Berdasarkan angka sementara, produksi jagung provinsi Riau 2013 menurun siginifikan, 3.381 ton atau 10,76 persen dibanding tahun 2012.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Mawardi Arsyad mengatakan, penurunan disebabkan karena berkurangnya luas panen jagung sebesar 1.536 hektar atau 11,56 persen.
"Meskipun ada peningkatan produktivitas sebesar 0,22 kuintal per hektar atau naik 0,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun produksi keseluruhan berkurang," katanya.
Berdasarkan musim panen tahun 2013, penurunan terbesar terjadi pada subround Januari - April sebesar 978 hektar atau 34,97 persen dibandingkan dengan luas panen pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).
Mawardi Arsyad menjelaskan, sementara luas panen jagung pada periode Mei - Agustus secara absolut mengalami peningkatan sebesar 237 hektar atau naik 3,52 persen.
"Penurunan luas lahan jagung terbesar terjadi di kabupaten Indragiri Hulu sebesar 5 persen," paparnya.(read/politikriau.com)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Mawardi Arsyad mengatakan, penurunan disebabkan karena berkurangnya luas panen jagung sebesar 1.536 hektar atau 11,56 persen.
"Meskipun ada peningkatan produktivitas sebesar 0,22 kuintal per hektar atau naik 0,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun produksi keseluruhan berkurang," katanya.
Berdasarkan musim panen tahun 2013, penurunan terbesar terjadi pada subround Januari - April sebesar 978 hektar atau 34,97 persen dibandingkan dengan luas panen pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).
Mawardi Arsyad menjelaskan, sementara luas panen jagung pada periode Mei - Agustus secara absolut mengalami peningkatan sebesar 237 hektar atau naik 3,52 persen.
"Penurunan luas lahan jagung terbesar terjadi di kabupaten Indragiri Hulu sebesar 5 persen," paparnya.(read/politikriau.com)

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.