FOKUS INHU - Sepanjang kurang lebih 1 KM aspal jalan Bukit Selasih yang menghubungkan Desa Kotalama dengan Desa Pematang Jaya, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, hancur akibat lalu listas mobil CPO bertonase tinggi dari PKS PT Inecda.
"Jalan yang diaspal menggunakan APBD Inhu ini hancur karena selalu dilintasi kenderaan bertonase tinggi yang mengangkut hasil CPO dari PKS PT Inecda, perusahaan Korea group PT SNG," ujar Ketua DPD Laskar Melayu Riau, Kabupaten Indragiri Hulu, Herman Syukur, didampingi puluhan warga, Senin (18/8).
Menurutnya, jalan tersebut setiap hari dilalui truck tanki yang mengangkut hasil minyak sawit dari PT Inecda. Selain truck tanki, truck tronton yang mengangkut pupuk PT Inecda juga saban kali lewat di jalan tersebut.
"Jalan tersebut rusak parah, kondisi jalan berlobang, seluruh aspal di sepanjang jalan pecah. Bahkan, belakangan aspal di jalan itu sudah tidak terlihat lagi. Jalan itu kembali menjadi jalan tanah setelah ditimbun pihak PT. Inecda," katanya.
Dia berharap Pemkab Inhu agar menindak pihak PT Inecda agar tidak melintasi jalan Bukit Selasih. Sebab, sambung Herman, jika jalan itu masih saja dilintasi truck bertonase tinggi dari PT Inecda, maka selamanya jalan itu mengalami rusak parah.
"Hal ini juga agar masyarakat dapat menikmati kemerdekaan dengan fasilitas jalan yang dibangun Pemerintah untuk rakyat," ucapnya.
Sementara itu, Humas PT Inecda Joko Dwiyono belum bersedia dikonfirmasi mengenai kerusakan jalan tersebut. (her)
"Jalan yang diaspal menggunakan APBD Inhu ini hancur karena selalu dilintasi kenderaan bertonase tinggi yang mengangkut hasil CPO dari PKS PT Inecda, perusahaan Korea group PT SNG," ujar Ketua DPD Laskar Melayu Riau, Kabupaten Indragiri Hulu, Herman Syukur, didampingi puluhan warga, Senin (18/8).
Menurutnya, jalan tersebut setiap hari dilalui truck tanki yang mengangkut hasil minyak sawit dari PT Inecda. Selain truck tanki, truck tronton yang mengangkut pupuk PT Inecda juga saban kali lewat di jalan tersebut.
"Jalan tersebut rusak parah, kondisi jalan berlobang, seluruh aspal di sepanjang jalan pecah. Bahkan, belakangan aspal di jalan itu sudah tidak terlihat lagi. Jalan itu kembali menjadi jalan tanah setelah ditimbun pihak PT. Inecda," katanya.
Dia berharap Pemkab Inhu agar menindak pihak PT Inecda agar tidak melintasi jalan Bukit Selasih. Sebab, sambung Herman, jika jalan itu masih saja dilintasi truck bertonase tinggi dari PT Inecda, maka selamanya jalan itu mengalami rusak parah.
"Hal ini juga agar masyarakat dapat menikmati kemerdekaan dengan fasilitas jalan yang dibangun Pemerintah untuk rakyat," ucapnya.
Sementara itu, Humas PT Inecda Joko Dwiyono belum bersedia dikonfirmasi mengenai kerusakan jalan tersebut. (her)

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.