Ustad Malik Siregar
Ustad Malik Siregar
POLITIK - Setelah sempat di update pernyataan dukungan yang dia berikan kepada Ketua DPD II Partai Golkar (PG) Inhu H Yopi Arianto, SE untuk maju sebagai Calon Bupati (Cabup) incumbet pada pilkada tahun 2105 mendatang, akhirnya penceramah agama yang satu ini mencabut dukungan.

Ustad Malik Siregar yang mengaku mantan bidang keagamaan di tubuh PG Inhu tapi sudah mengundurkan diri dari pengurus dan kader PG karena memilih 'lompat pagar' ke PPP sekaligus menjadi pengurus aktif koordinator ke agamaan DPC PPP Inhu dan menjadi Caleg nomor urut 8 untuk DPRD Riau pada Pileg kemaren menjelaskan, masih terlalu dini serta tidak etis jika dia berbicara tentang Cabup dari Parpol lain karena dia sendiri masih aktif di PPP.

'Tidak etis dan tidak relavan jika saya mendahului kebijakan pimpinan PPP apa lagi berbicara tentang moment pilihan atau dukungan ke salah satu Cabup dari Parpol lain,' ujar nya, Ahad (31/8).

Selanjutnya ustad Malik kembali mengaku update tentang dukungan kepada H Yopi Arianto sebagai Cabup incumbent dari PG Inhu pekan kemaren tidaklah serius karena hanya bual-bual kosong di kantin DPRD Inhu bersama kader dan anggota DPRD Inhu politis Golkar, Suradi, SH.

'Kala itu maksud saya pernyataan dukungan itu bukan dari kader PPP. Tapi, maksud saya membenarkan pernyataan dukungan dari Suharto, SH, selaku kader PG kepada Ketua DPD II Inhu H Yopi Arianto, SE,' terang ustad mengklarifikasi.

Sebelumnya H Suradi, SH selaku Ketua PC PG Inhu dari Kecamatan Siberida kepada www.riau-global.com, mengatakan seluruh pengurus dan kader PG sepakat hanya akan mendukung Ketua DPD II PG Inhu H Yopi Arianto, SE sebagai incumbent sekaligus memenangkan pesta demokrasi pada Pilkada Inhu tahun 2015 mendatang.

Sedangkan pengunduran diri ustad Malik Siregar dari kader dan kepengurusan bidang keagamaan PG Inhu sudah tercatat jauh sebelum pemilihan legislatif (pileg) bulan April kemaren.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.