PERISTIWA - Hamdan Zoelva sempat menegur kuasa hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang bertanya dengan nada tinggi kepada saksi dari Komisi Pemilihan Umum dalam sidang hari Senin 11 Agustus 2014.
Kejadian ini bermula saat pengacara tersebut bertanya kepada saksi bernama Soleh. Soleh merupakan anggota Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) Koja, Jakarta Utara.
Pengacara Prabowo-Hatta mempertanyakan saksinya, Slamet yang tidak diundang saat PPK Koja bekerja sama dengan panwas setempat untuk membuka kotak suara.
Meski tak diundang, Slamet yang sebelumnya juga memberi keterangan di MK itu tetap hadir saat pembukaan kotak suara karena mengetahui informasi mengenai pembukaan kotak itu. Saksi nomor urut 2 dan polisi juga hadir di lokasi.
Mendengar jawaban Soleh itu, pengacara tersebut langsung terlihat emosi. Saat itulah dia langsung bertanya kepada Soleh dengan nada tinggi dan raut wajah emosi.
Setelah teguran Hamdan itu, pengacara terlihat menurunkan nada bicaranya. Dia bertanya dengan nada biasa kepada Soleh. Soleh mengaku tidak pernah membuat surat undangan untuk Slamet. Dia juga mengaku tidak tahu apakah panwas setempat telah mengirimkannya kepada saksi nomor urut 1 itu.
Kejadian ini bermula saat pengacara tersebut bertanya kepada saksi bernama Soleh. Soleh merupakan anggota Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) Koja, Jakarta Utara.
Pengacara Prabowo-Hatta mempertanyakan saksinya, Slamet yang tidak diundang saat PPK Koja bekerja sama dengan panwas setempat untuk membuka kotak suara.
Meski tak diundang, Slamet yang sebelumnya juga memberi keterangan di MK itu tetap hadir saat pembukaan kotak suara karena mengetahui informasi mengenai pembukaan kotak itu. Saksi nomor urut 2 dan polisi juga hadir di lokasi.
“Apakah Slamet diundang untuk menghadiri pembukaan kotak suara ini?” tanya pengacara.
“Saya tidak tahu” jawab Soleh.
“Yang penanggung jawab siapa? PPK atau panwas?” desak pengacara.
“Dua-duanya kami sama-sama bertanggung jawab,” ujar Soleh.
Mendengar jawaban Soleh itu, pengacara tersebut langsung terlihat emosi. Saat itulah dia langsung bertanya kepada Soleh dengan nada tinggi dan raut wajah emosi.
“Bagaimana Anda tidak tahu apakah Slamet diundang atau tidak? Anda kan penanggung jawabnya?” tanya pengacara itu.
Melihat sikap pengacara Prabowo-Hatta itu, Hamdan langsung memotong pembicaraan kedua belah pihak.
“Tidak perlu dimarah-marahin itu. Datar-datar sajalah” tegur Hamdan Zoelva yang disambut tawa hadirin seisi ruangan.
Setelah teguran Hamdan itu, pengacara terlihat menurunkan nada bicaranya. Dia bertanya dengan nada biasa kepada Soleh. Soleh mengaku tidak pernah membuat surat undangan untuk Slamet. Dia juga mengaku tidak tahu apakah panwas setempat telah mengirimkannya kepada saksi nomor urut 1 itu.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.