Inhumetro.com | Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pada tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Inhu akhirnya tuntas dilaksanakan, Kamis (17/4). Dari 14 kecamatan di Kabupaten Inhu, PPK Batang Cenaku dan PPK Kelayang menjadi yang paling akhir menyelesaikan rapat pleno penghitungan suara Pemilu legislatif.
“Alhamdulillah, rapat pleno pada tingkat PPK sudah tuntas dilaksanakan dan terakhir adalah Kecamatan Batang Cenaku dan Kelayang. Meskipun terdapat sejumlah protes dari tim kampanye, namun secara umum rapat pleno di tingkat PPK berjalan lancar dan aman,” ujar Ketua KPU Inhu, Muhammad Amin, Kamis (17/4).
Dijelaskan Amin, rapat pleno di Kecamatan Batang Cenaku dan Kelayang terpaksa dilaksanakan dua hari. Hal ini disebabkan karena jumlah desa pada dua kecamatan tersebut yang cukup banyak sehingga cukup menyita tenaga PPK. “Di Batang Cenaku ada 20 desa dan Kelayang 17 desa,” ucapnya.
Selanjutnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Inhu akan melaksanakan rapat pleno rekapitulasi penghitungan untuk tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan, Senin (21/4) di Gedung Gerbangsari, komplek Kantor Bupati Inhu, Pematangreba. Sedangkan penetapan calon anggota legislatif terpilih baru akan dilakukan pada bulan Mei mendatang.
Sementara itu, berdasarkan prediksi sejumlah kalangan yang mengacu pada hasil rekapitulasi penghitungan suara pada tiap kecamatan, dari 40 anggota DPRD Inhu periode 2014-2019, 19 diantaranya merupakan wajah lama yang sebelumnya telah menjabat sebagai anggota DPRD Inhu periode 2004-2009.
Mereka masing-masing Ahmad Arif Ramli, Syamsuddin, Suradi, Wisma Happy, Effendi dan Miswanto dari Partai Golkar. Kemudian Manahara Napitupulu, Sugeng Riono, Adila Ansori, Hayati dari Partai Demokrat. Doni Rinaldi, Suharto dan Encik Junianto dari PPP. Nursyamsiah dan Deari Zamora dari Partai Hanura serta R Irwan Toni (PDI P), R. Andi Hakim (Gerindra) Subadhil Anwar (Nasdem) dan Edi Supirman (PKPI).
Sedangkan peraih kursi terbanyak tetap menjadi milik Partai Golkar dengan 7 kursi, disusul PDI Perjuangan 6 kursi, Demokrat 5 kursi, PPP, Hanura dan Gerindra masing-masing 4 kursi, PAN 3 kursi, PKPI dan PKS masing-masing 2 kursi, PKB, Nasdem dan PBB masing-masing 1 kursi. Dengan komposisi tersebut, Ketua DPRD Inhu tetap menjadi milik Partai Golkar sebagai peraih kursi, sekaligus peraih suara terbanyak.
Sementara itu, Sekretaris DPD II Partai Golkar Inhu, H Sunardi Ibrahim yang dikonfirmasi terkait prediksi tersebut mengungkapkan bahwa Partai Golkar masih berpeluang untuk meraih 8 kursi di DPRD Inhu, sebab pada daerah pemilihan (Dapil) Inhu dua, sisa suara Partai Golkar setelah memperoleh dua kursi masih cukup tinggi.
Selain itu, untuk Dapil Inhu satu, diperkirakan Partai Golkar harus membeli kursi dengan suara penuh untuk meraih dua kursi, sementara partai lain dengan suara yang jauh lebih rendah juga berhasil meraih dua kursi, sehingga Partai Golkar merasa dirugikan.
“Di Dapil Inhu satu, Golkar meraih 11 ribu suara dan hanya memperoleh dua kursi, sementara partai lain dengan suara jauh lebih rendah juga meraih dua kursi. Hal ini tentu saja sangat merugikan Partai Golkar,” tegasnya.
Meski demikian, Sunardi menegaskan, pihaknya masih menunggu hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan pada Senin (21/4) dan penetapan calon anggota legislatif terpilih pada bulan Mei mendatang. “Sebelum ada keputusan dari KPU, belum bisa kita pastikan akan dapat berapa kursi, termasuk mengatakan kita gagal ataupun berhasil,” tegasnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.