Hampir satu bulan hujan tidak turun di berbagai tempat dalam wilayah Inhu. Akibatnya sumur warga di desa-desa dalam wilayah Kecamatan Lirik mengalami kekeringan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terpaksa membeli air melalui mobil tangki dengan harga Rp.250 ribu/tangki.

"Sejak musim kemarau ini sudah banyak sumur warga di berbagai desa dalam wilayah Kec. Lirik yang mengalami kekeringan. Untuk masyarakat terpaksa membeli air melalui tangki yang dijual dengan harga mencapai Rp. 250 ribu/tangki ukuran 1.000 liter," ungkap tokoh masyarakat Kec. Lirik Arifin S, Kamis (20/2/2014).

Menurutnya selain sumur yang kering banyak anak-anak sungai yang juga mengalami kekeringan sehingga bagi masyarakat yang tinggal di daerah agak tinggi sulit mendapatkan air. Satu-satunya jalan yang bisa ditempuh oleh masyarakat guna memenuhi kebutuhan akan air dengan cara membelinya.

"Kalau untuk membeli air tentunya hanya bisa dilakukan oleh masyarakat yang memiliki ekonomi lebih. Sedangkan bagi masyarakat yang ekonomi agak lemah terpaksa mengambil air dari sungai Indragiri yang jaraknya cukup jauh dari desa," jelas Arifin.

Menyikapi hal tersebut salah seorang anggota DPRD Inhu wilayah pemilihan Kec. Lirik Hafizon Ramadhan SH mengatakan bahwa memang persoalan air bersih bagi kota Lirik khususnya dan Kec. Lirik umumnya secara bertahap selalu diupayakan mengatasinya. Seperti dalam tahun 2013 lalu untuk kota Lirik yang biasanya selalu kekurangan air saat musim kemarau, saat ini mulai teratasi dengan masuknya jaringan pipa air PDAM.
"Untuk desa-desa lainnya akan terus diupayakan memasukkan anggaran dalam APBD Inhu agar dapat disambung pipa jaringan PDAM. Namun untuk sementara waktu diharapkan perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kec. Lirik yang memiliki sumber air sendiri untuk dapat membantu warga yang mulai kekurangan air disekitar wilayah kerjanya," harap Hafizon, dilansir Halloriau.com

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.