Pembuatan saluran skunder di RT 02 Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Indragiri Hulu (Inhu) diduga bermasalah karena dinilai menyerobot lahan milik beberapa warga yang juga anggota TNI yang bertugas di Kodim 0302 Inhu, sehingga pemilik lahan merasa dirugikan atas pembangunan saluran tersebut.
Salah seorang anggota TNI J Damanik kepada wartawan menyebutkan, beberapa waktu yang lalu dirinya bersama rekannya yang lain sudah melakukan protes ke Dinas PU Inhu dan meminta agar Dinas PU menimbun kembali lahan mereka yang sudah digali untuk dijadikan saluran skunder tersebut, namun tak diindahkan.
"Kami sudah mengajukan keberatan atas proyek itu dan telah meminta Dinas PU Inhu mengembalikan lahan kami seperti semula, karena pembuatan saluran tersebut sudah merugikan kami, bahkan mereka tidak ada minta izin sama sekali dengan kami", ujar salah seorang pemilik lahan, J Damanik kepada wartawan, Kamis (7/8/2014).
Sementara itu, Kepala Desa Talang Jerinjing Edi Priyatno saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut, apa lagi sampai menimbulkan masalah."Saya tidak tahu proyek irigasi di RT 2 itu, jika saja kegiatan tersebut dikoordinasikan dengan pemerintahan desa mungkin tidak akan menjadi masalah seperti saat ini," sebutnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Inhu, Boby dikonfirmasi mengaku kegiatan pembuatan saluran skunder tersebut sempat mendapat protes dari pemilik lahan yang merupakan beberapa oknum anggota Kodim 0302 Inhu. Para prajurit TNI itu mengaku pemilik lahan dan merasa dirugikan atas proyek tersebut.
Namun, kata Boby, kegiatan proyek pengembangan pengelolaan daerah rawa dalam rangka pengendalian banjir tahun 2014, itu atas permohonan dari kelompok tani. "Kami tidak tahu kalau ada sengketa lahan, sementara proyek itu dikerjakan berdasarkan permohonan salah satu kelompok tani. Namun demikian, kami akan mencari solusi atas masalah tersebut," tutupnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.