Showing posts with label Daerah. Show all posts

Limbah Jebol, Aktifitas PKS PT. SSR Terancam Dihentikan
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Selasa (5/8) turun lapangan ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Swakarsa Sawit Raya (SSR). Pasalnya, beberapa waktu lalu tanggul limbah milik perusahaan tersebut jebol.

"Turun lapangan ini dilakukan sebagai verifikasi lapangan untuk mengetahui kendala-kendala dan progres yang telah dicapai," ujar Kepala BLH Inhu M Bayu, Selasa (5/8).

Menurutnya, turun lapangan kali ini juga sebagai tindak lanjut terhadap turun lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli lalu. Bahkan saat itu, sesuai dengan Berita Acara (BA) turun lapangan, pihak perusahaan meminta waktu perbaikan tanggul limbah yang jebol selama 3 bulan.

"Dugaan tanggul jebol itu masih sebatas rembesan di kolam cadangan yang mengalir ke saluran dan kebun perusahaan," sambungnya.

Namun demikian jika dalam waktu 3 bulan tidak dapat dipenuhi, akan diberikan sanksi administrasi berupa teguran tertulis. Bahkan jika tetap diabaikan secara bertahap akan ada sanksi paksaan dari pemerintah berupa pembekuan izin lingkungan hingga pencabutan izin lingkungan.

"Sanksi administratif yang paling berat adalah pencabutan izin lingkungan dan jika ini dilakukan artinya sama saja memberhentikan operasional perusahaan," terangnya.

Proyek Cetak Sawah Desa Pulau Sengkilo Tak Mencapai Target
Proyek Cetak Sawah di pulau Diut Desa pulau Sengkilo kecamatan kelayang senilai RP 186 juta menyisakan 7 hektar dari target seluas 25 hektar. Proyek yang didanai APBN 2013 tersebut diduga telah disunat oleh pengurusnya.

Dari hasil intivigasi LSM Peta beberapa waktu lalu, di lapangan ditemukan bahwa cetak sawah tersebut masih menyisakan 7 hektar lagi dari 25 hektar yang harus diselesaikan. Sedangkan dananya sudah 100% dibayarkan kepada kelompok tani sejatrah

Akfitis LSM Peta Eri membenarkan hal ini, setelah dilakukan pengukuran cetak sawah tersebut masih kurang 7 hektar lagi, "Dalam kontrak yang diterima cetak sawah tersebut seluas 25 H, namun di lapangan hanya 18 hektar. Biaya cetak sawah Rp7.440.000/hektar, berarti sekitar 52 juta uang negara yang ditilap," paparnya.

Sebelumnya, sambung Eri, beredar kabar sebelum proyek cetak sawah dikerjakan ada beberapa pejabat yang terima uang pelicin dari ketua kelompok sebesar Rp36 juta.

Manager CV Tabah Hati, Aruji saat dikonfirmasi via selulernya mengakui bahwa proyek cetak sawah di Pulau Diut Desa pulau Sengkilo tersebut adalah pekerjaannya.

"Pekerjaan tersebut sudah 4 bulan yang lalu, dan sudah finising, malah sudah di SPJ-kan. Bila cetak sawah sudah menjadi semak belukar lagi, atau kurang itu bukan menjadi tanggung jawab saya lagi selaku kontraktor," sebutnya.

"Saya tidak tahu kalau cetak sawah tersebut kurang 7 H lagi, karena saat melakukan pengukuran oleh konsultan jumlahnya cukup 25 hektar singkatnya

Sementara BP3KP Kelayang, Edison, dan Ketua kelompok tani Sejahtera, Suhaeri saat dihubungi via selulernya tidak ada jawaban.

5 Ruas Jalan di Pematang Reba Akhirnya Diaspal
FOKUS INHU - Harapan masyarakat Pematang Reba, Indragiri Hulu, agar semua jalan dalam kota diaspal, akhirnya terwujud. 
 
Lima ruas jalan dalam kota yang ada di seputaran Kelurahan Pematang Reba sudah mulai dikerjakan pengaspalannya. Kelima ruas jalan tersebut adalah ruas jalan lingkar Kantor Bupati, Jalan Batu Canai, Jalan Keluarga, jalan Simpang Bundaran Patin-Pekan Heran dan Jalan MT Haryono. 
 
Pantauan dilapangan Jumat (4/7/2014), dua dari lima ruas jalan tersebut telah selesai diaspal, yaitu Jalan Keluarga dan jalan lingkar Kantor Bupati. Sedangkan tiga ruas jalan lainnya sedang dilakukan penimbunan base dan sekrap oleh PT Tripa Abadi. 
 
Pengaspalan ruas jalan tersebut sempat gagal sejak tiga tahun lalu. Tahun 2011 hingga 2013 sudah tiga kontraktor pelaksana yang gagal menyelesaikan pengerjaan jalan-jalan tersebut. Terakhir, tahun 2013 dikerjakan CV Spirit Putra Utama selaku perusahaan pemenang tender dengan didukung PT Inti Indocomp.

Wabup Inhu Rapat FKPD bersama Wagubri
FOKUS INHU - Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) H Harman Harmaini menghadiri rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Jumat (4/7/2014). 
 
Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Riau Arsya Juliandi Rahman itu bertempat di ruang Melati lantai 3 kantor Gubernur Riau, Jumat (4/7/2014). Rapat FKPD ini bertujuan untuk mewujudkan ketenteraman dan ketertiban masyarakat dalam rangka optimalisasi pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014 dan Idul Fitri 1435 H. 
 
Rapat tersebut juga dihadiri Ketua KPU Provinsi Riau, Kapolda Riau, Danrem, Ketua DPRD se-Riau dan pejabat lainnya. Selain Wakil Bupati Inhu, dari Inhu juga hadir Asisten Administrasi Pemerintahan Umum H Agusrianto, Ketua DPRD Ahmad Arif Ramli, Dandim Letkol A Panjaitan, Kapolres AKBP Aris Prasetya Indaryanto, Ketua KPU M Amin, Kaban Kesbang Adri Bahar, Kadisperindagpas Hasmandayat dan Kadis Hubkominfo Erfandi. 
 
Dalam rapat tersebut Wagubri berharap seluruh komponen masyarakat menyukseskan serta menciptakan kondisi yang aman dan damai, sehingga tercipta suasana yang kondusif dalam pelaksanaan Pilpres pada 9 Juli 2014 nanti.
 
Wakil Bupati Inhu H Harman Harmaini ketika dihubungi seusai rapat menyebutkan, pihaknya siap melaksanakan apa yang diharapkan Wagubri dalam rapat.

AWPI Sikapi Isu Wartawan Meminta Proyek
FOKUS INHU - Wakil Koordinator Wilayah (Korwil) Wilayah I Sumatera Bagian Utara (SBU) Aliansi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Hendriansyah menyikapi terkait adanya isu yang beredar tentang adanya wartawan yang meminta - minta proyek.

Hal ini tidak dibenarkan karena tugas pokok wartawan adalah selaku kontrol sosial terhadap pelaksanaan pembangunan disuatu daerah, katanya.

Bukan hanya wartawan saja yang tidak boleh main proyek, PNS, Polisi, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, serta masih banyak yang lainnya,apalagi Kepala Dinas, katanya lagi.

Kepala Dinas (Kadis) itu adalah pemilik pekerjaan di Satuan Kerja (Satker) yang dipimpinnya, dan harus memberikan pekerjaan tersebut kepada pihak ketiga sesuai dengan aturan yang berlaku, ujarnya.

Sedangkan wartawan sesuai dengan Instruksi Dewan Pers tidak dibenarkan menerima sumbangan dalam bentuk apapun, apalagi Mobil Dinas, sepeda motor dinas, serta pasilitas lainnya yang bersumber dari uang negara, jelasnya.

"Jadi tentu akan jadi pertanyaan bagi masyarakat jika seorang oknum wartawan menerima fasilitas negara, seperti Kendaraan maupun perumahan, tentu saja independensi wartawan tersebut perlu dipertanyakan", tegasnya.

Untuk itu kita berharap kepada seluruh pihak untuk dapat bekerja sesuai tupoksi masing-masing, bukan hanya terhadap wartawan saja termasuk pada pihak lainnya, pungkasnya.

Belasan Napi Rutan Rengat Ikut Pelatihan Menjahit
FOKUS INHU - Sebanyak 15 orang warga binaan pemasyarakatan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Rengat Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, mengikuti pelatihan menjahit yang diadakan Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi setempat.

"Pelatihan kursus menjahit ini terlaksana karena ada kerja sama antara pihak Rutan dengan Dinsosnakertrans setempat, yang diharapkan akan mampu memberikan ilmu buat warga di masa yang akan datang sebagai bekal kehidupan," kata Kepala Rutan Kelas II B Rengat Gumilar Budi Rahayu di Rengat, seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/7).

Gumilar mengatakan, kegiatan selama 60 hari itu, bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Rutan Rengat. Selama waktu itu, katanya, dinilai sudah mampu memberikan ilmu dan keterampilan menjahit kepada warga rutan untuk bekal penghidupan mereka di masarakat.

Program pendidikan keterampilan itu, katanya, sudah menjadi program khusus untuk memberikan tambahan pengalaman dan praktik para penghuni rutan setempat. Setelah keluar dari rutan, katanya, mereka memiliki kemampuan berusaha melalui keterampilannya itu.

"Saya melihat begitu besar antusiasme sejumlah peserta, setiap hari dengan tekun peserta mengikuti dengan bimbingan tenaga ahli di bidang menjahit tersebut," kata Gumilar, sembari menambahkan bahwa kursus menjahit itu, salah satu bentuk pembinaan di Rutan terhadap WBP.

Jika mereka sudah mahir, hal itu tentunya menjadi modal mereka menjalani kehidupan sehari-hari, setelah bebas dari masa hukumannya mendatang. "Kami berharap semua peserta benar-benar tekun dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti kursus singkat ini, semua yang diberikan oleh pembimbing dapat dicerna dengan baik," kata Gumilar.

Kerja sama pelatihan berupa kursus menjahit itu, baru pertama kali dilaksanakan di Rutan Rengat. Gumilar mengatakan jika program itu sukses, pada masa mendatang direncanakan menjadi kegiatan rutin dengan peserta yang lebih banyak.

"Sehingga warga Rutan benar-benar memiliki kemampuan menjahit sehingga setelah selesai siap untuk membuka usaha," ujar Gumilar.

Jelang Arus Mudik Polres Inhu Petakan Daerah Rawan Laka dan Bencana
FOKUS INHU - Kepolisian Resort Indragiri Hulu (Polres Inhu) telah memetakan sejumlah daerah rawan laka dan rawan bencana menjelang arus mudik tahun 2014. Selain itu, Polres Inhu juga sudah memetakan sejumlah jalan rusak dan jalan yang tengah dilakukan pembangunan betonisasi.

“Melalui pemetaan ini diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2014 dapat berjalan lancar. Bahkan sejumlah daerah rawan laka dan rawan bencana tersebut sudah dipasang spanduk himbauan agar pengendara berhati-hati,” ujar Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto Sik Msi melalui Kasat Lantas AKP Ari Setyawan Wibowo SH Sik, Rabu (2/7).

Dijelaskannya, sejumlah daerah rawan laka di Jalan Lintas Timur diantaranya berada di KM 199 Desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat, KM 267 Desa Balam Jaya Kecamatan Batang Gansal, KM 208-215 Dusun Berafit Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida dan Jalan Perusahaan PT KAT Desa Kelesa Kecamatan Seberida. Sedangkan di Jalan Lintas Tengah terdapat daerah rawan laka yang berada di KM 279 Desa Jati Rejo Kecamatan Pasir Penyu.

Kemudian terdapat daerah rawan bencana banjir di Jalan Lintas Timur KM 259 Desa Sei Akar Kecamatan Batang Gansal dan daerah rawan longsor di Jalan Raya Pekanbaru - Tembilahan KM 229 Desa Kuala Cenaku Kabupaten Inhu.

Selain itu, di Jalan Lintas Timur, saat ini terdapat tiga titik yang sedang dilakukan pekerjaan betonosasi sehingga pengaturan arus lalu lintas dilakukan dengan sistem buka tutup. Tiga titik itu masing-masing berada di Desa Kelesa Kecamatan Seberida KM 236 sampai KM 238, di Desa Ringin Kecamatan Batang Gansal KM 241 sampai KM 243 dan Desa Lirik Area dan Desa Sidomulyo Kecamatan Lirik KM 173 sampai 178.

Sementara untuk jalan rusak di Jalan Lintas Tengah terdapat di Desa Binio KM 247 dan Desa Bongkal Malang dan KM 250 sama-sama di Kecamatan Kelayang. Selanjutnya, di Kecamatan Peranap terdapat di Kelurahan Peranap KM 237, KM 239 Desa Semelinang Darat dan KM 241 Desa Semelinang Tebing.

Kondisi itu juga, sebagian besar penyebab terjadinya kecelakan berlalu lintas. Bahkan pada Januari hingga Juni terdapat 28 orang meninggal dunia, 30 orang luka berat dan 54 orang mengalami luka ringan. “Selain faktor kelalaian, sebagian besar penyebab kecelakaan itu disebabkan kondisi alam,” ungkapnya.

Untuk itu pada pelaksanaan operasi ketupat mendatang telah direncanakan sebanyak tiga titik pos pelayanan. Tiga titik pos pam arus mudik itu diantaranya berada di Simpang Tiga Japura Kecamatan Lirik, KM 211 Kelurahan Pengkalan Kasai Kecamatan Seberida dan KM 235 Kelurahan Pengkalan Kasai Kecamatan Seberida. “Untuk pekerjaan jalan, telah disepakati pada H – 20 sudah dihentikan,” terangnya.

PLN Akui Satu Unit Mesin PLTMG Tanah Merah Rusak
FOKUS INHU - Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tanah Merah, Kecamatan Pasir Penyu membenarkan satu unit mesin milik mereka mengalami kerusakan sejak beberapa waktu lalu. Akibat kondisi tersebut, PLTMG Tanah Merah hanya mampu memproduksi daya listrik 18 MW dari total 20 MW yang disepakati dalam perjanjian dengan PLN.

Meski demikian, PLTMG Tanah Merah menolak jika pemadaman listrik bergilir yang saat ini terjadi di Kabupaten Inhu seratus persen akibat kerusakan mesin di PLTMG Tanah Merah. Sebab ada beberapa pembangkit lain yang menopang kebutuhan listrik di Kabupaten Inhu dan sekitarnya.

“Kalau sampai saat ini masih terjadi pemadaman bergilir di Kabupaten Inhu, hal itu tidak seratus persen salah kami. Karena ada pembangkit lain di Inhu, meskipun yang terbesar adalah PLTMG,” ujar Manajer PLTMG, Adi Candra, Senin (30/6).

Dijelaskannya, satu unit mesin yang rusak tersebut mengalami gangguan pada komponen breakernya. Pihak PLTMG saat ini tengah berupaya mendatangkan konsultan dari Jakarta untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mesin. Sebab sudah beberapa kali diperbaiki, mesin kembali mengalami kerusakan. “Makanya kita mau agar penyebab kerusakan dapat diketahui secara lebih pasti,” ungkapnya.

Adi Candra menambahkan, sebenarnya PLTMG Tanah Merah berharap sebelum bulan Ramadhan, perbaikan satu unit mesin tersebut sudah tuntas dilakukan. Sehingga selama puasa, daya yang diproduksi dari PLTMG mencapai 20 MW. Ternyata mesin kembali mengalami kerusakan setelah diperbaiki sehingga butuh waktu yang cukup panjang untuk perbaikannya.

“Yang jelas kita berupaya sesegera mungkin agar perbaikan ini dapat segera dilakukan, kalau bisa sebelum pelaksanaan lebaran Idul Fitri selesai. Sebab bagaimanapun kami dari PLTMG tetap rugi jika ada mesin yang tidak bisa beroperasi,” ungkapnya.

Seperti diketahui PLN Area Rengat memastikan bahwa pemadaman listrik bergilir selama bulan suci Ramadhan untuk wilayah Kabupaten Inhu dan sekitarnya tetap akan dilakukan. Pasalnya, sampai saat ini PLN Area Rengat masih mengalami defisit daya hingga 7 MW. Bahkan PLN Area Rengat belum bisa menjamin kapan pemadaman listrik bergilir tersebut berakhir.

“Kami masih sangat bergantung pada mesin sewa terutama yang ada di PLTMG Tanah Merah. Selain itu, kami dari PLN Area Rengat hanya bisa minta dan terus berkoordinasi dengan PLN wilayah Riau dan Kepri sehingga pemadaman listrik bisa kita selesaikan cepat,” ujar Manajer PLN Area Rengat, Armunanto.

Dijelaskan Armunanto, dalam kondisi seluruh mesin pada pembangkit yang ada dapat beroperasi, PLN Area Rengat tetap mengalami defisit 3,4 hingga 4 MW. Sementara sampai saat ini, satu unit mesin di PLTMG Tanah Merah masih mengalami kerusakan dan belum dapat dioperasikan, sehingga total defisit yang terjadi mencapai sekitar 7 MW.

Selain itu, satu unit mesin sewa yang didatangkan dari Semarang saat ini juga sudah berada di PLTD Kota Lama. Hanya saja mesin tersebut belum dapat dioperasikan karena masih dalam proses setting oleh teknisi. Sedangkan satu unit lagi masih menunggu kedatang dari Surabaya ke PLTD Kota Lama.

Tapal Batas Inhu, Pelalawan dan Kuansing Masih dalam Pembahasan
 
FOKUS INHU - Persoalan tapal batas antara Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan Indragiri Hilir (Inhil) sudah disepakati dan ditandatangani kedua kepala daerah. Sedangkan persoalan tapal batas Inhu dengan Pelalawan dan Kuansing masih harus dibahas untuk mencapai kesepakatan. 
 
Hal itu diungkapkan Kabag Administrasi Pemerintahan Setdakab Inhu Hendri Yasnur. Dikatakan Hendri, tapal batas Inhu dengan Inhil, tinggal menunggu keluarnya SK Mendagri saja. Sesuai dengan janji dari pihak Dirjen Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, SK akan terbit selama 60 hari ke depan," jelasnya, Senin (30/6/2014). 
 
Dikatakan Hendri, penetapan batas wilayah yang dilakukan oleh Inhu saat ini, sesuai dengan pasal 2 ayat 1 dan 2 Permendagri No 76 Tahun 2012. Sehingga tidak ada lagi permasalahan, karena kedua kepala daerah sudah melakukan penandatanganan kesepakatan, berarti sudah sah secara de facto dan tinggal menunggu payung hukumnya saja (de jure). 
 
Diungkapkannya, batas Inhu dengan Muaro Tebo, Jambi, juga tidakk ada masalah lagi. "Batas yang masih perlu pembahasan dan kesepakatan adalah batas Inhu dengan Pelalawan dan batas Inhu dengan Kuansing," ujarnya. 
 
Disebutkan mantan Kabag Humas Pemkab Inhu ini, untuk batas Inhu dengan Pelalawan, sudah ada pertemuan awal di Inhu antara Tim Penegasan Batas Daerah (PBD) Pelalawan dengan PBD Inhu. 
 
Dari pertemuan tersebut juga sudah ada kesepakatan 18 titik batas di lima kecamatan dari tujuh kecamatan yang berbatasan langsung dengan Pelalawan. Lima kecamatan yang sudah disepakati batasnya adalah Kecamatan Rengat, Rengat Barat, Kuala Cenaku, Kelayang dan Peranap. 
 
Sementara dua kecamatan lagi yang belum didapat kesepakatan, Kecamatan Lirik dan Lubuk Batu Jaya. Untuk awal ini, sambungnya, batas yang ada di Lirik, masing-masing mempunyai versi berbeda. Menurut PBD Inhu, dari gerbang batas yang ada di jalan lintas timur Redang Seko, bergesar 200 meter ke arah Pelalawan. 
 
Sementara menurut PBD Pelalawan, bergeser 800 meter ke arah Inhu. Untuk itu, menurut Hendri perlu ada identiifikasi masalah, termasuk administrasi dan akan dilakukannya tinjauan lapangan yang akan dilakukan oleh masing-masing Tim PBD dan akan disimulasikan untuk argumentaasi masing-masing, guna meyakinkan wilayah tersebut. 
 
Dijelaskannya, dasar kerja tim ini adalah Perda RTRW Riau No 10 Tahun 1994 dan Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI). Hendri mengatakan, ketika Pelalawan masih masuk Kampar, batasnya memang berada di gerbang yang ada di Desa Redang Seko, namun ketika itu juga belum tuntas, makanya sekarang perlu penyelesaiannya. 
 
Ditambahkannya, untuk batas di Kecamatan Lubuk Batu Jaya, masalahnya ada pada SD yang dahulunya dibangun oleh Kabupaten Kampar. "Tinggal mengambil kesepaktan saja, apakah SD tersebut dihibahkan atau ada jalan keluar lainnya," sambungnya.

Bulan Ramadan, PLN Rengat Tetap Lakukan Pemadaman Bergilir
FOKUS INHU - Pada Bulan Ramadan 1435 Hijriyah, PT PLN Rengat tetap melakukan pemadaman bergilir di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Alasannya, PLN masih kekurangan daya 6-7 MW. 
 
"Saat ini kita masih kekurangan daya hingga 6-7 MW. Hal itu disebabkan 1 unit mesin sewa pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) yang ada di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Pasir Penyu, masih mengalami gangguan. Salah satu panel pada mesin PLTMG rusak," ujar Asisten Manager Jaringan PLN Area Rengat Tri Herianto, didampingi Humas PLN Mariadi, Rabu (24/6/2014), di Pematang Reba. 
 
Dikatakan mantan Kepala Rayon PLN Rengat Kota itu, saat ini mesin pembangkit milik PLN tidak ada yang rusak, namun mesin yang disewa PLN melalui pihak ketiga rusak. "Mesin sewa rusak, sehingga defisit daya bertambah hingga 3 MW. 
 
Saat ini mesin sewa tersebut sedang dalam perbaikan," sebut Tri Harianto. Mengantispasi kekurangan atau defisit daya yang berimbas pada pemadaman, saat ini dan hingga daya mencukupi, PLN tidak menerima pemasangan baru. 
 
"Untuk sementara waktu, kita tidak menerima pemasangan KWH baru, agar kekurangan daya ini tidak semakin tinggi," sebutnya.

Bupati dan Danrem 031 Wirabima Touring ke Empat Kecamatan di Inhu

FOKUS INHU - INHUMETRO.com : Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto bersama Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto, Sabtu (21/6/2014) kemarin melakukan turing bersama dengan mengarungi empat kecamatan yang ada di Inhu dalam waktu sehari dengan menunggangi motor trail. Ikut dalam ratusan rombongan turing tersebut, Setda Inhu, Raja Erisman, Asisten di lingkungan Setda Inhu, segenap Kepala Badan, Kantor, Dinas, Bagian serta Camat se Inhu serta Dandim 0302 Inhu dan organisasi pecinta motor trail. 

Adapun kecamatan yang dilintasi rombongan turing kali ini yaitu Kecamatan Lirik, Sei Lala, Lubuk Batu Jaya dan Pasir Penyu. Turing Bupati bersama Danrem itu diawali dengan kegiatan peresmian pemakaian jalan semenisasi di Komplek Asrama Kompi Senapan (Kipan B) 132 Lirik. 

Dari sini, rombongan bertolak ke Kecamatan Sei Lala sekaligus membuka dan meresmikan Turnamen Futsal se Kecamatan Sei lala di lapangan Futsal Putra Lala Mandiri. Sehabis peresmian Futsal, rombongan turing kembali mengarungi ruas jalan eks transmigrasi menuju Desa Serumpun Jaya, Kecamatan Pasir Penyu. 

Rombongan istirahat di PTPV Nusantara Sei Lala sebelum melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Lubuk Batu Jaya dengan melewati sejumlah jalan perkebunan kelapa Sawit PT Tunggal Perkasa Plantations hingga menyisiri desa yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) hingga finish di Desa Japura Kecamatan Lirik. 

''Sepanjang perjalanan bersama Danrem dan rombongan, Bupati Inhu juga menyempatkan bertemu dengan pada tokoh masyarakat di daerah yang mereka lintasi untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Dari aspirasi yang diterima bupati, mayoritas masyarakat mengharapkan adanya pembangunan infrastruktur jalan dan pembangunan jaringan listrik, terutama di beberapa desa yang jauh dari ibukota kecamatan yang ada.

Dara Utusan Inhu Kembali Raih Juara III Tingkat Provinsi Riau

FOKUS INHU - INHUMETRO.com : Suci Paramita dara asal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akhirnya berhasil keluar sebagai dara Riau ke III pada pemilihan bujang dan dara Provinsi Riau tahun 2014 di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (18/6/2014) malam. 
Namun sayang, keberhasilan dara Inhu tersebut tidak diikuti oleh bujang asal Inhu Aldi Andean Syahputra, yang harus tersisih pada perebutan 7 besar bujang Riau malam itu. Sebelum keberhasilan dara cantik asal Kelurahan Kampung Dagang, Kecamatan Rengat ini meraih juara III, terlebih dahulu ia harus diuji oleh para dewan juri dengan berbagai pertanyaan, baik pertantaan dengan menggunakan bahasa indonesia maupun dengan menggunakan bahasa Inggris. 
''Dengan talenta yang ia punya, dara Inhu yang juga salah seorang tenaga honorer pada SMAN 1 Rengat Barat ini berhasil melewati semua itu dan memberikan jawaban yang memukau para dewan juri,'' ujar Yurnalis dara Inhu tahun 2013 via pesan elektroniknya, Kamis (19/6/2014). 
Dikatakan Lilis sapaan akrap Yurnalis, pada pemilihan bujang dara Riau tahun 2013 yang lalu, utusan Kabupan Inhu juga meraih peringkat ke III, yaitu saya sendiri. Sedangkan bujang Inhu berhasil menduduki posisi juara faforit. 
"Ditahun lalu, dara Inhu juga berada pada posisi III se Riau. Dengan demikian, selaku dara tahun 2013, saya titipkan tugas dan tanggung jawab dara ini pada Suci. Selaku duta pariwisata Kabupaten Inhu hendaknya dara dan bujang beserta finalisnya bisa membawa pariwisata yang dimiliki daerah ini kekanca provinsi, nasional dan bahkan internasional", tukas Lilis.

Dishubkominfo Inhu Gelar Sosialisasi UU KIP

FOKUS INHU - INHUMETRO.com :Sebagai upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mewujudkan transparan dan akuntabilitas, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Inhu menaja sosialisasi Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). 

"Kegiatan ini akan dilaksaanakan pada Kamis (19/6/2014) yang bertempat di Wisma Ferdi, Jl Raya Pekan Heran, Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, dengan narasumber yang didatangkan dari Komisi Informasi Provinsi Riau, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, Pusat Telaah dan Informasi Regional (PTIRO) Jakarta dan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkomminfo) Kabupaten Inhu Drs Erfandi, Rabu (18/6/2014) seperti dilansir dari Goriau.com

Sosialisasi UU KIP ini, kata Erfandi, sebagai tindak lanjut dari inplementasi open govermen Indonesia (OGI). Pemkab Inhu berkomitmen untuk terus mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. 

Dikatakan Erfandi, sosialisasi Undang-undang KIP ini adalah tentang fokus penyusunan daftar informasi publik bagi Pejabat Perngelola Informasi dan Dokumentaasui (PPID) pembantu yang ada di Inhu. "Peserta sosialisasi ini adalah seluruh sekretaris dan Kasubag umum setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada. Sebab mereka adalah selaku PPID pembantu,"

Bupati Yopi Belusukan Ke 7 Kecamatan di Inhu

FOKUS INHU - Inhumetro.com : Bupati Inhu, H Yopi Arianto bersama Dandim 0302 Inhu Letkol Inf Albert Panjaitan dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhu kembali melaksanakan touring menggunakan sepeda motor trail, Sabtu (14/6) kemarin. Pada touring kali ini, Bupati Inhu mengunjungi sejumlah desa pada 7 kecamatan di Kabupaten Inhu dalam upaya menjemput aspirasi.

Touring yang dilakukan Bupati dan rombongan ini dalam rangka menghadiri pembukaan perkemahan Pramuka yang dilaksanakan di Desa Sencano Jaya, Kecamatan Batang Peranap. Touring ini di mulai dari halaman Kantor Bupati Inhu, Sabtu (14/6) pagi.

Dari kantor Bupati Inhu di Kecamatan Rengat Barat, rombongan touring langsung menuju Kecamatan Lirik. Dari Lirik, rombongan terus melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Pasir Penyu, Rakit Kulim, Kelayang, Peranap dan berakhir di Desa Sencano Jaya, Kecamatan Batang Peranap.

Bupati Inhu H Yopi Arianto mengungkapkan bahwa touring dilaksanakan untuk menjemput langsung aspirasi dari masyarakat. Sebab selama touring Bupati menyempatkan diri berdialog dan berdiskusi langsung dengan masyarakat.

“Melalui touring ini, kita serius membangun desa sesuai dengan aspirasi masyarakat. Sebab kita bisa mengetahui langsung bagaimana kondisi masyarakat, fasilitas pendidikan dan kesehatan serta faslitas umum,,” jelasnya.

Tidak sekedar melihat keberadaan fasilitas umum saja, Bupati juga mengungkapkan bahwa dirinya juga melihat kelayakan dari fasilitas yang tersedia tersebut. "Karena itu, touring seperti ini sangat penting dan harus sering dilaksanakan bersama sejumlah pejabat," ujarnya.

Bupati berharap dari hasil perjalanannya ini akan ada yang dapat dibawa pulang dan akan menjadi tugas baru baginya, untuk mewujudkan agar daerah ini kedepannya menjadi lebih baik, terutama dari segi infrastruktur dan fasilitas umum lainnya.

Pemkab Inhu Agendakan Pembahasan Tapal Batas Inhu - Pelalawan


FOKUS INHU - Inhumetro.com : Guna mengantisipasi konflik ditapal batas, maka Pemkab Inhu akan membahas penetapan tapal batas Inhu dengan Kabupaten Pelalawan.

"Sudah diagendakan pertemuan dengan Pemkab Pelalawan untuk penetapan tapal batas dua kabupaten," ujar Kabag Administrasi Pemerintahan dan Umum Setdakab Inhu H. Hendry, MSi.

Hal itu diungkapkanya menjawab sejumlah wartawan, Selasa (12/6) di Pematangreba. Dikatakan, penetapan tapal batas adalah hal yang sangat penting, karena bisa memancing konflik antara masyarakat di perbatasan. 

Oleh sebab itu, jauh hari Pemkab Inhu ingin meminimalisir potensi konflik tersebut."Tidak tidak ingin ada keributan ditengah masyarakat diperbatasan. Maka jauh hari tapal batas ini harus tuntas,"ujarnya.

Mantan Kabag Humas. Ini mengatakan, Pemkab Pelalawan dan Pemkab Inhu akan penyampaikan titik koordinat tapal batas melalui tim Penegasan Batas Daerah (PBD) masing-masing daerah.

Rapat akan digelar Kamis (12/6) di kantor Bupati Inhu. Direncanakan akan dipimpin oleh Sekdakab Inhu Drs.Raja Erisman MSi dan akan dihadiri oleh sejumlah pihak terkait. Dalam pertemuan ini akan dibahas titik koordinat beberapa titik.

Komunikasi antara kedua Pemkab dianggap penting. Bahkan yang perlu bicarakan adalah titik koordinat yang sudah ada. Memang sebutnya, pertemuan ini tidak mungkin satu kali tuntas. Bisa saja untuk pertemuan selanjutnya di laksanakan di Pelalawan.

Lebih jauh Hendri mengatakan, batas dengan Kabupaten Pelalawan tidak ada konflik. Tapi sejak kini harus ada ketetapan yang mengikat, sehingga kedepan warga di dua perbatasan bisa hidup rukun dan damai.

Hendri menerangkan, dulu sebelum pemekaran dengan Kampar juga sudah pernah dibicarakan. Hal itu akan disamapaikan dalam pembahasan nanti. Dua titik yang akan dibahas ini ada di wilayah Desa Redang Seko Kecamatan Lirik, dan Desa Lubuk Tinggal di Kecamatan Lubuk Batu Jaya." Jika ini tuntas nanti kita agendakan pertemuan dengan Kabupaten Kuansing,"terangnya.(roc)

PLTMG Tidak Jamin Pasokan Listrik Cukup Bagi Masyarakat Inhu

FOKUS INHU -  Inhumetro.com : Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Indragiri Hulu (Inhu) ternyata tidak menjamin kenyamanan kosumen.

Hal ini terbukti setelah sekian lama berdiri keberadaan PLTMG Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu ternyata belum mampu mengatasi krisis listrik yang terjadi di Inhu.

Sejauh ini listrik di Kabupaten Inhu masih sering mati mendadak, jika sebelumnya listrik mati secara bergilir pada bulan-bulan terakhir ini listrik malahan sering mati mendadak hingga 4 sampai 5 kali sehari.

Ronal salah seorang warga pasir penyu selasa (10/6) mengatakan bahwa PLTMG itu cuma janji manis dimulut saja, ketika sebelum berdiri menyatakan bahwa keberadaan PLTMG akan mampu memenuhi kebutuhan listrik di Inhu bahkan menyuplai ke kabupaten lainnya.

"Namun kenyataannya hal tersebut hanyalah isapan jempol belakangan kondisi listrik di Inhu bukannya membaik melainkan semakin parah," katanya.

Sementara Mirzal kepala seksi bidang operasi yang didampingi Humas PT Wijaya Karya Hendra mengatakan Saat ini dua unit mesin dalam kondisi rusak dan sekali pun 7 unit beroprasi semua itu pun masih ada pemadaman,karena daya dengan pelanggan tidak seimbang.

"sekali pun di PLTMG dan mesin di kota lama hidup masih tetap ada pemadaman di karenakan tidak seimbang dengan kebutuhan konsumen yang ada," katanya.

Daya yang saat ini beroperasi hanya 15 MW dan bila mesin hidup semua 20 MW, katanya ketika dijumpai di ruangan rapat PLTMG, Selasa (10/6).

Sayang pernyataan Mirsal ini tidaklah sejalan dengan apa yang terjadi dilapangan, berdasarkan hasil pantauan dilapangan hingga saat ini PLN Cabang Rengat terus melakukan penyambungan baru.

Komandan Dandim :"Babinsa dan Kodim Inhu Wajib Netral Pada Pilpres 2014"

FOKUS INHU - Inhumetro.com : Komandan Kodim (Dandim) 0302 Inhu, Letkol Inf Albert Panjaitan menegaskan bahwa seluruh personil Kodim 0302 Inhu wajib netral dalam pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, 9 juli 2014. Netralitas personil TNI tersebut merupakan kewajiban yang harus dipatuhi dan dilaksanakan.

Penegasan itu disampaikan Dandim 0302 Inhu kepada sejumlah wartawan, Senin (9/6). “Tidak hanya Babinsa, namun seluruh personil Kodim 0302 Inhu wajib netral dalam Pilpres 2014 ini. Tidak ada pengecualian, sebab TNI tidak berpolitik. Apalagi hal ini sudah ditegaskan langsung oleh Panglima TNI yang wajib dilaksanakan seluruh personil TNI,” tegasnya. 

Diungkapkan Dandim, pihaknya berharap masyarakat dapat melakukan pengawasan dilapangan dan melaporkan apabila menemukan adanya Babinsa maupun personil Kodim 0302 Inhu yang berpolitik, apalagi mengarahkan untuk memilih dan mendukung capres tertentu. 

“Silahkan masyarakat melaporkan langsung ke Kodim 0302 Inhu bila menemukan Babinsa ataupun personil Kodim 0302 Inhu yang berpolitik atau mengarahkan untuk memilih maupun mendukung Capres tertentu,” ujarnya.

Ditambahkanya, selaku bagian dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Inhu, netralitas wajib dijunjung tinggi dalam Pilpres. “Setiap kegiatan yang digelar Pemkab maupun Forkominda dengan mengundang Dandim akan diikuti. Namun apabila sudah mengarah politik atau dukung mendukung kami mundur,” jelasnya.

LSM PI Minta Proyek Pembangunan Gapura Rengat Diusut
FOKUS INHU - Inhumetro.com : Selain mendapat perhatian dari LSM FP2R (Forum Pemantau Pembangunan Riau) Proyek Pembangunan Gapura Kota Rengat juga mendapat perhatian dari LSM Peduli Indragiri (PI) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang meminta agar proyek pembangunan Gapura Kota Rengat ini diusut secara tuntas.

Mieshadi Ketua LSM PI Kab. Inhu menilai Proyek Pembangunan Gapura Selamat Datang Kota Rengat yang berada dijembatan satu Rengat sarat dengan Mark Up, pasalnya Gapura tersebut hany terbuat dari Asbes sementara Kerangkanya terbuat dari bekas Jembatan Gantung Kota Rengat.

"Bagaimana sebuah Proyek yang menggunakan besi bekas dan hanya berbahankan Asbes sampai menelan Dana sebesar Rp. 620 juta, ini tidak masuk akal", katanya.

Yang lebih parahnya lagi Kata Mieshadi Pembangunan Gapura ini juga tidak melalui proses uji kelayakan, sebab bagaimana sebuah Gapura hanya dibangun dengan menggunakan bahan Asbes, sementara dilintasi oleh kendaraan baiuk kecil maupun besar.

"Bagaimana sebuah Gapura yang jelas-jelas berada dijalan dan dilaui oleh berbagai jenis kendaraan hanya dibuat dengan menggunakan bahan Asbes, tentu ini akan cepat hancur akibat tertabrak maupun tersenggol kendaraan", katanya lagi.

Untuk itu kita meminta kepada pihak penegak hukum untuk tidak tutup mata dalam masalah ini, kita meminta kepada pihak penegak hukum yang ada dinegeri ini untuk bersikap jeli terhadap permasalahan yang terjadi, bagaiamanapun ini merupakan tindakan yang melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian negara, tegasnya.

Sementara itu Pendiri LSM FP2R Defrianto Tanius sebelumnya meminta kepada BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) untuk mengaudit Dana Pembangunan Proyek Gapura Rengat pada Tahun 2012 yang lalu, yang mengahabiskan dana sebesar Rp. 620 juta melalui angaran APBD Kab. Inhu.

6 Jalur Asal Kuansing Bertarung di Final Pacu Jalur Peranap

FOKUS INHU- Inhumetro.com : Jalur-jalur dari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) harus mengakui kecepatan luncuran jalur dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang ikut meramaikan pacu jalur di Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu. 
 
Pada pacu jalur hari kedua, Jumat (6/6/2014), Jalur Siposan Rimbo dari Kecamatan Pangean, Kuansing berhasil mengalahkan Jalur Ular Serang dari Kabupaten Inhu. Sedangkan Jalur Pandan Baiduri dari Rengat harus mengakui keunggulan Jalur Meriam Onggang Parau dari Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, Kuansing. Sehingga 2 jalur dari Kuansing ini melaju ke partai final. Partai final yang akan digelar Sabtu (7/6/2014) akan diikuti 6 jalur dari Kabupaten Kuansing. 
 
Empat jalur dari Kuansing yang lebih duluan melaju ke final adalah Jalur Ombak Nyalo Simutu Olang dari Kecamatan Pangean (yang memang telah terlebih dahulu lolos ke hari final setelah mendapat undian menang tanpa ada lawan pada hari kedua, Jumat), Jalur Kibasan Gajah Putiah dari Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Benai, Jalur Raja Laut dari Koto Rajo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang dan Jalur Kuntum Putri Cempaka dari Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir. Enam jalur dari Kuansing yang lolos tersebut akan beradu pada pacu jalur di Sungai Kuantan, Kecamatan Batang Peranap, Inhu, untuk memperebutkan juara I.

Peletakkan Batu Pertama Jembatan di Pematang Benteng Oleh Bupati Inhu
FOKUS INHU - Inhumetro.com : Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto melakukan pengeboran dan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Desa Pematang Benteng, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Inhu, Kamis (5/6/2014). 
 
Hadir pada acara tersebut, Sekda Inhu, beberapa Kadis, Kabag, Kaban, anggota DPRD Inhu, camat, Kades, Kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. Bupati Inhu Yopi Arianto dalam sambutannya mengatakan, pembangunan jembatan ini upaya pemerintah mengembangkan daerah. Jika sarana transportasi lancar, maka pertumbuhan ekonomi akan pesat dan masyarakatnya tentu ikut maju. 
 
“Terima kasih atas partisifasi masyarakat yang sudah rela menghibahkan tanah untuk pembangunan jembatan ini. Diharapkan warga setempat bisa saling menjaga dan saling membantu demi terwujudnya pembangunan jembatan ini. Untuk pemberian nama jembatan, kita serahkan sepenuhnya kepada masyarakat,” tutupnya. Kepala Dinas PU Inhu H Aswardi, ST dalam laporannya menyampaikan, pembangunan jembatan ini akan dikerjakan dalam dua tahap. 
 
Tahap awal dianggarkan Rp7,4 miliar, sesuai dengan nilai kontrak. Jembatan ini nantinya akan menjadi penghubung lima desa di Kecamatan Batang Peranap.“Pembangunan jembatan ini dibagi dalam dua tahap. 
 
Dana pembangunan jembatan sepanjang 120 meter ini diperkirakan mencapai Rp21 miliar," ujarnya. Tokoh masyarakat Desa Pematang Benteng H Thoharudin dalam sambutannya mengatakan, masyarakat sangat syukur dengan mulai dibangunnya jembatan tersebut. Thoharudin mengusulkan jembatan tersebut dinamakan Jembatan Badaroh.
Powered by Blogger.