Rencana Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto, melibatkan para guru yang tergabung di Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kabupaten itu untuk berdemonstrasi dan menyegel Kantor DPRD Inhu bersama organisasi Forum Lintas Etnis (Forlet) terus menuai kecaman.

Bahkan, akibat 'hasutan' Bupati Inhu lewat Asisten III Pemkab Inhu Agus Rianto yang tak lain adalah paman tiri Yopi Arianto, kini membuat Ketua PGRI Riau, Prof Dr H Isjoni MSi angkat suara. Ketua PGRI Riau menegaskan bahwa dirinya sudah menghubungi pengurus PGRI Inhu guna menanyakan hal seperti yang ramai diberitakan media.

"Saya sudah hubungi pengurus PGRI Inhu terkait hal ini. Dan jawabannya, tidak akan ada guru yang ikut demo sesuai ajakan Asisten III Pemkab Inhu. Para guru mengerti mana yang baik dan buruk," ujar Isjoni, Rabu (19/2), di Gedung Guru, Pekanbaru.

Dikatakannya, menyangkut pembentukan Pansus di DPRD Inhu atas perbuatan amoral Bupati Inhu biar diselesaikan sendiri, tanpa harus dicampuri oleh guru. Sebab, guru adalah pendidik. Malah, jika guru ikut melakukan aksi demo tersebut maka akan melanggar kode etik.

"Untuk itu, saya menghimbau kepada seluruh guru, khususnya yang bertugas di Kabupaten Inhu agar melaksanakan tugas profesinya dengan baik. Jangan terlantarkan anak-anak peserta didik," himbau Isjoni.

Selain itu, terang Isjoni pula, kepada PGRI Inhu diminta agar menjalankan organisasi guru dengan tidak melanggar aturan-aturan maupun etika guru yang dapat merusak citra dan marwah guru.

"Nanti, kami juga akan tegur pengurus PGRI di Inhu. Yang jelas, saat ini kami fokus memberi pembelaan kepada guru agar tidak takut menghadapi intervensi atau ancaman dalam bentuk apapun jika tidak ikut demo membubarkan Pansus DPRD Inhu. Guru-guru jangan takut dimutasi, saya yang akan turun tangan nanti," tegas Isjoni.

Ditambahkan Isjoni, dirinya juga telah mengetahui ada pengarahan dan intimidasi yang dilakukan Asisten III Pemkab Inhu Agus Rianto terhadap guru di Inhu agar bersama organisasi Forlet yang dipimpin Agus melakukan demonstrasi ke Kantor DPRD dengan tujuan agar guru ikut menutupi kasus skandal seks Bupati Inhu Yopi Arianto.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.