Risma Dewi Pelajar SMAN 1 Pasir Penyu Peraih Nilai UN Bahasa Tertinggi se Provinsi Riau
PENDIDIKAN  - Ditinggal ayah sejak usia 4 tahun tidak membuat Risma Dewi (18) menyerah dan putus asa. Dengan semangat serta tekad yang kuat, pelajar SMAN 1 Pasir Penyu ini mampu meraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi se Provinsi Riau untuk jurusan bahasa pada tahun pelajaran 2013/2014.

Namun dibalik prestasi gemilang tersebut, Risma sempat menyimpan kegalauan. Himpitan ekonomi membuat pelajar jurusan bahasa ini nyaris mengubur dalam-dalam mimpinya menjadi seorang diplomat. Namun berkat beasiswa pendidikan dari PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP), Risma akhirnya dapat melanjutkan kuliah di Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Riau. Risma diterima melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Alhamdulillah, saya bisa kuliah karena dibantu oleh PT Tunggal Perkasa Plantations. Bahkan kemarin waktu akan ke Pekanbaru untuk daftar ulang, PT TPP yang mengantarkan langsung,” ujar Risma Dewi, akhir pekan kemarin.

Sejak ayahnya Azhar meninggal dunia akibat kelainan jantung, bungsu dari dua bersaudara ini tinggal bersama ibunya Masnawati (52). Sebagai orangtua tunggal yang harus menghidupi anaknya, Masnawati terpaksa bekerja menderes kebun karet. Namun karena penghasilan sebagai penderes kebun karet tersebut tidak mampu untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga, Masnawati memilih mengontrak rumahnya untuk menambah penghasilan.

“Karena rumah sudah di kontrakkan, ibu tinggal bersama abang saya Eka April di Pekanbaru yang sehari-hari bekerja di hotel. Sedangkan saya tinggal bersama tante yang juga seorang janda di Jalan Sudirman Gang Dang Purnama Airmolek,” ujarnya.

Untuk membantu ibunya, pelajar yang selalu meraih juara umum di SMAN 1 Pasir Penyu ini juga bekerja menggosok pakaian tentangga disekitar lingkungan rumah tantenya tersebut. Pekerjaan ini dilakoni Risma tiap hari Minggu dengan upah Rp 150 ribu per bulan.

Meski hidup tanpa kasih sayang ayah dan dalam suasana serba keterbatasan, Risma tidak pernah berkeluh kesah dan berupaya membuktikan bahwa ia bisaberprestasi. Karena itu, banyak diantara teman-temannya di SMAN 1 Pasir Penyu tidak mengetahui tentang getir kehidupan yang harus dijalaninya. Rekan-rekannya hanya tahu bahwa Risma merupakan sosok pelajar yang selalu meraih juara. Dari prestasi tersebut, pihak sekolah memberikan beasiswa kepada Risma dengan menggratiskan uang komite sekolah selama lima bulan tiap tahunnya atau sekitar Rp 800.000. “Biasanya saya belajar di rumah pada sore dan malam hari. Namun yang paling rutin itu setelah Shalat Subuh sebelum berangkat ke sekolah,” tuturnya.

Atas prestasinya, Bupati Inhu H Yopi Arianto sempat menawarkan kepada Risma untuk melanjutkan kuliah di STIE Indragiri Rengat atau Akademi Kebidanan Indragiri. Namun dari dua tawaran tersebut, Risma akhirnya memilih melanjutkan pendidikan di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Riau setelah PT TPP menyatakan membantu dan akan memberikan beasiswa kepada Risma hingga selesai kuliah. “Saya senang sekali dan mengucapkan terimakasih kepada PT TPP yang telah membantu sehingga saya bisa melanjutkan kuliah,” ungkapnya.

Sementara itu, Administrastur PT TPP Sumarno didampingi CDO Sukmayanto membenarkan bahwa pihaknya saat ini tengah memperjuangkan agar biaya kuliah Risma sejak awal hingga tamat dapat dibantu oleh PT TPP. Bahkan diharapkan setelah selesai kuliah, Risma dapat bekerja di Astra Group setelah tamat kuliah.

“Ini adalah kewajiban perusahaan, apalagi Risma adalah warga yang tinggal di sekitar areal kebun kami. Mudah-mudahan Risma dapat mewujudkan cita- itanya. Semua tak terlepas dari permohonan Risma kepada Tuhan yang maha memberi pertolongan,” ujar Sumarno.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.