1.200 Kontingen Pacu Jalur Inhu Dilepas Kekuansing

FOKUS INHU - Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto, SE atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Inhu, di halaman Kantor Bupati Inhu, Rabu (20/8) melepas 1.200 orang kontingen pacu sampan besar.

Usai dilepas ribuan kontingen pacu sampan tersebut langsung bertolak menuju Kabupaten tetangga, Kuantan Singingi (Kuansing) selama empat hari guna mengikuti festifal pacu jalur tingkat Nasional tahun 2014.

Arahan Bupati Yopi, Kontingen pacu jalur asal Inhu bisa menjaga nama baik Inhu sekaligus mengembalikan kejayaan Pacu Jalur Inhu atau mempertahankan prestasi juara tahun 2013 lalu.

Dijelaskan, guna mempertahankan prestasi tersebut hendaknya pula seluruh kru kontingen menjaga kesehatan serta tetap sipirit sehingga para atlet dapat mendayung sampannya selaju-lajunya.

Sebagai rangsangan dan spirit, kepada kontingen disiapkan bonus kemenangan. "Khusus untuk para kontingen saya akan ber Do'a kiranya perjuangan nya membawa kemenangan," ujar Yopi.

Diketahui, kontingen tersebut terdiri dari 8 (delapan) Kecamatan yang mengikuti Festival Pacu Jalur Tahun 2014 di Kuantan Singingi, antara lain, dari Kecamatan Rengat Barat 5 sampan, Rengat 6 sampan, Kuala Cenaku 2 sampan, Pasir Penyu 1 sampan, Lirik 1 sampan, Sei Lala 1 sampan,Peranap 2 sampan dan Kecamatan Batang Peranap 1 sampan.

Sebelumnya, sesaat sebelum pelepasan kontingen Bupati Inhu H Yopi Arianti, SE, meresmikan Pondok Pesantren Tebuireng 4 Al Ishlah di Desa Kuala Gading, Kecamatan Batang Cenaku,Rabu (20/08).

Peresmian Pondok Pesantren Tebu Ireng 4 Al-Ishlah itu di hadiri pimpinan pesantren, Gus Sholahuddin beserta istri dan Kyai Mas'ud , para Kepala Desa , Camat, dan anggota DPRD Inhu dari Dapil Inhu II, Suharto dan Sugeng.

Sambutan singkat Bupati Yopi mengapresiasi Pondok Pesantren Tebuireng karena baru beberapa hari berdiri serta tanpa di sosialisasi tapi sudah memiliki santri sebanyak 45 (empat puluh lima) orang.

Melihat kondisi tersebut menggambarkan kecintaan Masyarakat Inhu untuk meningatkan ilmu agama sehingga tidak tertutup kemungkinan 10 tahun ke deoan Kecamatan Batang Cenaku jadi kota santri.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.