Rengat Barat - Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau Hendrizal marah setelah diberitakan soal belum optimalnya pengawasan hasil perkebunan yang membuat anjloknya harga sawit.

"Saya dibentak dan ditunjuk- tunjuk seperti melecehkan saya yang tengah menjalankan tugas-tugas jurnalistik," kata Prastiya di Rengat, Jumat.

Ia mengatakan, bahkan Hendrizal dengan nada keras dan wajah memerah menyampaikan perkataan tidak senonoh kepada wartawan yang menerbitkan berita. Kejadian yang tidak menyedapkan itu dialami awak media atas nama Prastiya Tampubolon (Wartawan harian Vokal) terbitan Pekanbaru.

Dalam pemberitaan itu disebutkan anjloknya harga sawit di daerah yang menyebabkan merosotnya pendapatan petani sawit terutama yang tidak bermitra dengan perusahaan tidak terlepas dari lemahnya kinerja Disbun.

"Apakah anda suka kalau saya di nonjobkan dari kepala dinas dan jika saya dinonjobkan anda senang ya," begitu kata-kata Hendrizal dengan nada marah kepada Prastiya mencontohkan kata-kata Hendrizal.

Dengan sikap Kadisbun itu dinilai miring oleh banyak kalangan, salah satunya disampaikan oleh Ketua Komisi Pencari Fakta Independen (KPFI) Kabupaten Inhu Siaifukdin S.

Ia menyatakan sikap Hendrizal tidak mencontohkan layaknya pejabat publik dan kurang menghargai profesi wartawan.

Lebih jauh disampaikannya, Pejabat eselon II yang memegang jabatan kepala dinas hendaknya tidak terpancing dengan kritikan yang bersifat membangun. Sebab, sebagai pejabat publik harus siap menerima kritikan dan harus menyikapi kritikan dengan tidak menyinggung piha-pihak lain.

Sementara Hendrizal dihubungi melalui telpon selulernya mengatakan, tidak pernah ketemu dengan wartawan vokal, namun setelah didesak terkait pertengkaran dirinya mengakui bahwa ada pertemuan itu tetapi bukan pertengkaran hanya diskusi saja.

"Saya ketemu dengan wartawan surat kabar Vokal, dalam pertemuan itu kami diskusi terkait harga sawit anjlok," sebut Hendrizal dengan langsung mematikan HP miliknya. (antara)

Sumber: Tribunnews

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.