Showing posts with label Lakalantas. Show all posts

 
Inhumetro.com - Kecelakaan yang terjadi malam ini Sabtu (6/9) sekitar pukul 19.30 Wib di perempatan jalan Sultan Ibrahim atau lebih dikenal Simpang Kancil Rengat diduga akibat tidak berfungsinya traffic light di persimpangan tersebut.

Saksi mata Rijal (40) mengatakan bahwa korbannya adalah seorang ibu yang datang dari arah pasar hendak menuju danau Raja dengan mengendarai sepeda motor jenis honda beat.

Karena lampu merah dari arah tersebut tidak menyala ibu itu terus saja melanjutkan perjalanan, sementara lampu merah yang ada di jalan sultan ibrahim berfungsi dan telah menunjukan warna hijau, katanya.

Kecelakaan pun tak terhindarkan, sebuah mobil dari arah jalan Sultan Ibrahim menabrak sepeda motor yang berada didepanya, sepeda motor itu sempat terseret sejauh lebih kurang 10 meter.

"Berkat bantuan warga yang ada di sekitar tempat kejadian korbanpun dilarikan kerumah sakit oleh si pemilik mobil, tapi kita tidak tau dibawa kemana korbannya," katanya.

"Nah.. ketika terjadi insiden begini siapa yang mau disalahkan, dari arah jalan Sultan Ibrahim lampunya nyala, sementara dari arah pasar lampunya tidak berfungsi," tambahnya.

Berdasarkan pantauan di tempat kejadian memang pada saat terjadi kecelakaan tersebut traffic light yang dari arah pasar dalam keadaan tidak menyala, sementara dari arah jalan Sultan Ibrahim menyala seperti biasa.

Jalan Lintas Timur Inhu Kembali Memakan Korban
FOKUS INHU - Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) kembali terjadi didalam wilayah hukum Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), kali ini memakan korban jiwa. Kecelakaan tersebut terjadi di jalan Lintas Timur Km 173 Desa Lirik Area Kecamatan Lirik pada Sabtu (12/7).

Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto melalui Kasubag Humas Polres Inhu IPDA Yarmin Djambak ketika dimintai keterangannya membenarkan terjadinya lakalantas tersebut.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan 1 orang meninggal Dunia 3 orang luka ringan dan 1 orang luka berat.

Disampaikannya Bahwa Yuza Perdan Zaren (16) yang berboncengan dengan Agung Indra Sari (13) dan M.Iqbal (9) warga Desa Gudang Batu kecamatan Lirik dengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat BM 2000 VQ hendak menuju arah Rengat.

Dari sebuah belokan muncul sepeda motor jenis Beat BM 4678 VJ yang dikendarai oleh Suwandi (33) warga Camp II Desa Lirik Area yang berbancengan dengan Nurjanah (30) dan Aira (4).

Kecelakaan akhirnya tidak terhindarkan yang mengakibatkan Yuza Perdan Zaren (16) yang mengendarai sepeda motor Beat BM 2000 VQ akhirnya meninggal dunia, sementara 5 lainya luka ringan dan Aira yang merupakan satu-satunya balita dalam kecelakaan tersebut mengalami luka berat, pungkasnya.

Inhumetro.com, Kanal Berita Indragiri Hulu Terkni !

Kondisi kesehatan, Norika Syafitri (14) korban kecelakaan lalulintas di Pematang Reba 28 Januari 2014 lalu kembali memburuk. Pelajar salah satu SMP di Rengat, kabupaten Indragiri Hulu ini terpaksa menjalani operasi di RS Awal Bross Pekanbaru. Sebab luka dibagian kaki kirinya yang sempat diamputasi, diduga terinfeksi sehingga perlu penanganan medis.

Firdaus (36) orang tua korban kepada mengisahkan, Norika adalah korban kecelakaan lalulintas di Pematang Reba 28 Januari 2014 lalu. Dimana akibat kecelakaan itu, korban harus kehilangan kaki kirinya. Luka parah yang dialami korban membuat amputasi dilakukan demi keselamatan korban. Perihal itu kemudian disetujui pihak keluarga seperti dikutip dari riaueditor.com.

Namun belakangan, kondisi korban memburuk. Luka dibagian kaki kirirnya perlu mendapat perawatan karena dikhawatirkan membusuk. Sehingga orang tua korban sempat membawanya ke RSUD Inhu. Namun setelah sepuluh hari kemudian, korban dirujuk ke RS Awal Bross Pekanbaru.

"Luka bekas Operasi tersebut harus diservice kembali, agar tidak semakin melebar, luka dibagian kaki kirinya membusuk karena infeksi, dan saat ini sudah menjalani operasi tinggal lagi menunggu penyembuhan," Kata Firdaus.

Yuliazman (43) PNS di Sekretariat DPRD Inhu yang menjadi saksi atas musibah yang menimpa Norika menilai, musibah korban ini perlu mendapat perhatian berbagai pihak. Apalagi, keluarga korban berasal dari keluarga yang kurang mampu.

"Ayah korban hanya berkerja sebagai tukang bangunan, yang penghasilnya jauh dari cukup untuk membiayai pengobatan korban yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah," kata Yuliazman.

Untuk itu pihak keluarga sangat mengharapkan bantuan dari pihak-pihak yang terpanggil hatinya untuk membantu dan dapat menghubungi keluarga korban melalui nomor Hp 085274470071 atas nama Endang Masryadi yang merupakan paman korban yang selama ini ikut mengurus korban.
Powered by Blogger.