Bupati Indragiri Hulu (Inhu), H Yopi Arianto, SE meresmikan pemakaian Pasar Rakyat Belilas, Kecamatan Seberida, Kamis (22/5). Pasar Rakyat yang diberi nama Soegih (kaya) ini dibangun selama dua tahun dengan dana sekitar Rp 15 miliar yang berasal dari APBD Inhu.    Bahkan pada tahun 2014 ini, Pemkab Inhu kembali akan membangun tujuh pasar modren pada beberapa kecamatan. Peresmian Pasar Rakyat ini ditandai dengan penandatangan prasasti, pemotongan pita dan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Inhu H Yopi Arianto. Selain itu, Bupati juga menyerahkan secara simbolis kartu pedagang dan surat menempati kios dan los dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) Kabupaten Inhu.               Menurut Kepala Disperindag Kabupaten Inhu, dengan diresmikan Pasar Rakyat Soegih Belilas ini, diharapkan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar lingkungan pasar. Karena itu, secara perlahan kami akan terus melakukan penertiban terhadap para pedagang di Belilas ini.   Dijelaskannya,  Pasar Rakyat Soegih Belilas yang diresmikan Bupati Inhu terdiri dari dua lantai. Pasar ini memiliki 158 kios di lantai dua dan 80 kios di lantai 1. Selain itu, juga terdapat 112 los yang terdiri dari 40 los basah dan 82 los kering di lantai 1. Selain itu juga sudah tersedia mushalla di lingkungan pasar.   Sementara penempatan pedagang yang berjualan di Pasar Rakyat Soegih Belilas ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan tiap pedagang telah diberikan kartu tanda pedagang dan surat izin menempati kios serta los. Sehingga penambahan jumlah pedagang dapat terdata dengan baik.   Berapapun jumlah kios dan los yang kita bangun tetap tidak akan cukup, karena jumlah pedagang terus bertambah setiap tahunnya. Meski demikian, kita tetap prioritaskan pada yang terdata sejak awal dan kekurangannya akan kita tempatkan pada lapak-lapak dalam lingkungan pasar ini juga.   Pihaknya akan terus meningkatkan sarana dan prasarana di Pasar Rakyat Soegih Belilas. Untuk saat ini, akan dilakukan penimbunan dan pengerasan terhadap halaman pasar untuk selanjutnya dapat di pasang paving blok serta pembangunan pagar. “Kalau waktunya memungkinkan, kita upayakan agar pemasangan paving blok di halaman Pasar Rakyat Soegih Belilas dapat dianggarkan melalui APBD Perubahan tahun 2014. Tetapi jika tidak memungkinkan, kita akan anggarkan pada APBD murni tahun 2015,” ungkapnya.

Inhumetro.com | BUDAYA - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bekerja sama dengan Forum Lintas Etnis (Forlet) Kabupaten Inhu kembali menggelar festival seni budaya lintas etnis ke II. Festival digelar di Gedung Dewan Kesenian Indragiri (DKI) Rengat dan Lapangan terbuka hijau Rengat.

Ketua Panitia H. Mailiswin kepada wartawan, Sabtu (24/5/) mengatakan, ini adalah untuk kedua kalinya dilaksanakan Festival Seni dan Budaya di Inhu, yang penyelenggaraannya bekerjasama dengan Forlet Inhu.

Sebagaimana tahun 2013 lalu, dalam festival ini akan diperlombakan berbagai kesenian Daerah seperti lomba lagu daerah tingkat anak-anak, remaja dan dewasa, lomba tarian daerah, lomba peragaan busana daerah tingkat anak-anak dan dewasa putra dan putri serta lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan lomba menggambar tingkat sekolah dasar (SD).

"Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Inhu, Yopi Arianto pada jumat (23/5) kemarin di Gedung Kesenian Indragiri (DKI), di mana Jadwal acara yaitu mulai pada Jumat malam (22/5) hingga Selasa malam (27/5/ 2014) mendatang," ujarnya.

Masih kata Mailiswin yang juga Kabid Budaya pada Disporabudsata Inhu itu, hingga hari ini peserta yang mendaftar 467 orang, yang terdiri dari 14 kecamatan yang ada di Inhu, dengan peserta terbesar dari cabang mewarnai dan tari.

Selain itu, festival ini nantinya pada malam puncak, Selasa (27/5/2014) nanti juga akan menampilkan pertunjukan seni budaya dari Provinsi Sumatera Barat yang akan ditampilkan oleh mahasiswa jurusan tari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang panjang.

"Nantinya, pagelaran seni yang akan ditampilkan mahasiswa ISI adalah, Randai Badendang, Tari Persembahan, Tari Piring, Tari Bagurau, Saluang dan Lagu-lagu minang lainnya dengan durasi 2 jam," tambahnya.

Diterangkan mantan Kabid Disdik Inhu itu lagi, sumber dana kegiatan berasal dari iuran anggota Forlet, bantuan dana kegiatan pagelaran seni budaya dari Dispora, dana pagelaran dari dewan kesenian serta dari sponsor.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.