FOKUS INHU - Kepolisian Resort Indragiri Hulu (Polres Inhu) telah memetakan sejumlah daerah rawan laka dan rawan bencana menjelang arus mudik tahun 2014. Selain itu, Polres Inhu juga sudah memetakan sejumlah jalan rusak dan jalan yang tengah dilakukan pembangunan betonisasi.
“Melalui pemetaan ini diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2014 dapat berjalan lancar. Bahkan sejumlah daerah rawan laka dan rawan bencana tersebut sudah dipasang spanduk himbauan agar pengendara berhati-hati,” ujar Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto Sik Msi melalui Kasat Lantas AKP Ari Setyawan Wibowo SH Sik, Rabu (2/7).
Dijelaskannya, sejumlah daerah rawan laka di Jalan Lintas Timur diantaranya berada di KM 199 Desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat, KM 267 Desa Balam Jaya Kecamatan Batang Gansal, KM 208-215 Dusun Berafit Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida dan Jalan Perusahaan PT KAT Desa Kelesa Kecamatan Seberida. Sedangkan di Jalan Lintas Tengah terdapat daerah rawan laka yang berada di KM 279 Desa Jati Rejo Kecamatan Pasir Penyu.
Kemudian terdapat daerah rawan bencana banjir di Jalan Lintas Timur KM 259 Desa Sei Akar Kecamatan Batang Gansal dan daerah rawan longsor di Jalan Raya Pekanbaru - Tembilahan KM 229 Desa Kuala Cenaku Kabupaten Inhu.
Selain itu, di Jalan Lintas Timur, saat ini terdapat tiga titik yang sedang dilakukan pekerjaan betonosasi sehingga pengaturan arus lalu lintas dilakukan dengan sistem buka tutup. Tiga titik itu masing-masing berada di Desa Kelesa Kecamatan Seberida KM 236 sampai KM 238, di Desa Ringin Kecamatan Batang Gansal KM 241 sampai KM 243 dan Desa Lirik Area dan Desa Sidomulyo Kecamatan Lirik KM 173 sampai 178.
Sementara untuk jalan rusak di Jalan Lintas Tengah terdapat di Desa Binio KM 247 dan Desa Bongkal Malang dan KM 250 sama-sama di Kecamatan Kelayang. Selanjutnya, di Kecamatan Peranap terdapat di Kelurahan Peranap KM 237, KM 239 Desa Semelinang Darat dan KM 241 Desa Semelinang Tebing.
Kondisi itu juga, sebagian besar penyebab terjadinya kecelakan berlalu lintas. Bahkan pada Januari hingga Juni terdapat 28 orang meninggal dunia, 30 orang luka berat dan 54 orang mengalami luka ringan. “Selain faktor kelalaian, sebagian besar penyebab kecelakaan itu disebabkan kondisi alam,” ungkapnya.
Untuk itu pada pelaksanaan operasi ketupat mendatang telah direncanakan sebanyak tiga titik pos pelayanan. Tiga titik pos pam arus mudik itu diantaranya berada di Simpang Tiga Japura Kecamatan Lirik, KM 211 Kelurahan Pengkalan Kasai Kecamatan Seberida dan KM 235 Kelurahan Pengkalan Kasai Kecamatan Seberida. “Untuk pekerjaan jalan, telah disepakati pada H – 20 sudah dihentikan,” terangnya.
“Melalui pemetaan ini diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2014 dapat berjalan lancar. Bahkan sejumlah daerah rawan laka dan rawan bencana tersebut sudah dipasang spanduk himbauan agar pengendara berhati-hati,” ujar Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto Sik Msi melalui Kasat Lantas AKP Ari Setyawan Wibowo SH Sik, Rabu (2/7).
Dijelaskannya, sejumlah daerah rawan laka di Jalan Lintas Timur diantaranya berada di KM 199 Desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat, KM 267 Desa Balam Jaya Kecamatan Batang Gansal, KM 208-215 Dusun Berafit Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida dan Jalan Perusahaan PT KAT Desa Kelesa Kecamatan Seberida. Sedangkan di Jalan Lintas Tengah terdapat daerah rawan laka yang berada di KM 279 Desa Jati Rejo Kecamatan Pasir Penyu.
Kemudian terdapat daerah rawan bencana banjir di Jalan Lintas Timur KM 259 Desa Sei Akar Kecamatan Batang Gansal dan daerah rawan longsor di Jalan Raya Pekanbaru - Tembilahan KM 229 Desa Kuala Cenaku Kabupaten Inhu.
Selain itu, di Jalan Lintas Timur, saat ini terdapat tiga titik yang sedang dilakukan pekerjaan betonosasi sehingga pengaturan arus lalu lintas dilakukan dengan sistem buka tutup. Tiga titik itu masing-masing berada di Desa Kelesa Kecamatan Seberida KM 236 sampai KM 238, di Desa Ringin Kecamatan Batang Gansal KM 241 sampai KM 243 dan Desa Lirik Area dan Desa Sidomulyo Kecamatan Lirik KM 173 sampai 178.
Sementara untuk jalan rusak di Jalan Lintas Tengah terdapat di Desa Binio KM 247 dan Desa Bongkal Malang dan KM 250 sama-sama di Kecamatan Kelayang. Selanjutnya, di Kecamatan Peranap terdapat di Kelurahan Peranap KM 237, KM 239 Desa Semelinang Darat dan KM 241 Desa Semelinang Tebing.
Kondisi itu juga, sebagian besar penyebab terjadinya kecelakan berlalu lintas. Bahkan pada Januari hingga Juni terdapat 28 orang meninggal dunia, 30 orang luka berat dan 54 orang mengalami luka ringan. “Selain faktor kelalaian, sebagian besar penyebab kecelakaan itu disebabkan kondisi alam,” ungkapnya.
Untuk itu pada pelaksanaan operasi ketupat mendatang telah direncanakan sebanyak tiga titik pos pelayanan. Tiga titik pos pam arus mudik itu diantaranya berada di Simpang Tiga Japura Kecamatan Lirik, KM 211 Kelurahan Pengkalan Kasai Kecamatan Seberida dan KM 235 Kelurahan Pengkalan Kasai Kecamatan Seberida. “Untuk pekerjaan jalan, telah disepakati pada H – 20 sudah dihentikan,” terangnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.