Inhumetro.com, Kanal Berita Indragiri Hulu Terkni !
Kondisi kesehatan, Norika Syafitri (14) korban kecelakaan lalulintas di Pematang Reba 28 Januari 2014 lalu kembali memburuk. Pelajar salah satu SMP di Rengat, kabupaten Indragiri Hulu ini terpaksa menjalani operasi di RS Awal Bross Pekanbaru. Sebab luka dibagian kaki kirinya yang sempat diamputasi, diduga terinfeksi sehingga perlu penanganan medis.
Firdaus (36) orang tua korban kepada mengisahkan, Norika adalah korban kecelakaan lalulintas di Pematang Reba 28 Januari 2014 lalu. Dimana akibat kecelakaan itu, korban harus kehilangan kaki kirinya. Luka parah yang dialami korban membuat amputasi dilakukan demi keselamatan korban. Perihal itu kemudian disetujui pihak keluarga seperti dikutip dari riaueditor.com.
Namun belakangan, kondisi korban memburuk. Luka dibagian kaki kirirnya perlu mendapat perawatan karena dikhawatirkan membusuk. Sehingga orang tua korban sempat membawanya ke RSUD Inhu. Namun setelah sepuluh hari kemudian, korban dirujuk ke RS Awal Bross Pekanbaru.
"Luka bekas Operasi tersebut harus diservice kembali, agar tidak semakin melebar, luka dibagian kaki kirinya membusuk karena infeksi, dan saat ini sudah menjalani operasi tinggal lagi menunggu penyembuhan," Kata Firdaus.
Yuliazman (43) PNS di Sekretariat DPRD Inhu yang menjadi saksi atas musibah yang menimpa Norika menilai, musibah korban ini perlu mendapat perhatian berbagai pihak. Apalagi, keluarga korban berasal dari keluarga yang kurang mampu.
"Ayah korban hanya berkerja sebagai tukang bangunan, yang penghasilnya jauh dari cukup untuk membiayai pengobatan korban yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah," kata Yuliazman.
Untuk itu pihak keluarga sangat mengharapkan bantuan dari pihak-pihak yang terpanggil hatinya untuk membantu dan dapat menghubungi keluarga korban melalui nomor Hp 085274470071 atas nama Endang Masryadi yang merupakan paman korban yang selama ini ikut mengurus korban.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.