Proyek Cetak Sawah di pulau Diut Desa pulau Sengkilo kecamatan kelayang senilai RP 186 juta menyisakan 7 hektar dari target seluas 25 hektar. Proyek yang didanai APBN 2013 tersebut diduga telah disunat oleh pengurusnya.
Dari hasil intivigasi LSM Peta beberapa waktu lalu, di lapangan ditemukan bahwa cetak sawah tersebut masih menyisakan 7 hektar lagi dari 25 hektar yang harus diselesaikan. Sedangkan dananya sudah 100% dibayarkan kepada kelompok tani sejatrah
Akfitis LSM Peta Eri membenarkan hal ini, setelah dilakukan pengukuran cetak sawah tersebut masih kurang 7 hektar lagi, "Dalam kontrak yang diterima cetak sawah tersebut seluas 25 H, namun di lapangan hanya 18 hektar. Biaya cetak sawah Rp7.440.000/hektar, berarti sekitar 52 juta uang negara yang ditilap," paparnya.
Sebelumnya, sambung Eri, beredar kabar sebelum proyek cetak sawah dikerjakan ada beberapa pejabat yang terima uang pelicin dari ketua kelompok sebesar Rp36 juta.
Manager CV Tabah Hati, Aruji saat dikonfirmasi via selulernya mengakui bahwa proyek cetak sawah di Pulau Diut Desa pulau Sengkilo tersebut adalah pekerjaannya.
"Pekerjaan tersebut sudah 4 bulan yang lalu, dan sudah finising, malah sudah di SPJ-kan. Bila cetak sawah sudah menjadi semak belukar lagi, atau kurang itu bukan menjadi tanggung jawab saya lagi selaku kontraktor," sebutnya.
"Saya tidak tahu kalau cetak sawah tersebut kurang 7 H lagi, karena saat melakukan pengukuran oleh konsultan jumlahnya cukup 25 hektar singkatnya
Sementara BP3KP Kelayang, Edison, dan Ketua kelompok tani Sejahtera, Suhaeri saat dihubungi via selulernya tidak ada jawaban.
Dari hasil intivigasi LSM Peta beberapa waktu lalu, di lapangan ditemukan bahwa cetak sawah tersebut masih menyisakan 7 hektar lagi dari 25 hektar yang harus diselesaikan. Sedangkan dananya sudah 100% dibayarkan kepada kelompok tani sejatrah
Akfitis LSM Peta Eri membenarkan hal ini, setelah dilakukan pengukuran cetak sawah tersebut masih kurang 7 hektar lagi, "Dalam kontrak yang diterima cetak sawah tersebut seluas 25 H, namun di lapangan hanya 18 hektar. Biaya cetak sawah Rp7.440.000/hektar, berarti sekitar 52 juta uang negara yang ditilap," paparnya.
Sebelumnya, sambung Eri, beredar kabar sebelum proyek cetak sawah dikerjakan ada beberapa pejabat yang terima uang pelicin dari ketua kelompok sebesar Rp36 juta.
Manager CV Tabah Hati, Aruji saat dikonfirmasi via selulernya mengakui bahwa proyek cetak sawah di Pulau Diut Desa pulau Sengkilo tersebut adalah pekerjaannya.
"Pekerjaan tersebut sudah 4 bulan yang lalu, dan sudah finising, malah sudah di SPJ-kan. Bila cetak sawah sudah menjadi semak belukar lagi, atau kurang itu bukan menjadi tanggung jawab saya lagi selaku kontraktor," sebutnya.
"Saya tidak tahu kalau cetak sawah tersebut kurang 7 H lagi, karena saat melakukan pengukuran oleh konsultan jumlahnya cukup 25 hektar singkatnya
Sementara BP3KP Kelayang, Edison, dan Ketua kelompok tani Sejahtera, Suhaeri saat dihubungi via selulernya tidak ada jawaban.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.