Foto : Pendidikan
Rengat - Menekuni usaha sebagai pembuat kacang goreng dan keripik bawang malaysia sudah ditekuni Daud Noverlis (44) bersama istrinya Suhartati (40) sejak lima tahun silam. Namun selama hampir dua tahun, keuntungan dari usahanya itu hanya bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.


Bahkan rencana untuk mengembangkan usaha selalu terbentur modal, meskipun permintaan kacang goreng dan keripik bawang malaysia buatannya terus meningkat di pasaran. Kondisi itu membuat kehidupan ekonomi keluarga Daud tidak mengalami perubahan.

Namun berbagai cerita pahit dan kerja keras Daud secara perlahan mulai menunjukkan hasilnya. Berawal tahun 2011, ia memperoleh informasi bahwa Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Cahaya Maju, Desa Sungai Guntung Hilir bisa memberikan pinjaman modal kepada para pengusaha kecil dan menengah.

Dengan modal nekat, Daud kemudian menemui pengurus UED-SP Cahaya Maju yang ada di desanya untuk memperoleh pinjaman modal senilai Rp 10 juta. Tanpa prosedur yang sulit, akhirnya pengurus UED-SP menyetujui permohonan pinjaman Daud tersebut.
 
Modal Rp 10 juta itu langsung saya gunakan untuk menambah produksi. Jika biasanya kacang goreng saya buat hanya 2 sampai 3 kg per hari, saya tingkatkan menjadi 5 kg per hari. Begitu juga keripik bawang malaysia, jika sebelumnya hanya bisa 3 sampai 4 kg per hari, saya tingkatkan menjadi 10 kg per hari,ö ungkap Daud ditemui dikediamannya, Desa Sungai Guntung Hilir, Minggu (6/10).

Upaya Daud meningkatkan produksi kacang goreng dan keripik bawang malaysia tersebut tidak langsung berjalan mulus. Hasil keuntungan dari penjualan kacang goreng dan keripik bawang malaysia miliknya belum begitu terlihat. Padahal untuk membuat kacang goreng hingga 5 kg dan keripik bawang 10 kg, Daud dan istrinya Suhartati harus bekerja dari pukul 20.00 Wib hingga 04.00 subuh. Paginya, Daud harus kembali memasarkan kacang goreng dan keripik bawang malaysia buatannya ke warung dan toko. ôHampir empat bulan saya agak kesulitan untuk mengangsur pinjaman ke UED-SP karena hasil penjualan belum begitu terlihat, ungkapnya.

Namun berkat keyakinan dan kerja keras tanpa henti yang dilakukan Daud bersama istrinya, secara perlahan penjualan kacang goreng dan keripik bawang malaysia buatannya mengalami peningkatan. Bahkan menjelang lebaran, permintaan kacang goreng dan keripik bawang malaysia buatanya bisa dua kali lipat dari biasanya.

Dari usahanya itu Daud sudah bisa mengantongi keuntungan bersih antara Rp 3 sampai Rp 5 juta perbulan. Dari hasil usahanya itu pula, saat ini Daud sudah mampu membangun warung permanen sendiri untuk berjualan kebutuhan sehari-hari, memiliki kebun coklat dan menyekolahkan anaknya hingga ke pulau jawa.
 
Alhamdulillah pinjaman pertama saya tahun 2011 dengan UED-SP senilai Rp 10 juta sudah lunas. Dan saat ini saya sudah minjam modal untuk kedua kalinya juga senilai Rp 10 juta. Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa lunas,ö ungkapnya.

Daud berencana akan kembali mengajukan pinjaman kepada UED-SP Cahaya Maju untuk tahun 2014 mendatang senilai Rp 20 juta. Pinjaman itu akan ia gunakan untuk membeli peralatan penunjang usahanya seperti kompor, alat pengepakan dan pembuatan merek usaha. Sebab selama ini proses membuat kacang goreng dan keripik bawang malaysia masih menggunakan kayu bakar, dan pengempakan menggunakan lilin atau lampu colok serta belum ada merek usaha.

Sementara itu, Pendamping Desa UED SP Cahaya Maju, Donald Subhan, S.Sos membenarkan bahwa Daud Noverlis merupakan salah satu nasabah UED SP yang sudah dua kali menerima pinjaman modal untuk usaha. Donald juga mengungkapkan bahwa Daud merupakan salah satu nasabah yang paling berhasil mengembangkan usahanya. UED SP Cahaya Maju Desa Sungai Guntung Hilir berdiri sejak tahun 2010 dengan modal awal Rp 500 juta. Saat ini sudah memiliki 184 nasabah dengan dana yang digulirkan mencapai Rp 1,3 miliar. Mayoritas untuk usaha perkebunan dan perdagangan, ungkapnya.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.