Inhumetro.com | DAERAH - Meski jumlah kasus yang menimpa perempuan dan anak-anak di Indragiri Hulu (Inhu) cukup tinggi, namun sampai saat ini perhatian pemerintah dinilai masih sangat kurang. Hal ini terlihat dari kurang berfungsinya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan anak (P2TP2A) Inhu.
Wakil Ketua DPRD Inhu Arwan Citra Jaya, Kamis (8/5/2014) mengatakan, meminta Pemkab Inhu seharusnya memberikan perhatian serius kepada P2TP2A sebagai lembaga yang menangani pemberdayaan perempuan dan anak-anak.
''Pada tahun ini saja kasus pelecehan seksual yang dialami anak masih cukup tinggi dan itu perlu penanganan serius dari P2TP2A,'' ujarnya. Disebutkan Wawan, sapaan akrapnya, berdasarkan koordinasi dengan P2TP2A, sejuah ini P2TP2A juga belum memiliki kantor sendiri. Bahkan, saat ini P2TP2A Kabupaten Inhu masih menumpang berkantor di Kantor KBPP seperti dilansir dari goriau.com
Tidak hanya itu, P2TP2A inhu juga tidak memiliki kendaraan operasional. Sehingga untuk turun ke lokasi kejadian, pihak P2TP2A terpaksa harus merental mobil. ''Kantor dan kendaraan operasional merupakan hal yang penting untuk suatu organisasi setingkat P2TP2A,'' ungkapnya.
Saat ini lanjut politisi Demokrat itu, dana anggaran operasioanal P2TP2A juga ditumpangkan pada anggaran Kantor KBPP, seharusnya, P2TP2A memiliki anggaran dalam bentuk dana hibah, sehingga pihak P2TP2A dapat memanfaatkannya sesuai ketentuan dan kebutuhan.
Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.