SEBERIDA-Lebih dari seribu orang Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu hadir pada pagelaran wayang kulit dalam rangka sosialisasi 4 pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan MPR RI, Sabtu (23/11) malam di Lapangan Sepakbola Desa Titian Resak.Pagelaran wayang kulit sosialisasi 4 pilar kebangsaan tersebut menghadirkan dalang Ki Warseno Slenk dari Jawa Tengah yang membawakan lakon Sumantri Ngenger. Lakon tersebut mengandung pesan moral tentang arti kesetiaan dan loyalitas yang ditunjukkan oleh dua orang bersaudara Sumantri dan Sukrasana.Hadir pada kegiatan tersebut anggota MPR RI, Idris Laena dari Fraksi Golkar, Rahman Amin dari Fraksi PKS, Bokiratu Nitabudisusanti dari Fraksi Demokrat dan Maemanah Umar dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Riau.
Sementara Bupati Inhu diwakilkan Sekda Raja Erisman dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhu.Dihadapan anggota MPR RI tersebut, Sekda Inhu Raja Erisman mengucapkan terimakasih atas kepercayaan MPR RI yang telah menunjuk Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi 4 pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan melalui pagelara wayang kulit. "Di Kecamatan Seberida masyarakat sejak dahulu hidup berdampingan secara baik, sehingga MPR RI tidak salah pilih melaksanakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di sini," ungkapnya. Sekda juga menambahkan di masa lalu, Pancasila dan UUD 1945 benar-benar menjadi pedoman dan kehidupan sehari-hari.
Namun semenjak tahun 1998 kehidupan demokrasi masyarakat semakin berkembang hingga terkadang kebablasan. "Karena itu, 4 pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika sangat penting guna mewujudkan karakter dan identitas bangsa," jelasnya.Sementara itu, anggota MPR RI, Idris Laena mengungkapkan bahwa wayang sebagai salah satu warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia merupakan media efektif dalam memasyarakat berbagai nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab dalam pagelaran wayang selalu mengedepankan lakon atau cerita yang memiliki pesan moral dan nilai luhur.Dijelaskan Idris Laena, lakon Sumantri Ngenger akan menyampaikan pesan moral tentang nilai kesetiaan dan loyalitas yang ditunjukkan dua tokoh pewayangan, kakak beradik Sumantri dan Sukrasana. Sosok Sumantri dilukiskan sebagai pria gagah dan tampan, sedangkan adiknya Sukrasana memiliki perawakan yang buruk rupa.
Sementara Bupati Inhu diwakilkan Sekda Raja Erisman dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhu.Dihadapan anggota MPR RI tersebut, Sekda Inhu Raja Erisman mengucapkan terimakasih atas kepercayaan MPR RI yang telah menunjuk Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi 4 pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan melalui pagelara wayang kulit. "Di Kecamatan Seberida masyarakat sejak dahulu hidup berdampingan secara baik, sehingga MPR RI tidak salah pilih melaksanakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di sini," ungkapnya. Sekda juga menambahkan di masa lalu, Pancasila dan UUD 1945 benar-benar menjadi pedoman dan kehidupan sehari-hari.
Namun semenjak tahun 1998 kehidupan demokrasi masyarakat semakin berkembang hingga terkadang kebablasan. "Karena itu, 4 pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika sangat penting guna mewujudkan karakter dan identitas bangsa," jelasnya.Sementara itu, anggota MPR RI, Idris Laena mengungkapkan bahwa wayang sebagai salah satu warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia merupakan media efektif dalam memasyarakat berbagai nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab dalam pagelaran wayang selalu mengedepankan lakon atau cerita yang memiliki pesan moral dan nilai luhur.Dijelaskan Idris Laena, lakon Sumantri Ngenger akan menyampaikan pesan moral tentang nilai kesetiaan dan loyalitas yang ditunjukkan dua tokoh pewayangan, kakak beradik Sumantri dan Sukrasana. Sosok Sumantri dilukiskan sebagai pria gagah dan tampan, sedangkan adiknya Sukrasana memiliki perawakan yang buruk rupa.
tribunnews{dot}com

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.