Mengejutkan, Perolehan Kursi PDIP Inhu Mendongkrak Golkar Menurun
Inhumetro.com | Meskipun mengalami penurunan dari 8 Kursi menjadi 7 Kursi Partai Golkar diprediksi tetap akan memperoleh kursi terbanyak di DPRD Inhu, namun yang sangat mengejutkan adalah PDIP yang mendongkrak menjadi 6 Kursi, dari periode Pemilu sebelumnya PDIP hanya memperoleh 2 kursi di DPRD Inhu.

Turunnya perolehan kursi partai Golkar ini diprediksi pasca berakhirnya rekapitulasi penghitungan suara pada tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilakukan dari 13 hingga 17 April 2014.

Dimana dari hasil rekapitulasi penghitungan suara pada tingkat PPK di 4 daerah pemilihan (Dapil), partai Golkar hanya meraih 1 kursi di Dapil Inhu III. Sementara di tiga Dapil lainya masing-masing hanya meraih 2 kursi.

Raihan kursi partai Golkar pada Dapil Inhu III diperoleh oleh Wisma Happy yang merupakan wajah lama di DPRD Inhu, begitu juga di Dapil Inhu IV wajah lama masih mendominasi seperti Efendi dan Miswanto. Hal yang sama juga terjadi pada Dapil Inhu II yang masih diduki incumbent bernama Samsudin dan Suradi.

Untuk Dapil Inhu I dengan perolehan suara 11.133 suara, partai Golkar menempatkan 2 orang kadernya. Dimana perolehan suara terbanyak diraup caleg nomor urut 1 Arif Ramli yang meraih 1.475 suara, disusul caleg nomor urut 10 Suroko yang berhasil meraih 1.454 suara.

Sementara itu ketua KPU Inhu M.Amin ketika dikonfirmasi Kamis (17/4/14) menegaskan, silahkan saja masyarakat melakukan prediksi terhadap Caleg yang bakal menduduki kursi DPRD Inhu berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pada tingkat PPK di 4 Dapil yang ada di Inhu.

"Silahkan saja melakukan prediksi, siapa saja Caleg yang bakal menduduki kursi DPRD Inhu nantinya. Sebab penetapan siapa yang bakal menduduki kursi DPRD Inhu dilakukan oleh KPU Inhu pada Mei 2014, dengan terlebih dahulu melakukan pleno tingkat kabupaten pada 21 April 2014," tegasnya.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.