Showing posts with label sosbud. Show all posts

Gambar: Bupati Inhu Yopi Arianto
Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), H Yopi Arianto menargetkan pada tahun 2017 mendatang memiliki alat berat yang dapat digunakan masyarakat dalam pembukaan lahan atau penggalian parit.

"Jika dibandingkan dengan belanja yang harus dikeluarkan untuk kegiatan cuci parit dengan dana yang lumayan spektakuler, maka akan lebih efektif jika di dialokasikan ke belanja alat berat," kata Yopi kepada wartawan, Rabu (25/5).

Hanya saja, rencana strategis pemerintah untuk belanja alat berat untuk rakyat tersebut sebagaimana tertuang pada program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus sejajar dengan dukungan dewan.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) B DPRD Kabupaten Inhu H Suharto SH mengapresiasi rencana belanja alat berat untuk rakyat, kita akan dukung karena manfaatnya benar-benar untuk rakyat.

"Pada momen pembahasan LKPj Bupati Inhu tahun 2015 belum lama ini di DPRD Inhu, ia selaku Ketua Pansus B DPRD Inhu sudah menyarankan kepada Pemkab Inhu melalui Dinas PU untuk belanja alat berat setidaknya satu set per kecamatan," kata Politisi PPP ini.

Saran tersebut sudah disampaikan kepada Dinas PU Inhu, karena manfaat alat berat sangat dibutuhkan rakyat, khususnya untuk perawatan jalan, jembatan hinga pembangunan parit kebun rakyat, tegasnya.

Disisi lain sebagaimana diketahui bahwa sejauh ini Proyek Aspirasi Anggota DPRD Inhu tidak jauh dari sekitaran menggali lubang atau parit.

"Jika pada tahun 2015 yang lalu telah dihabiskan sebesar Rp 7,6 Milyar hanya untuk membuat parit gajah. Sementara pada tahun 2016 ini kembali akan digelontorkan milyaran rupiah akan dihabiskan untuk membuat galian parit skunder dan cuci parit," katanya demikian". (bud/frk)

http://riaugreen.com/view/Inhu/18232/Bupati-Yopi-2017-Mendatang-Rencanakan-Belanja-Alat-Berat-dari-APBD-Inhu-Buat-Rakyat.html#.V0ZWZk_k-DM

Has Tag :   #APBD    #Pembangunan    #Parit 

Ganbar: Pelaksanaan Pembuatan Kanal Blocking oleh polsek kuala cenaku dan sejumlah masyarakat
Forum gotong royong peduli Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut), di Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri hulu (Inhu), membuat Kanal Blocking yang dilaksanakan oleh sejumlah masyarakat dan dibantu dari Pihak Kepolisian sektor (Polsek) Kuala Cenaku, telah selesai dikerjakan sebanyak 16 unit yang tersebar disetiap desa, Selasa (24/5).

Kapolsek Kuala Cenaku, AKP Deni Afrial melalui Kanit Binmas IPDA Johnson Sitompul kepada Pelitariau.com Selasa (24/5), menjelaskan bahwa pada pembuatan Kanal Blocking hari ini (Selasa.red) didesa Tambak dan desa-desa lainnya, dibuat sesuai dengan bentuk kanal yang direkomendasikan oleh Biro Oprasional Polda Riau. Kanal Bloking Attitude S -0,399403 dan Lattitude E 102,592054 dengan Lebar 4 meter, kedalaman 2,5 meter dan Panjang 2000 Meter.

"Jumlah sementara Kanal Bloking yang sudah dibuat oleh Polsek Kuala Cenaku, sebanyak 16 unit. Diantaranya, Desa Rawa Asri 1unit, Desa Suka Jadi 2 unit, Desa Tanjung Sari 8 unit, Desa Pulau Jum'at1 unit, Desa Pulau Gelang 2 unit, Desa Rawa Sekip 1 unit dan Desa Tambak sebanyak 1 unit. jadi jumlah keseluruhannya menjadi 16 unit," ungkap IPDA Johnson Sitompul.

Dikatakannya lagi, adapun tujuan dibuatnya Kanal Blocking tersebut, sebagai upaya pencegahan dan antisipasi pada saat terjadinya Karlahut. Mengingat sebentar lagi kita akan memasuki musim kemarau, dimana beberapa wilayah khususnya Inhu, merupakan lahan gambut yang rawan akan terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

Diwaktu yang sama, Kapolsek Kuala Cenaku Akp Deni Afrial juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama, partisipasi dan bantuan masyarakat dalam pembuatan Kanal Blocking tersebut.*Sry
http://pelitariau.com/berita/detail/7445/pencegahan-karlahut-polsek-kuala-cenaku-bekerjasama-dengan-masyarakat

Has Tag :   #Karlahut    #Lingkungan    #Masyarakat 

Gambar:Ilustrasi
Sedikitnya sebanyak 161 ibu rumah tangga dari keluarga kurang mampu mendapat pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) gartis yang di taja oleh Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga (BP3AKB) Kabupaten Indargiri Hulu (Inhu) bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluraga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau.

Pelayanan KB gratis kali ini, di khususkan untuk keluarga kurang mampu di Kecamatan Rengat Barat yang dipusatkan di kantor BP3AKB Inhu Jalan Lintas Timur Pematang Reba, Senin (23/5).

Program ini akan dilaksanakan secara bertahap di 14 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Inhu. “Terget awal pelaksanaan pelayanan KB gratis di Kecamatan Rengat Barat hanya untuk 110 orang ibu rumah tangga, ternyata peserta yang mengikuti pelayanan mencapai 161 orang,” ujar Kepala BP3AKB Kabupaten Inhu Ir Hj Isnidar usai acara.

Menurutnya, pelayanan KB gratis melalui MKJP merupakan tindak lanjut bagi ibu rumahtangga yang selama ini mengalami gangguan terhadap alat kontrasepsi. Sehingga melalui MKJP akan dapat diatasi hingga mencapai beberapa tahun kedepan.

Pelayanan yang diberikan itu yakni Inplan mencapai sebanyak 98 orang dengan jangka waktu mencapai selama 3 tahun. Kemudian IUD dengan peserta sebanyak 98 orang dengan jangka waktu mencapai selama 10 tahun.

Untuk itu harapnya, melalui pelayanan KB gratis pada program MKJP dapat menekan lajunya pertumbuhan penduduk di Kabupaten Inhu.

“Melalui program MKJP diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi,” ucapnya. Sementara itu, Ketua penggerak PKK Kabupaten Inhu Marlinawati Khairizal menyatakan sangat mendukung program MKJP untuk pelayanan KB gratis.

Bahkan, pelayanan KB gratis tersebut di khususkan kepada keluarga kurang mampu. Untuk itu harapnya, pelayanan yang sama 14 kecamatan di Kabupaten Inhu hendaknya dapat terwujud. “Kesejahteraan keluarga juga ditentukan oleh jarak anak yang dapat menikmati kasih sayang dan hendaknya jangan ada lagi keluarga miskin melahir generasi miskin,” tegasnya.(***)

http://inhukab.go.id/content/bp3akb-berikan-pelayanan-kb-gratis-kepada-161-irt-kurang-mampu#sthash.US3yOGSa.dpuf

Has Tag :   #KB    #Gratis    #Inhu 

Gambar: Ilustrasi
Kepala Desa Pekan heran Kecamatan Rengat barat Kabupaten Indragirihulu (Inhu), didemo warganya karena dianggap tidak adil dalam pembagian beras miskin (Raskin). Dan kurang perhatian terhadap warga yang kurang mampu.

Sekertaris Desa (Sekdes) Pekanheran, Raja Atman kepada Pelitariau.com Senin (23/5) mengatakan, pada tahun 2011, penerima Raskin hanya sebanyak 109 kepala keluarga (KK), sedangkan ditahun 2016 meningkat menjadi 477 KK.

"Tidak mungkin setiap tahun orang miskin didesa pekanheran ini semakin meningkat, kalau bisa kan tiap tahun berkurang, malu lah Kades di masa kepemimpinannya malah semakin meningkat tingkat kemiskinan desa ini, " ungkap Sekdes yang kerap dipanggil pak Raje tersebut.

Dikatakannya juga, masalah pembagian Raskin, hampir separuh warga sudah menerima jatah Raskin tersebut. Dan apabila besok tidak ada demo susulan, maka pembagian Raskin akan dibagikan besok.

"untuk pembayaran administrasi kita lebih murah kok dari desa desa lain, kita hanya minta Rp1000 per kilogramnya. Coba desa lain, ada yang mencapai Rp2 ribu," tutup Sekdes.*Sry

http://pelitariau.com/berita/detail/7429/pembagian-raskin-tidak-merata-kades-pekanheran-di-demo-warganya

Has Tag :   #Raskin    #Demo    #Rengat Barat 

Gambar: PLN Rengat
Pelanggan listrik PT PLN di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau merasa kesal akibat seringnya pemadaman listrik yang tidak ada pemberitahuan sebelumnya hingga berdampak kerugian.

"Kami kecewa, janji pihak PT PLN pada April 2016 kondisi listrik normal tidak terealisasi," kata salah satu masyarakat sebagai pelanggan PT PLN Jupri di Rengat, Kamis.

Ia mengatakan, bukan sekedar janji tetapi pihak PLN juga menyebutkan bahwa mesin berkapasitas tinggi sudah masuk kewilayah Inhu untuk dioperasikan perusahaan, hingga daerah ini surplus arus, pamadaman bergilir tidak adalagi.

PLN terkesan hanya obral janji, sebaiknya pihak penegak hukum melakukan pemeriksaan terkait keuangan perusahaan yang selalu menyebutkan merugi akibat pelanggan tertunda bayar di area Indragiri Hulu.

"Selain itu berharap pihak BPK mengaudit perusahaan BUMN tersebut," sebutnya.

Pelanggan sering kehilangan harta benda akibat lampu sering mat mendadak, khussunya barang elektronik baik televisi, radio dan komputer selain sering mengakibatkan terjadinya arus pendek karena ada kabel yang rusak dan terbakar.

Menurutnya, iklim investasi di Inhu menurun akibat kondisi listrik yang tidak stabil.

Kepala PLN Area Kiemas Abdul Gaffur mengatakan, bahwa benar adanya pemadaman bergilir yang akan dilakukan oleh pihak perusahaan, karena kondisi mesin listrik masih belum normal untuk memnuhi kebutuhan arus listrik.

"Pemadaman dilakukan disejumlah tempat dan dapat diketahui di PLN Rengat," ujarnya.

Abdul Gaffur juga meminta maaf atas kurang optimalnya pelayanan yang diberikan, sehingga pelanggankurang puas dan tidak nyaman atas seringnya mati lampu.

Selain itu sebutnya, mati lampu mendadak karena ad kerusakan mesin dan terkadang ada pohon yang tumbang akibat angin kencang sehingga perlu waktu untuk memperbaiknya.

http://www.antarariau.com/berita/73076/sering-terjadi-pemadaman-tanpa-pemberitahuan-warga-inhu-kesal-karena-rugi

Has Tag :   #Listrik    #PLN    #Inhu 

Gambar: Ilustrasi
Pemerintah Provinsi Riau untuk tahun 2017 mendatang menargetkan angka Kemiskinan akan turun menjadi 6,34% dari jumlah penduduk sekitar enam juta lebih penduduk yang ada. Ini dengan membuka kesempatan atau lapangan kerja dan melakukan program yang berpihak pada masyarakat kecil.

Hal ini disampaikan oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman dihadapan Anggota DPRD Riau dalam salah satu kesempatan dengan memberikan pandangan dan keadaan ekonomi Provinsi Riau secara global dan langkah-langkah penyusunan program kerja untuk tahun mendatang.

Diakui oleh Plt Gubri, untuk tahun 2015, angka kemiskinan di Riau meningkat yaitu 8,82% dari tahun 2014 hanya 7,99%. "Pertumbuhan kemiskinan tahun 2015 meningkat dikarenakan rendahnya harga komoniti perkebunan seperti sawit dan karet. Hal ini diperparah lagi dengan turunnya harga Migas", jelasnya memberikan pengertian.

Disampaikan juga, ini juga dipicu pertumbuhan ekonomi tanpa Migas Provinsi Riau di tahun 2015 turun dari 5,92% di tahun 2014 menjadi 2,01%. Angka ini jauh dari rata-rata Nasional 5,44%.

"Hal ini juga terjadi pada produk domestik regional bruto dengan migas di tahun 2014 sebesar 679,39 triliun mengalami penurunan di tahun 2015 menjadi 652, 39triliu", jelasnya lagi. (mcr/roc).
http://riauone.com/riau/Angka-Kemiskinan-Riau-Ditargetkan-Turun-Jadi-6-34-persen

Has Tag :   #Riau    #Kemiskinan    #Gubernur Riau 

Gambar: PT Tungal Hibahkan Tiga Lahan Ke Pemkab Inhu
Pemerintah Kabupaten Inhu secara resmi menerima penyerahan dua hak guna bangunan (HGB) dari PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP). HGB yang diserahkan ini terdiri dari HGB Nomor 83 tertanggal 8 Juni 1989 seluas 5,8 hektare dan HGB nomor 56 tertanggal 17 Oktober 1986 seluas 0,6 hektare.

Penyerahan ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Inhu H Khairizal dan Presiden Direktur PT. TPP Bambang Dwi Cahyo yang disaksian oleh Notaris Neni Sanitra, saksi dari Pihak Pemerintah Kabupaten Inhu, saksi PT. Tunggal Perkasa Plantantions seta camat pasir penyu, Rabu (20/4) di Gedung Buana Sakti Airmolek.

Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Inhu Miswanto, Wakil Ketua DPRD Sumini dan Adila Ansori, Kapolres Inhu, pejabat dilingkungan Pemkab Inhu, Camat Pasir Penyu serta jajaran manajeman PT TPP. Wakil Bupati Inhu H Khairizal mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada PT TTP yang telah menyerahkan HGB Nomor 83 tertanggal 8 Juni 1989 seluas 5,8 hektare dan HGB nomor 56 tertanggal 17 Oktober 1986 seluas 0,6 hektare. “Saya berharap apa yang dilakukan PT TPP dapat juga dilakukan perusahaan lain di Inhu, terutama pada areal konsesi yang didalamnya terdapat sejumlah fasilitas pemerintah, sehingga peningkatan sarana dan prasarana serta pengembangan wilayah dapat dilakukan secara terencana,” ucapnya.

Dijelaskan Wabup, pada HGB Nomor 83 tahun 1989 seluas 5,8 hektare, telah berdiri diatasnya sejumlah fasilitas pemerintah seperti Pasar Sri Gading, gedung Balai Adat Airmolek, Terminal, Kantor Desa dan Bali Desa Candirejo, Mushalla serta Balai Pengobatan Desa Candirejo. kemudian pada HGB Nomor 56 tahun 1986 seluas 0,6 hektare, saat ini telah terdapat bangunan SDN 021 Airmolek II. “Sebelum adanya penyerahan HGB ini, Pemkab Inhu selalu terkendala untuk melaksanakan pembangunan terhadap sejumlah fasilitas tersebut, sebab asetnya masih di kuasai PT TPP,” ujar Wabup.

Karena itu, setelah penyerahan HGB ini, Pemkab Inhu akan langsung mendaftarkannya ke Badan Pertanahan Nasional sehingga dapat digunakan atas nama Pemkab Inhu serta mendaftarkan ke Bagian Pengelolaan Aset untuk dihitung neracanya. Wabup juga berharap kedepan PT TPP dapat menghibahkan lokasi Ruang Terbuka Hijau Airmolek seluas 10 hektare, karena kedepan Pemkab Inhu berencana membangun Rumah Sakit atau Puskesmas Plus di area tersebut.

Presiden Direktur PT TPP Bambang Dwi Cahyo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kerjasama Pemkab Inhu dengan PT TPP selama ini. Dia mengatakan bahwa PT TPP sebagai perusahaan yang ada di Inhu akan siap membantu dan memberikan yang terbaik dalam peningkatan pembangunan di Inhu. Bambang Dwi Cahyo juga berharap semoga fasilitas umum yang diserahterimakan hari ini dapat menunjang dan bermanfaat seutuhnya untuk masyarakat Inhu serta meningkatkan hubungan kedua belah pihak. (hms) 
 
http://inhukab.go.id/content/pt-tunngal-hibahkan-tiga-lahan-ke-pemkab-inhu#sthash.bBmWRWfZ.dpuf

Has Tag :   #Hibah    #PT Tunggal    #Pemkab Inhu 

Gambar: Peresmian Kampung KB Oleh Wabub Khairizal
Kampung Keluarga Berencana (KB) diperlukan di seluruh desa di Indonesia. Sebab, keberhasilan program KB akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan kesejahteraan keluarga pra-sejahtera untuk menuju yang lebih baik.

"Kampung KB akan membangun masyarakat yang sejahtera dari tingkat keluarga. Kita harus memperkuat dan merevitalisasi program KB dan keluarga sejahtera. Jangan hanya berhenti pada pencanangan, tapi harus ada aksi dan gerakan," ujar.

Dikatakannya, hal terpenting dari pencanangan Kampung KB adalah gerakan dari program-program KB yang mampu bersinergi dengan program pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan lainnya. Antara lain dengan sosialisasi, komunikasi, edukasi tentang program KB kepada masyarakat, serta pelayanan KB di tingkat desa.

Menurut Kabid KB BP3AKB Inhu, Dewi Depayanti, kabupaten saat ini diminta untuk menunjuk satu Kampung KB, maka dari itu sesuai dengan kategori yang ada pada buku petunjuk teknis, maka di putuskan Beliga sebagai Kampung KB di Inhu.

Dikatakannya, Beligan merupakan salah satu daerah yang padat penduduk, perkampungan namun penggunaan KB nya rendah, maka perlu ditingkatkan, makanya ditunjuk sebagai Kampung KB di Inhu dan diresmikan oleh Wabup Inhu, Khairizal pada pencanangan KB Kes tingkat Provinsi Riau.

"Kampung KB merupakan salah satu program revolusi mental berbasis keluarga untuk membangun karakter bangsa Indonesia, tegas Dewi.

Dengan adanya Kampung KB, diharapkan manfaat program KB dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah kategori miskin, padat penduduk, terpencil yang tersebar di Indonesia. Pelaksanaan program KB sekarang lebih difokuskan pada masyarakat tidak mampu dan tidak punya akses terhadap fasilitas kesehatan.(MC Riau/ana)

http://mediacenter.riau.go.id/read/20607/beligan-jadi-kampung-kb.html

Has Tag :   #Beligan    #KB    #Wabub Inhu 

Gambar: Wabub Inhu H Khairizal Membuka MTK tingkat kecamatan Rengat Barat
Khairizal mengajak seluruh masyarakat muslim untuk terus meningkatkan pemahaman tentang arti dan makna ayat-ayat suci Al Qur’an. Komitmen untuk melaksanakan program magrib mengaji menjadi salah satu usaha yang penting untuk terus dijalankan.

Hal itu diungkapkan H Khairizal saat menyampaikan pidato Bupati Inhu pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 18 Tingkat Kecamatan Rengat Barat yang dipusatkan di lapangan eks Terminal Gerbang Sari Pematang Reba, Senin (18/4/2016) malam tadi.

Pada kesempatan itu, Wabup Khairizal juga mengharapkan khusus kepada para alim ulama dan tokoh agama, untuk dapat memberikan pemahaman keagamaan dengan tata cara yang lebih teduh dan toleran.

Senada dengan itu, Camat Rengat Barat Nurdjanah juga mengharapkan agar melalui MTQ ini akan memunculkan kader yang Qurani, eratnya ukhuwah islamiah serta menciptakan generasi muda yang agamis.

"Terlaksananya MTQ ini bukan merupakan tujuan akhir, tetapi peningkatan kualitas diri dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Quran yang diharapkan" jelas Nurdjanah.

Gelaran MTQ yang dijadwalkan berlangsung seminggu (18-24/4/2016), diikuti sebanyak 321 peserta dari 17 desa dan 1 kelurahan yang ada di Kecamatan Rengat Barat.

Beberapa cabang yang diperlombakan diantaranya tilawah Al Quran yang terdiri dari tartil, tilawah anak-anak, tilawah remaja dan tilawah dewasa, Syahril Quran, Fahmil Quran, dan Khat Al-quran (kaligrafi) yang terdiri dari dekorasi, hiasan mushaf dan naskah.

Pada kesempatan itu, atas nama Pemkab Inhu Wabup Khairizal menyerahkan secara simbolis bantuan mukena dan kain sarung sebanyak 200 buah kepada sejumlah perwakilan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan itu, Anggota DPRD Inhu Irwantoni, Anggota DPRD Inhu Suroko, Polsek, Danramil, unsur kecamatan, para kepala desa dan ketua BPD serta sejumlah tokoh masyarakat.(MC Riau/ana)

http://mediacenter.riau.go.id/read/20570/wabup-inhu-ajak-masyarakat-terus-jalankan-pro.html

Has Tag :   #MTQ    #Mengaji    #Wabub Inhu 

Gambar : Bangunan Liar di Jalan Lintas Rengat-Pematang Reba Dibongkar Satpol PP
Sejumlah pemukiman bangunan liar yang berada di jalan lintas Rengat-Pematang Reba, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), terpaksa dibongkar oleh Satpol PP, Selasa (19/4/2016).

Pasalnya pembongkaran bangunan rumah tersebut sudah mengganggu Badan Median Jalan (BMJ).

Kedatangan personil yang berjumlah puluhan orang itu, membuat pemilik rumah tak kuasa melakukan perlawanan. "Saya tidak punya keluarga di Inhu, sudah setahun saya tinggal digubuk liar itu, saya tidak tahu lagi harus pergi ke mana," ujar Ayu berurai air mata sambil memeluk anaknya, Selasa (19/4/2016).

Sementara Kanit Propos Satpol PP, Rony ketika diwawancarai dilokasi kejadian mengatakan, penertiban itu pihaknya sudah melakukan pendekatan persuasif sebelum dilakukan penggusuran itu.

"Kita juga sudah memberikan surat peringatan sampai tiga kali, namun mereka tak kunjung pindah, makanya kami bertindak," ujar Rony. (prt)

http://www.suluhriau.com/read-202591-2016-04-19-bangunan-liar-di-jalan-lintas-rengatpematang-reba-dibongkar-satpol-pp.html

Has Tag :   #Satpol PP    #Penggusuran    #Rengat 

Gambar : Kadisperindagpasar Inhu
Puluhan Gudang Barang milik para Pengusaha di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diduga tidak memiliki Izin, baik yang ada didalam Kota Rengat sebagai Ibukota Kab. Inhu maupun yang berada di daerah Kec Seberida, Belilas, Kec Rengat Barat, Pematang Reba, Kecamatan Pasir Penyu, Airmolek maupun daerah lainnya.

Sosialisasi sudah setiap tahun digelar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolah Pasar (Disperindagpas), bahkan dilakukan disetiap kecamatan yang ada dikabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Namun para pengusaha masih tetap membandel untuk tidak mengurus perizinan Gudang tempat stok penumpukan barang yang dimilikinya. Oleh sebab itu pihak Disperindagpas dalam waktu dekat akan menurunkan Tim guna untuk Inspeksi mendadak kesetiap gudang milik pengusaha yang ada didaerah ini.

Ketika hal tersebut dikonfirmasikan dengan Kepala Dinas (Kadis) Perindagpas Inhu Ir. Hasman Dayat MSi melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas), E. Adha S.Sos, MH, Minggu (20/12/2015) membenarkan hal tersebut, untuk itu pihaknya sudah menggelar sosialisasi bersama dengan Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMD PPT) Inhu sudah menggelar Sosialisai terhadap hal tersebut kesetiap kecamatan yang ada di Inhu.

Dia mengatakan, seperti minggu kemarin, juga masih kami gelar Sosialisasi bertempat dikantor Camat Pasir Penyu dan telah mengundang semua masyarakat baik pengusaha maupun pihak pihak yang terlibat terhadap usaha yang memiliki stok Pergudangan dimana Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Perindagpas Inhu Ir. Hasman Dayat, MSi pada hari kamis (17/12/2015) kemarin dan tampak dihadiri 30 Orang Pengusaha di Kab. Inhu, katanya.

“Sesuai dengan Permendagri No. 90 Tahun 2014 tentang Pergudangan, gudang mempunyai 4 Tipe yaitu keriteria A,B,C dan D, dimana gudang yang ukurannya 100 Meter persegi diwajibkan mengurus TDG (Tanda Daftar Gudang) dan Perizinan lainnya, sebut E. Adha S.Sos, MH, yang juga Ketua PMI Kec Pasir Penyu itu,.

Dipertegasnya, ketika tidak mengurus izin Gudang dan Izin lain sangsinya dapat dipidana dan di denda sebesar 5 Milyar rupiah dan juga Pemilik gudang harus melakukan penataan terhadap barang yang masuk dalam gudang, dimana barang yang bersifat bahan makanan harus dipisahkan dengan barang yang memiliki unsur kimia.

Ia juga mengatakan, terhadap rangkaian pengurusan rekomendasi izin tersebut diatas untuk Disperindagpas Inhu tidak dipungut Bayaran alias Nol Rupiah, jadi tidak ada alasan lagi bagi pengusaha pergudangan untuk tidak mengurus izin gudangnya, Berdasarkan data yang ada di Disperindagpas sejauh ini baru 61 gudang yang mengurus rekomendasi izin ke Disperindagpas Inhu, pungkasnya. (*)

[success title="Source : " icon="check-circle"] http://kabarriau.com/berita/9466/disperindagpas-inhu-ancam-pengusaha-tak-miliki-izin-pergudangan[/success]

Gambar : Bocah malamg bersama Rosnani saat diserahkan ke Dinsos Inhu
Seorang bocah laki-laki ditemukan di sebuah pondok kebun milik warga di Desa Batu Rijal Hilir, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Bocah yang diperkirakan masih berumur 8 tahun itu ditemukan warga sekitar sepekan yang lalu, tepatnya pada Rabu (9/12/2015).

Warga yang menemukan diketahui bernama Rosnani (45). Saat ditemukannya, kondisi bocah malang itu dalam keadaan kotor dan linglung, sehingga sulit diajak berkomunikasi. "Anak ini tidak bisu, namun kalau diajak bicara dia tidak mengerti, begitu juga sebaliknya, bicara anak ini juga sulit kita mengerti," ujar Rosnani kepada wartawan, Kamis (17/12/2015) di Pematang Reba.

Disebutkannya, dirinya sudah melaporkan soal penemuan anak itu kepada pihak Kecamatan Peranap dan pihak kepolisian sektor Peranap, namun lebih dari satu minggu, tak satupun orang yang mengaku kehilangan anak. Selain itu sambungnya, saluran pencernaan anak ini mengalami gangguan, sehingga setiap kali buang air kecil dan besar selalu kesulitan.

Agar tidak belepotan, setiap hari Rosnani harus memakaikan pempers (popok) terhadap anak itu. "Saat saya temukan tidak ada tanda-tanda yang aneh pada dirinya, hanya saja, bagian matanya lebam dan di bagian belakang kepalanya terdapat benjolan. Dan setelah seminggu saya rawat, kondisinya jauh membaik," kata Rosnani.

"Saya sangat kesulitan untuk merawatnya, karena kehidupan saya sendiri adalah sebagai buruh cuci. Oleh karena itu, hari ini dan hingga seterusnya saya serahkan kepada pihak Dinas Sosial Inhu," katanya. Setelah penyerahan itu, Rosnani bersama dengan Dinas Sosial Inhu menitipkan bocah malang itu ke Panti Asuhan Jariah di Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu. "Setelah di panti asuhan, semoga bocah malang ini bisa lebih terurus lagi," pungkasnya.***

[success title="Source : " icon="check-circle"] http://www.potretnews.com/berita/baca/2015/12/18/kasihan-bocah-8-tahun-ini-ditemukan-dalam-kondisi-linglung-di-inhu-ini-fotonya-barangkali-ada-yang[/success]

HUT ke 69, Kodim 0302 Inhu Gelar Bakti Sosial
 
Sosbud - Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 69 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada tanggal 5 Oktober setiap tahunnya, Komando Distrik Militer (Kodim) 0302 Indragiri Hulu gelar bakti sosial. 
 
Bertempat di lapangan terbuka hijau Rengat, Selasa (2/9/2014). "Bakti sosial ini dalam rangka memperingati HUT ke 69 TNI. Tidak hanya dijajaran Kodim, Kompi 132 Lirik juga itut mensukseskan acara ini, diantaranya donor darah, sunat masal dan pengobatan masal untuk warga Rengat secara gratis", ujar Dandim 0302 Inhu, Letkol Inf Albert Panjaitan. Selain itu, jajaran Kodim 0302 Inhu bersama anggota dan pengurus Forum Lintas Etnis (Forlet) Inhu juga menggelar gotoroyong bersama dengan membersihkan selokan dan jalan-jalan di seputaran lapangan hijau Rengat. 
 
 "Dihimbau kepada seluruh jajaran Kodim 0302, agar ikut mendukung pembangunan, dan terus melaksanakan kegiatan karya bhakti ini. Begitu juga dimasing-masing Koramil, saya minta kegiatan bakti sosial ini agar terus dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat," sebutnya. 
 
Dandim mengaku, dirinya bangga dengan prajurit TNI di jajaran Kodim Inhu dan Kipan B Lirik yang secara antusias ikut menyumbangkan darahnya untuk digunakan masyarakat melalui PMI Inhu. "Inilah prajurit TNI, harus berkorban untuk rakyat. Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran Kodim 0302 Inhu dan Kipan B Lirik yang telah berpatisifasi mendonorkan darahnya. 
 
Semoga ini dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di Kabupaten Inhu," tandas Albert Panjaitan. Selai ratusan prajurit Kodim dan Kompi 132 Lirik, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga hadir pada acara tersebut. Bahkan kehadiran bupati Inhu itu membawa berkah tersendiri bagi peserta sunat masal. Saat hadir dalam acara itu, bupati termuda di Riau ini memberikan berupa bingkisan kepada peserta sunat masal tersebut.

Pelajar YPAIR Rengat Dilaporkan Hilang Selama 4 Hari
 
FOKUS INHU - Amalia Juniarti Sari (17), pelajar kelas IX Madrasah Tsanawiah Yayasan Pendidikan Agama Islam Rengat (PAIR) ini dilaporkan hilang sejak empat hari yang lalu. 
 
Gadis belia asal Km 08 Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir itu tinggal di Rengat bersama tantenya di Jalan datuk Sarimin, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Amelia diketahui hilang sejak, Sabtu (23/8/2014) kemaren. 
 
Sejauh ini tak satupun yang tahu keberadaan Amelia. Kasus hilangnya Amalia telah dilaporkan dan ditangani oleh Polres Inhu. 
 
Diharapkan Amalia dapat ditemukan dan pulang dengan selamat.“Saya berharap keponakan saya Amalia bisa pulang dengan selamat, kami sangat menyayangi dia. Bagi yang menemukan diharapkan bisa melaporkan kepada keluarga atau pihak kepolisian”, sebut Khusnul Khotimah tante Amalia, Selasa (25/8/2014) di Rengat. 
 
Sementara itu, Kapolres Inhu, AKBP Aris Prasetya Indaryanto melalui Kasubag Humas Polres, Ipda Yarmen Djambak, sat dikonfirmasi Selasa (26/8/2014), membenarkan adanya laporan orang hilang yang diterima Polres Inhu. “Benar, kita telah menerima laporan tersebut dan telah kita proses untuk penyelidikan lebih lanjut “ ujarnya. 
 
Saat pergi dari rumah, Amalia mengenakan pakayan training dan tas ransel warna hitam, sepatu warna coklat dan mengendarai sepeda motor Revo Fit hitam les biru, dengan nomor polisi BM 4246 GT, dengan tinggi badan 150 cm serta berat 63 Kg. “Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan gadis dengan cirri-ciri tersebut, diharapkan segera melaporkan kekantor polisi terdekat atau menghubungi ke nomor HP 0813.7404.7828”, tegas Yarmen.

 
SOSBUD - Dalam Rangka Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang ke 69 Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar Parade Musik Legendaris dan Festival Band.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rengat mulai senin (18/8) hingga kamis (21/8) yang diikuti oleh berbagai Group Band dari berbagai daerah se Provinsi Riau.

Festival ini dibuka oleh Asisten III Setdakab. Inhu Agusrianto SH selaku Pembina Dewan Kesenian Indragiri (DKI) mewakili Bupati Inhu H. Yopi Arianto SE.

H. Mailiswin S.Sos dalam laporannya pada saat pembukaan senin (18/8) menyampaikan bahwa bentuk kegiatan ada dua yaitu Parade dan Festival Band dimana pesertanya meningkat dari tahun sebelumnya dimana ini merupakan tahun kedua kita laksanakan.

Peserta ada 30 peserta ini mengingat waktu, dimana yang mendaftar adalah sebanyak 50 Group, namun mengingat keterbatasan waktu yang hanya 4 Hari maka dibatasi sebanyak 30 Peserta saja, jelasnya.

Sementara itu Agusrianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini merupakan suatu kegiatan yang luar biasa, dimana di Riau hanya Kab. Inhu yang diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan ini.

Pemkab. Inhu berharap acara ini menjadi motivasi dan dapat berjakan setiap tahun, dimana pada tahun mendatang akan lebih besar lagu, jika pada tahun ini kita laksanakan seriau pada tahun depannya sesumatera, katanya.

Jadikan kegiatan ini sebagai motivasi bagi anak-anak muda untuk berprestasi, kehadiran group musik dapat dijadikan contoh dan pelajaran berharga, pungkasnya.

Ada Diskriminasi Etnis di Talang Suka Maju, Rakit Kulim

SOSBUD - Masyarakat Desa Talang Sukamaju Kecamatan Rakit Kulim mengecam keras sikap monopoli dan otoriter Kepala Desa mereka, Tiau yang juga menjabat sebagai Batin Suku Pedalaman.

Kecaman itu mengalir karena Kades Tiau yang tidak tahu baca tulis itu dan masih aktif hingga tahun 2015 tapi justru mencoba menginterpensi panitia pemilihan calon kepala desa (Calkades) di Desa yang dipimpinnya.

Seperti disampaikan salah seorang warga, Suheri, kepada sejumlah wartawan menjelaskan tentang prilaku Kades Talang Sukamaju, Tiau, maupun perangkatnya mencoba melakukan diskriminasi dan intervensi terhadap masyarakatnya yang bukan Suku Talang Mamak untuk tidak sekali-kali mendaftarkan diri sebagai salah satu calkades didesanya.

Larangan itu tidak terkecuali kepada siapapun warganya meski sudah domisili tetap hingga puluhan tahun di Desa. 'Pokoknya yang namanya pendatang tidak diperbolehkan ikut balon calkades,' ungkap Suheri, kemaren.

Kades Tiau tidak mencalonkan diri pada Calkades periode berikutnya karena dia tersandung buta huruf serta tidak pernah menyelesaikan pendidikan setara SLTA sehingga persyaratan kepemilikan ijazah tidak dimilikinya dan kembali mengkaderkan cucu kandungnya bernama Kicok (18) tamat SMP.

Masyarakat Desa Talang Sukamaju sendiri berharap adanya perubahan kepemimpinan untuk kemajuan Desa Talang Suka Maju dan kesejahteraan itu tidak saja dirasakan keluarga Kades Tiau dan para perangkat Desa.

'Bayangkan saja, Kantor Desa Talang Sukamaju saja dibangun dari pihak perusahaan. Jika tidak, Desa ini tak adan Kantor Desa. Sedangkan lobi-lobi ke Pemerintah mereka tidak mampu,' terang Suheri.

Kepala Bapemas Pemdes Inhu, Suratman, menyesalkan sikap otoriter dan monopoli Calkades dari Kades Tiau.

'Jika bisa dibuktikan adanya diskriminasi dan intervensi yang dilakukan Kades Talang Sukamaju dengan perangkatnya laporkan saja ke Bapemas Pemdes atau langsung ke pihak Kepolisian untuk dilakukan proses hukum,' saran Suratman.

Sebab aturan yang mengatur tentang desa yaitu UU No.6 Tahun 2014 dan pencalonan Kades pada PP No.43 Tahun 2014 jelas dijabarkan bahwa warga Negara Indonesia dimanapun berada sama haknya untuk memimpin suatu lembaga desa, yaitu dengan persyaratan KTP dan KK tempatan.

'Silahkan warga desa Talang Sukamaju yang berkeinginan ikut mencalonkan diri untuk menjadi Kepala Desa sepanjang dia memenuhi persyaratan sesuai dengan aturan dan undang undang yang berlaku, diantaranya memiliki KTP dan KK,'saran Suratman.

Sementara itu bakal calon Kades Talang Sukamaju, Marudut P yang mengaku sudah puluhan tahun domisisli disana mengatakan dirinya tetap akan ikut mencalonkan diri pada Pilkades Talang Sukamaju 2015 mendatang.

Keinginan itu teriktiar dikala Masyarakat Talang Sukamaju mengkehendaki adanya perubahan yang signifikan terhadap kemajuan desa sekaligus mensipiritnya untuk ikut mencalonkan diri dalam Pilkades Talang Sukamaju tahun mendatang

Jelang Pilkada 2015, Disintegrasi Mulai Mengintai Masyarakat Inhu
 
Disadari atau tidak, pasca pengiktiaran beberapa tokoh Masyarakat Inhu untuk ikut berkompetisi sebagai bakal calon Bupati Inhu tahun 2015 mendatang masyarakat mulai terpecah-pecah.

Dikhawatirkan pula akibat kepentingan politik perorangan atau golongan (para balon-red) tersebut adalah masyarakat awam karena telah terperangkap dalam sekat-sekat konflik yang ditimbulkan perubahan sosial dan jika dbiarkan terus akan membawa proses disintegrasi.

Menyikapi fenomena sosial tersebut diatas Ketua Umum Forum Lintas Etnis (Forlet) Kabupaten Inhu H Agus Rianto, SH kepada seluruh elemen masyarakat Inhu meliputi etnis, rasa, dan keyakinan untuk tetap waspada sehingga tidak terseret pada konflik dan ketegangan sosial yang ditimbulkan perubahan sosial politik.

'Mari kita perkokoh persatuan dan kesatuan antar sesama, baik sesama umat beragama, etnis dan ras, masyarakat jangan sampai terpecah belah yang mengakibatkan terjadinya gesekan ataupun benturan, karena hal itu hanya merugikan masyarakat itu juga,' himbaunya.

Sebab disintegarsi yang diakibatkan suhu politik akan memutus hubungan silaturahmi antar sesama sehingga di mana orang-orang di dalam masyarakat tidak dapat lagi menjalin kerukunan dan kebersamaan, hilangnya keutuhan atau persatuan, saling menghancurkan melalui fitnah sehingga terjadi perpecahan dalam kehidupan sosial,terang Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Inhu itu.

Menurutnya, salah satu jurus meminimalisir terjadinya disintegrasi yang diakibatkan kepentingan politik masyarakat Inhu harus berpegang teguh pada dua pilar, yaitu dengam meningkatkan rasa persaudaran (ukhuwah) dan kebersaman (takaful).

'Masyarakat jangan terpancing dengan berbagai isu yang dapat memecah belah keberadaan warga di pedesaan. Sebaliknya mari kita fokus mendukung program Pemerintah guna mewujudkan masyarakat yang mauj dan sejahtera,' ajaknya.

Sebelumnya 'kaca mata' mantan anggota DPRD Inhu 'meneropong' telah terjadi pergeseran sosial politik yang diakibatkan kepentingan pribadi atau golongan.

Bahkan mereka sebagai tim sukses salah satu balon cenderung menonjolkan kepentingan politiknya dengan menonjolkan kelebihan balon yang dia dukung dan sebaliknya memperuncing kelemahan rivalis. 'Semua itu mereka lakukan guna mempengaruhi sospol ditengah masyarakat awam,'rinci Hatta, Rabu (13/8).

Menurut tokoh Masyarakat Kecamatan Pasir Penyu itu para tokoh yang telah beriktiar untuk maju sebagai balon bupati di Pilkada tahun depan masih terlalu dini menyatakan Politik apalagi mensosialisaikan diri.

Sebaliknya mereka yang mengaku sebagai tokoh dan maju di Pilkada Inhu tahun depan akan lebih baik memikirkan kepentingan masyarakat dan mendukung program Pemerintah dan jangan melakukan pengkotak-kotakan,pintanya.

Seperti diketahui meski pelaksanaan Pilkada Bupati Inhu masih setahun lagi yaitu tahun 2015 tapi keberadaan masyarakat pendukung masing masing kandidatnya sudah saling menjagokan masing-masing bakal calon.

Memanasanya suhu perpolitikan di Inhu terhitung pasca pelaksanaan Pilpres. Bahkan tidak sedikit para bakal calon Bupati Inhu tersebut sudah mulai mendeklarasikannya meski belum secara terbuka.

Dari berbagai argument ditengah masyarakat Inhu, yang bakal muncul sebagai balon Bupati tahun depan antara lain Drs H Emrizal Pakis, Wabup Inhu, H Harman Harmaini berdampingan dengan Kapten Toni, dan Bupati Inhu H Yopi Arianto, SE sebagai incumbent.

Lantaklah Desa Danau Baru dan Disbun Inhu Keluar Sebagai Juara Bersama
 
Sampan Lantaklah dari Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat dan tim Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri HUlu (Inhu) keluar sebagai juara bersama lomba pacu sampan tradisional yang diselenggarakan Pemkab Inhu di Tepian Sungai Indragiri, Jembatan Trio Amanah Rengat, sejak Rabu (13/8/2014) kemarin.
 
Untuk posisi ketiga, diraih tim Teseralah yang juga dari Desa Danau Baru dan tim utusan Bagian Keuangan Setda Inhu berada pada posisi keempat. Juara bersama ini ditetapkan panitia penyelenggara Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudsata) Inhu. 
 
Karena penyelenggaraan partai final antara kedua sampan tersebut tidak memungkin lagi, mengingat hari sudah malam. “Penetapan juara bersama ini diambil berdasarkan kesepakatan panitia dengan kedua tim yang akan berlomba pada partai final. 
 
Mereka sepakat hadiah dibagi dua,” ujar Kepala Disporabudsata Inhu, Armansyah, Kamis (14/8/2014). Disebutkan Armansyah, pihaknya sangat berterimakasih kepada seluruh tim yang telah andil dalam acara ini. Jadikan ajang ini sebagai wadah silaturahmi dan hiburan. 
 
Terlebih pacu sampan adalah tradisi masyarakat yang ada dibumi melayu ini, singkatnya. Seperti diketahui, pacu sampan antar SKPD dan umum ini diikuti oleh 73 tim pendayung Inhu dengan panjang lintasan sekitar 350 meter. Pancang star dihilir jembatan Trio Amanah serta pancang finis didepan rumah dinas Bupati Inhu.

Putra Terbaik Indragiri Hulu AKBP Susilowadi Meninggal Dunia
 
Sunggu kabar yang cukup mengejutkan bagi warga yang inhu, terutama warga kota rengat Salah seorang putra terbaik Indragiri Hulu AKBP Susilowadi SH MH atau yang kerap disapa Bang Ilo telah pergi untuk selamanya menghadap sang Ilahi.

Bang Ilo menghembuskan nafas terakhirnya di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepat pada pukul 19.10 Kamis (14/8) malam tadi ini.

Menurut Arif, salah seorang kerabat yang selalu mendampingi bang Ilo mengungkapkan, pada Rabu (13/8) sekitar pukul 01.00 dini hari, bang Ilo dilarikan ke RS Mitra Keluarga karena secara tiba - tiba mengeluh bagian dadanya terasa sakit seperti yang dilansir redaksi dari kabarinhu.com.

"Jadi waktu malam itu bang ilo mengeluh, katanya dadanya sakit. Sebelumnya beliau baik - baik saja tidak ada tanda - tanda sakit padanya," tutur Arif.

Ditambahkan Arif, saat ini jenazah Bang Ilo masih disemayamkan di RS Mitra Keluarga, Jakarta.

Rencananya, jenazah pejuang pelurusan sejarah 5 Januari itu akan di makamkan di kampung kelahirannya, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Jum'at (15/8).

"Jenazah bang Ilo akan kami bawa besok pagi dari Jakarta menuju Rengat. Mohon do'a saudara - saudara dan kerabatnya ya," ujar Arif.

Disdik Inhu Menggalang Dana Untuk Palestina
 
SOSBUD - Krisis Gaza memang menjadi perhatian Dunia, dimana ribuan mayarakat sipil yang terdiri dari orang tua, perempuan dan anak-anak telah menjadi korban keganasan Zionis Israel.

Dukungan terhadap warga muslim Gaza di Palestina ini juga datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dimana seluruh pegawai Disdik menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk disumbangkan pada warga Palestina yang saat ini terus di bombardir Israel.

"Penggalangan dana ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap muslim Palestina yang saat ini sedang membutuhkan bantuan. Penggalangan dana bukan hanya ditingkat pegawai dilingkungan Disdik saja, melainkan juga melibatkan UPTD Disdik se-Inhu," ujar Kadisdik Inhu Ujang Sudrajad, M.Pd melalui Sekretarisnya Hefnan Endri, M.Pd, Selasa (12/8/2014) di Pematang Reba.

Selain itu kata Hefnan, UPT Disdik yang ada di setiap kecamatan juga melakukan penggalangan dana kepada para pelajar dan guru pada hari pertama masuk sekolah, Senin (11/8/2014) kemarin.

"Hingga saat ini sudah 8 UTPD kecamatan yang telah melaporkan realisasi penggalangan dana itu, kita masih menunggu 6 kecamatan lagi. Jika semuanya sudah terkumpul baru kita hitung jumlahnya, dan secepatnya disalurkan melalui Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) Kabupaten Inhu," tutupnya. (ali)
Powered by Blogger.