Inhumetro.com | LINGKUNGAN - Minyak mentah berwarna hitam yang diduga milik Pertamina E&P Ubeb Lirik berserakan sejak lama mengancam keselamatan masyarakat. Minyak mentah berwarna hitam yang berserakan tersebut tergolong dalam limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3). Untuk penanganannya harus dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang sudah di tetapkan oleh pemerintah.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) M Bayu Setiya Budiono, SH Rabu (7/5) di Rengat mengatakan, kalau pengolahan limbah B3 harus dengan SOP dimana pihak pertamina sebagai penghasil limbah dalam mengurus limbah B3 harus melakukan Momerendum of Understanding (MoU) dengan poerusahaan Transposter atau perusahaan pengumpul limbah yang mendapatkan izin dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH).

“Kita akan turun langsung kelapangan untuk mengambil sampel limbah dan mengetahui kondisi limbah B3 milik pertamina yang berserakan di lingkungan masyarakat,” ujar Bayu.

Dalam menangani limbah B3 kata Bayu, pihak penerima MoU dari pertamina harus memasukan limbah kedalam karung, kemudian limbah yang sudah didalam karung ditempatkan di Tempat Penampungan Semantara (TPS) yang disediakan. Lokasi bekas limbah B3 harus dipastikan benar-benar bersih sebab jika limbah masih menempel di tanah maka masih berbahaya.

Lebih jauh disampaikanya, setiap limbah B3 harus memiliki izin dari BLH, sejauh ini pihak BLH belum mengetahui apakah pertamina E&P Ubeb Lirik mengantonbgi izin limbah B3 yang dikeluarkan oleh BLH kabupaten Inhu. “Kita juga pernah turun beberapa waktu lalau ke sejumlah lokasi limbah milik pertamina lirik, saat itu sedang dilakukan ganti rugi dengan masyarakat yang menjadi korban,” jelas Bayu.
Terkait apakah Pertamina E&P Ubeb Lirik sudah melakukan SOP dalam menangani limbah B3 belum berhasil diketahi, sebab ketika dikonfirmasi manajeman Pertamina E&P Ubeb Lirik melalui humasnya M Jabar belum berhasil, dikonfirmasi melalui telepon selulernya juga tidak berhasil.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.