Inhumetro.com | MASYARAKAT - Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto membela dan mendukung para pedagang kecil asongan yang menjajakan makanan dan minuman di areal RSUD Indrasari Rengat Inhu, yang diancam bakal diusir paksa dari lokasi tempat mereka berjualan oleh Ibrahim Halimi Kapala Tata Usaha (KTU) rumah sakit tersebut.
Dukungan Bupati Inhu Yopi Arianto terhadap pedagang kecil di RSUD Indrasari ini dilakukan setelah para pedagang kecil ini mengadukan nasibnya, sebagaimana disampaikan M.Jani penjual air tebu kepada wartawan Jumat ((23/5/14) mengatkan, setelah mendapat ancaman dari KTU tersebut, para pedagang sepakat mengadu kepada Bupati Inhu Yopi Arianto, alhasil Bupati mendukung pedagang dan mengizinkan mereka tetap berjualan.
"Pak Bupati mengizinkan kami tetap berjualan di sini. Beliau juga mengingatkan kami agar tetap menjaga kebersihan dan ketertiban," ujarnya.
Ditambahkanya, tindakan mengadukan nasib yang menimpa pedagang yang menggantungkan hidupnya pada usaha kecil ini kepada Bupati Inhu Yopi Arianto diakibatkan, sejak KTU RSUD Indrasari dijabat Ibrahim Halimin, para pedagang kecil selalu mendapat ancaman bakal di usir dari areal RSUD Indrasari.
"Baru - baru ini KTU itu mengancam akan mengerahkan satpol PP untuk mengusir kami. Padahal, kami selalu ikut menjaga kebersihan bahkan ketertiban di areal RSUD, sehingga banyak dokter - dokter yang mendukung kami tetap berjualan di sini," ungkapnya.
Sementara itu KTU RSUD Indrasari Ibrahim Halimi ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan dalam waktu dekat tetap akan menertibkan para pedagang agar keluar dari areal rumah sakit.
"Saya tetap akan tertibkan pedagang itu agar keluar dari areal RSUD. Besok akan saya pasang spanduk besar berisi himbauan," tegasnya.
Menurut Ibrahim, jika telah dihimbau secara persuasif tidak juga diindahkan para pedagang, maka dia akan melapor kepada satpol PP untuk menertibkan pedagang keluar dari areal RSUD Indrasari. Hal ini perlu dilakukan karena RSUD Indrasari menginginkan lokasi tersebut bersih untuk meraih penghargaan adipura.
"Penilaian Adipura itu termasuk melihat kebersihan RSUD, jadi seluruh pedagang harus ditertibkan agar tidak berada di dalam areal, mereka berjualan diluar pagar RSUD saja," tandasnya.
Selain menjaga kebersihan, penertiban terhadap para pedagang di areal RSUD ini juga untuk menjaga keamanan para pasien dan pengunjung RSUD, sebab selama ini banyak terjadi pencurian, "Banyak yang kehilangan, sehingga kami terpaksa memasang CCTV," jelasnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.