![]() |
| Kondisi Gapura Selamat datang kota rengat pasca roboh di tabrak truck, hingga kini belum ada perbaikan dari instansi terkait |
Inhumetro.com : RENGAT - Pembangunan Gapura Rengat yang menelan dana sebesar Rp630 juta masih menjadi sorotan berbagai pihak, hal ini dikarenakan tidak sesuai dengan fisik bangunan yang ada.
Seperti diketahui, Gapura yang dibangun pada tahun 2012 bersamaan dengan penyelenggaraan MTQ Provinsi Riau di Kabupaten Indragi Hulu (Inhu) tersebut menggunakan besi bekas jembatan gantung Rengat, sementara bahannya hanya terbuat dari Asbes.
Pendiri LSM FP2R (Forum Pematau Pembangunan Riau) Defrianto Tanius Senin (2/6) meminta kepada BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) untuk mengaudit dana pembangunan gapura tersebut, karena dinilai sarat unsur korupsi.
"Pembangunan Gapura tersebut selain sarat unsur korupsinya juga berbau mark up, karena terjadi penggelembungan dana didalam pembangunannya," katanya.
Defrianto menilai besi yang digunakan dalam pembangunan Gapura selamat datang kota Rengat tersebut kerangkanya menggunakan besi bekas, hal ini sehubungan dengan kerusakan yang terjadi akibat ditabrak oleh mobil kontainer beberapa waktu yang lalu, jelasnya lagi.
"Baru dua tahun dibangun gapura ini sudah mengalami kerusakan, akibat tersenggol mobil kontainer, ini membuktikan bahwa bahan yang digunakan tidak setimpal dengan besarnya dana yang dikucurkan," ujarnya.
Untuk itu kita meminta kepada pihak penegak hukum khususnya BPK selaku badan auditor negara untuk menindak lanjuti masalah ini, karena ini sangat bertentangan dengan azas manfaat," tegasnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.