Inhumetro.com | DAERAH - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus menggulirkan program bantuan rumah sederhana layak huni (RSLH) dan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) untuk masyarakat kurang mampu. Bahkan pada tahun 2014 ini, Pemkab Inhu akan membangun RSLH dan BSPS sebanyak 1.070 unit yang tersebar di 14 kecamatan.
“Dana pembangunan RSLH bersumber dari APBD Provinsri Riau sharing dengan APBD Inhu. Kemudian pembangunan BSPS bersumber dari APBD Inhu tahun 2014,” ujar Kadis PU Kabupaten Inhu H Aswardi didampingi Kabid Cipta Karya Rianto ST MT, Senin (26/5).
Dijelaskannya, RSLH yang akan dibangun pada tahun 2014 ini sebanyak 70 unit dengan anggaran senilai Rp 2,8 miliar. Pembangunan akan tersebar pada delapan desa pada lima kecamatan masing-masing, Desa Talang Durian Cacar Kecamatan Rakit Kulim sebanyak 10 unit, Desa Barangan Kecamatan Rengat Barat sebanyak 10 unit, Desa Sungai Dawu Kecamatan Rengat Barat sebanyak 10 unit.
Selanjutnya di Desa Buluh Rampai Kecamatan Seberida sebanyak 10 unit, Desa Dusun Tua Kecamatan Kelayang sebanyak 4 unit, Desa Polak Pisang Kecamatan Kelayang sebanyak 10 unit. Kemudian di Desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang sebanyak 6 unit dan Desa Redang Seko Kecamatan Lirik sebanyak 10 unit.
Untuk pembangunan RSLH tersebut tinggal pelaksanaan dilapangan. “Program ini merupakan lanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan perumahan,” ungkapnya.
Sementara itu, pembangunan BSPS pada tahun 2014 sebanyak 1.000 unit dengan total anggaran senilai Rp 7 Milyar yang bersumber dari APBD Inhu. Dimana 1.000 unit rumah tersebut tersebar pada 37 desa/kelurahan di 13 kecamatan.
Hanya saja sampai saat ini program BSPS tersebut masih dalam proses verifikasi calon penerima bantuan. “Untuk tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Inhu hanya menganggarkan pembangunan 789 unit rumah melalui program tersebut,” terangnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.