PLN Akui Satu Unit Mesin PLTMG Tanah Merah Rusak
FOKUS INHU - Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tanah Merah, Kecamatan Pasir Penyu membenarkan satu unit mesin milik mereka mengalami kerusakan sejak beberapa waktu lalu. Akibat kondisi tersebut, PLTMG Tanah Merah hanya mampu memproduksi daya listrik 18 MW dari total 20 MW yang disepakati dalam perjanjian dengan PLN.

Meski demikian, PLTMG Tanah Merah menolak jika pemadaman listrik bergilir yang saat ini terjadi di Kabupaten Inhu seratus persen akibat kerusakan mesin di PLTMG Tanah Merah. Sebab ada beberapa pembangkit lain yang menopang kebutuhan listrik di Kabupaten Inhu dan sekitarnya.

“Kalau sampai saat ini masih terjadi pemadaman bergilir di Kabupaten Inhu, hal itu tidak seratus persen salah kami. Karena ada pembangkit lain di Inhu, meskipun yang terbesar adalah PLTMG,” ujar Manajer PLTMG, Adi Candra, Senin (30/6).

Dijelaskannya, satu unit mesin yang rusak tersebut mengalami gangguan pada komponen breakernya. Pihak PLTMG saat ini tengah berupaya mendatangkan konsultan dari Jakarta untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mesin. Sebab sudah beberapa kali diperbaiki, mesin kembali mengalami kerusakan. “Makanya kita mau agar penyebab kerusakan dapat diketahui secara lebih pasti,” ungkapnya.

Adi Candra menambahkan, sebenarnya PLTMG Tanah Merah berharap sebelum bulan Ramadhan, perbaikan satu unit mesin tersebut sudah tuntas dilakukan. Sehingga selama puasa, daya yang diproduksi dari PLTMG mencapai 20 MW. Ternyata mesin kembali mengalami kerusakan setelah diperbaiki sehingga butuh waktu yang cukup panjang untuk perbaikannya.

“Yang jelas kita berupaya sesegera mungkin agar perbaikan ini dapat segera dilakukan, kalau bisa sebelum pelaksanaan lebaran Idul Fitri selesai. Sebab bagaimanapun kami dari PLTMG tetap rugi jika ada mesin yang tidak bisa beroperasi,” ungkapnya.

Seperti diketahui PLN Area Rengat memastikan bahwa pemadaman listrik bergilir selama bulan suci Ramadhan untuk wilayah Kabupaten Inhu dan sekitarnya tetap akan dilakukan. Pasalnya, sampai saat ini PLN Area Rengat masih mengalami defisit daya hingga 7 MW. Bahkan PLN Area Rengat belum bisa menjamin kapan pemadaman listrik bergilir tersebut berakhir.

“Kami masih sangat bergantung pada mesin sewa terutama yang ada di PLTMG Tanah Merah. Selain itu, kami dari PLN Area Rengat hanya bisa minta dan terus berkoordinasi dengan PLN wilayah Riau dan Kepri sehingga pemadaman listrik bisa kita selesaikan cepat,” ujar Manajer PLN Area Rengat, Armunanto.

Dijelaskan Armunanto, dalam kondisi seluruh mesin pada pembangkit yang ada dapat beroperasi, PLN Area Rengat tetap mengalami defisit 3,4 hingga 4 MW. Sementara sampai saat ini, satu unit mesin di PLTMG Tanah Merah masih mengalami kerusakan dan belum dapat dioperasikan, sehingga total defisit yang terjadi mencapai sekitar 7 MW.

Selain itu, satu unit mesin sewa yang didatangkan dari Semarang saat ini juga sudah berada di PLTD Kota Lama. Hanya saja mesin tersebut belum dapat dioperasikan karena masih dalam proses setting oleh teknisi. Sedangkan satu unit lagi masih menunggu kedatang dari Surabaya ke PLTD Kota Lama.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.