Rengat Barat - Tangki cadangan (drop tangki) pesawat tempur jenis Hawk 200 milik TNI AU jatuh di Dusun Titian Tinggi, Desa Sungai Baung, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu, Jumat (4/10) sekitar pukul 15.30 Wib.
Lokasi jatuhnya tanki cadangan itu berada di dua lokasi yakni di lahan hutan belukar atau sekitar 5 meter dari kebun sawit milik Salmunziri yang juga mantan Kades Sungai Baung. Lokasi kedua berjarak sekitar 700 meter dari lokasi pertama atau sekitar 15 meter dari jalan Desa Sungai Baung.
Jatuhnya tangki cadangan pesawat tempur milik Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru tersebut cukup mengagetkan sejumlah warga yang kebetulan tengah beraktivitas di sekitar lokasi kejadian. Puluhan warga langsung berdatangan untuk melihat dari dekat puing-puing tangki tersebut.
Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, hanya saja salah seorang warga Desa Sungai Baung, Jamroi (27) yang kebetulan tengah mencari kayu mengalami luka dibagian kaki kirinya karena terjatuh saat berlari menyelamatkan diri ketika mengetahui ada benda yang jatuh dari langit.
“Saya tengah mencari kayu, tiba-tiba mendengar bunyi suara dari atas dan ketika saya lihat ternyata ada seperti benda yang akan menimpa kepala saya. Saat itu juga saya langsung berlari untuk menghindar, tetapi karena ketakutan saya terjatuh,” ujar Jamrowi yang masih terlihat pucat.
Jamrowi mengakui, saat benda tersebut menyentuh tanah, ia mendengar bunyi yang lumayan keras. Namun ia tidak berani untuk melihatnya dari dekat dan memilih pulang ke rumah. “Saya kembali lagi setelah warga ramai melihat benda tersebut,” ucapnya.
Kepala dusun Titian Tinggi II Darsono mengatakan bahwa saat peristiwa terjadi warga tengah melaksanakan gotong royong memperbaiki jalan desa. Tiba-tiba beberapa warga mendengar suara seperti angin menderu. “Setelah ada suara angin disusul suara ledakan sebanyak dua kali tetapi tidak mengeluarkan api,” ujarnya.
Warga yang tengah memulai gotong royong, langsung mencari sumber suara tersebut. Ternyata tangki tersebut jatuh di hutan belukar hingga membuat lubang sepanjang 3 meter dengan kedalaman sekitar 1 meter. Disekitar lokasi juga tercium aroma menyengat yang diduga berasal dari bahan bakar pesawat yang ada di tangki tersebut. “Acara gotong royong kami tidak sampai selesai. Karena warga sudah pergi melihat tanki tersebut,” terangnya.
Kanit Reskrim Polsek Rengat Barat, Ipda Aman Roni yang ditemui dilokasi kejadian mengungkapkan bahwa pihaknya hanya mengamankan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Untuk sementara diamankan disekitar lokasi kejadian sambil dipasang policeline,” ujarnya singkat.
Sementara itu Kepala Penerangan Lanud Reosmin Nurjadin Pekanbaru Mayor Filfardri ketika dikonfirmas wartawan melalui telepon selularnya mengungkapkan bahwa tangki pesawat tempur yang jatuh itu merupakan tangki cadangan pesawat Hawk 200.
Tanki cadangan itu sengaja di lepas karena ada ganguan teknis. “Bukan emergency tapi ada gangguan dan harus dijatuhkan. Hal itu sudah sesuai aturan dalam penerbangan pesawat tempur yang mengharuskan melepas tanki cadangan karena ada masalah,” kata Mayor Filfadri.
Menurutnya, siang itu, tadi pesawat tempur TNI AU Pekanbaru jenis Hawk 200 melakukan latihan rutin di wilayah Inhu. Karena ada masalah, pilot pesawat tempur harus melepaskan tanki cadangannya. Sedangkan pesawat mendarat dengan selamat di pangkalan TNI AU Reomin Nurjadin Pekanbaru sekitar pukul 15.50 Wib. Bahkan tidak kendala berarti pada pesawat tempur jenis hawk 200 tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari kejadian itu, sudah diturunkan satu tim dari TNI AU Pekanbaru untuk mengevakuasi tangki cadangan yang jatuh tersebut. “Penyebab gangguan belum dapat diketahui secara pasti. Namun hal itu baru akan jelas, setelah satu tim yang saat ini sudah turun kelapangan,” terangnya.
Lokasi jatuhnya tanki cadangan itu berada di dua lokasi yakni di lahan hutan belukar atau sekitar 5 meter dari kebun sawit milik Salmunziri yang juga mantan Kades Sungai Baung. Lokasi kedua berjarak sekitar 700 meter dari lokasi pertama atau sekitar 15 meter dari jalan Desa Sungai Baung.
Jatuhnya tangki cadangan pesawat tempur milik Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru tersebut cukup mengagetkan sejumlah warga yang kebetulan tengah beraktivitas di sekitar lokasi kejadian. Puluhan warga langsung berdatangan untuk melihat dari dekat puing-puing tangki tersebut.
Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, hanya saja salah seorang warga Desa Sungai Baung, Jamroi (27) yang kebetulan tengah mencari kayu mengalami luka dibagian kaki kirinya karena terjatuh saat berlari menyelamatkan diri ketika mengetahui ada benda yang jatuh dari langit.
“Saya tengah mencari kayu, tiba-tiba mendengar bunyi suara dari atas dan ketika saya lihat ternyata ada seperti benda yang akan menimpa kepala saya. Saat itu juga saya langsung berlari untuk menghindar, tetapi karena ketakutan saya terjatuh,” ujar Jamrowi yang masih terlihat pucat.
Jamrowi mengakui, saat benda tersebut menyentuh tanah, ia mendengar bunyi yang lumayan keras. Namun ia tidak berani untuk melihatnya dari dekat dan memilih pulang ke rumah. “Saya kembali lagi setelah warga ramai melihat benda tersebut,” ucapnya.
Kepala dusun Titian Tinggi II Darsono mengatakan bahwa saat peristiwa terjadi warga tengah melaksanakan gotong royong memperbaiki jalan desa. Tiba-tiba beberapa warga mendengar suara seperti angin menderu. “Setelah ada suara angin disusul suara ledakan sebanyak dua kali tetapi tidak mengeluarkan api,” ujarnya.
Warga yang tengah memulai gotong royong, langsung mencari sumber suara tersebut. Ternyata tangki tersebut jatuh di hutan belukar hingga membuat lubang sepanjang 3 meter dengan kedalaman sekitar 1 meter. Disekitar lokasi juga tercium aroma menyengat yang diduga berasal dari bahan bakar pesawat yang ada di tangki tersebut. “Acara gotong royong kami tidak sampai selesai. Karena warga sudah pergi melihat tanki tersebut,” terangnya.
Kanit Reskrim Polsek Rengat Barat, Ipda Aman Roni yang ditemui dilokasi kejadian mengungkapkan bahwa pihaknya hanya mengamankan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Untuk sementara diamankan disekitar lokasi kejadian sambil dipasang policeline,” ujarnya singkat.
Sementara itu Kepala Penerangan Lanud Reosmin Nurjadin Pekanbaru Mayor Filfardri ketika dikonfirmas wartawan melalui telepon selularnya mengungkapkan bahwa tangki pesawat tempur yang jatuh itu merupakan tangki cadangan pesawat Hawk 200.
Tanki cadangan itu sengaja di lepas karena ada ganguan teknis. “Bukan emergency tapi ada gangguan dan harus dijatuhkan. Hal itu sudah sesuai aturan dalam penerbangan pesawat tempur yang mengharuskan melepas tanki cadangan karena ada masalah,” kata Mayor Filfadri.
Menurutnya, siang itu, tadi pesawat tempur TNI AU Pekanbaru jenis Hawk 200 melakukan latihan rutin di wilayah Inhu. Karena ada masalah, pilot pesawat tempur harus melepaskan tanki cadangannya. Sedangkan pesawat mendarat dengan selamat di pangkalan TNI AU Reomin Nurjadin Pekanbaru sekitar pukul 15.50 Wib. Bahkan tidak kendala berarti pada pesawat tempur jenis hawk 200 tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari kejadian itu, sudah diturunkan satu tim dari TNI AU Pekanbaru untuk mengevakuasi tangki cadangan yang jatuh tersebut. “Penyebab gangguan belum dapat diketahui secara pasti. Namun hal itu baru akan jelas, setelah satu tim yang saat ini sudah turun kelapangan,” terangnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.