 8 unit mesin pompa," sebut salah seorang tim. 
 
Pantauan dilokasi kebakaran, tidak ada lagi api yang menyala dilokasi kebakaran, melainkan asap tebal masih mengepul. Diperkirakan 30 hektar kebun kelapa sawit milik dua perusahaan itu hangus terbakar.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.