![]() |
| Gambar: Peresmian Kampung KB Oleh Wabub Khairizal |
Kampung Keluarga Berencana (KB) diperlukan di seluruh desa di Indonesia. Sebab, keberhasilan program KB akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan kesejahteraan keluarga pra-sejahtera untuk menuju yang lebih baik.
"Kampung KB akan membangun masyarakat yang sejahtera dari tingkat keluarga. Kita harus memperkuat dan merevitalisasi program KB dan keluarga sejahtera. Jangan hanya berhenti pada pencanangan, tapi harus ada aksi dan gerakan," ujar.
Dikatakannya, hal terpenting dari pencanangan Kampung KB adalah gerakan dari program-program KB yang mampu bersinergi dengan program pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan lainnya. Antara lain dengan sosialisasi, komunikasi, edukasi tentang program KB kepada masyarakat, serta pelayanan KB di tingkat desa.
Menurut Kabid KB BP3AKB Inhu, Dewi Depayanti, kabupaten saat ini diminta untuk menunjuk satu Kampung KB, maka dari itu sesuai dengan kategori yang ada pada buku petunjuk teknis, maka di putuskan Beliga sebagai Kampung KB di Inhu.
Dikatakannya, Beligan merupakan salah satu daerah yang padat penduduk, perkampungan namun penggunaan KB nya rendah, maka perlu ditingkatkan, makanya ditunjuk sebagai Kampung KB di Inhu dan diresmikan oleh Wabup Inhu, Khairizal pada pencanangan KB Kes tingkat Provinsi Riau.
"Kampung KB merupakan salah satu program revolusi mental berbasis keluarga untuk membangun karakter bangsa Indonesia, tegas Dewi.
Dengan adanya Kampung KB, diharapkan manfaat program KB dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah kategori miskin, padat penduduk, terpencil yang tersebar di Indonesia. Pelaksanaan program KB sekarang lebih difokuskan pada masyarakat tidak mampu dan tidak punya akses terhadap fasilitas kesehatan.(MC Riau/ana)
"Kampung KB akan membangun masyarakat yang sejahtera dari tingkat keluarga. Kita harus memperkuat dan merevitalisasi program KB dan keluarga sejahtera. Jangan hanya berhenti pada pencanangan, tapi harus ada aksi dan gerakan," ujar.
Dikatakannya, hal terpenting dari pencanangan Kampung KB adalah gerakan dari program-program KB yang mampu bersinergi dengan program pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan lainnya. Antara lain dengan sosialisasi, komunikasi, edukasi tentang program KB kepada masyarakat, serta pelayanan KB di tingkat desa.
Menurut Kabid KB BP3AKB Inhu, Dewi Depayanti, kabupaten saat ini diminta untuk menunjuk satu Kampung KB, maka dari itu sesuai dengan kategori yang ada pada buku petunjuk teknis, maka di putuskan Beliga sebagai Kampung KB di Inhu.
Dikatakannya, Beligan merupakan salah satu daerah yang padat penduduk, perkampungan namun penggunaan KB nya rendah, maka perlu ditingkatkan, makanya ditunjuk sebagai Kampung KB di Inhu dan diresmikan oleh Wabup Inhu, Khairizal pada pencanangan KB Kes tingkat Provinsi Riau.
"Kampung KB merupakan salah satu program revolusi mental berbasis keluarga untuk membangun karakter bangsa Indonesia, tegas Dewi.
Dengan adanya Kampung KB, diharapkan manfaat program KB dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah kategori miskin, padat penduduk, terpencil yang tersebar di Indonesia. Pelaksanaan program KB sekarang lebih difokuskan pada masyarakat tidak mampu dan tidak punya akses terhadap fasilitas kesehatan.(MC Riau/ana)
http://mediacenter.riau.go.id/read/20607/beligan-jadi-kampung-kb.html

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.