Inhumetro.com | POLITIK - Nama HM Suparman dielukan pemilih di daerah pemilihan (dapil) IV menjadi calon Bupati Indragiri Hulu (Inhu) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Inhu 2015 mendatang.
Ketua Ikatan Sarjana Anak Negeri (IKSAN) Inhu Hariyadi Sanjaya kepada wartawan, Selasa (13/5/14) di Airmolek mengungkapkan meski pilkada Inhu masih setahun lagi, namun wacana kandidat sudah mulai dibincangkan warga seperti dilansir dari riau24com.
Menurutnya, khusus di dapil IV banyak warga mengelukan mantan ketua Kopsa Redangseko, kecamatan Lirik HM Suparman menjadi calon Bupati Inhu. "Terserah pasangannya dengan siapa, yang jelas kami mendukung HM Suparman jadi Bupati Inhu, jika tokoh dari dapil IV ini tak ingin maju, kami akan menghimpun kekuatan untuk pemekaran kabupaten," ujarnya.
Hal ini menurut Haryadi dianggap wajar karena masyarakat di dapil IV sudah dua kali melaksanakan musyawarah besar rencana pemekaran kabupaten Indragiri Hulu Barat. Sebab itu, masyarakat menginginkan Inhu dipimpin oleh Bupati yang berasal dari dapil IV.
Saat ini kata dia lagi, masih nama HM Suparman yang dikenal dekat dengan Alm H Sugianto (orangtua Bupati Inhu Yopi Arianto) yang dinilai layak untuk dijagokan menjadi calon Bupati Inhu 2015 mendatang.
Sebab, HM Suparman telah berhasil menjadikan anaknya menjadi wakil Bupati Wonogiri Jawa Tengah dan menjadikan Yopi Arianto menjadi Bupati Inhu pada pilkada Inhu 2009 lalu. "Beliau banyak berkiprah untuk Inhu, baik selaku kontraktor handal, juga menjadi pejuang kebun sawit plasma untuk masyarakat Lirik di Redangseko.
Jadi sudah saatnya beliau manjadi Bupati bukan manjadi pendukung Bupati," sebutnya. Ditempat terpisah, pemuka adat melayu kawasan Pasir penyu Rusli Syarif alias Koty juga mengakui jika sosok HM Suparman mulai diperbincangkan sebagai figur calon Bupati Inhu.
Dia juga tidak menampik jika masyarakat menginginkan pemekaran jika kabupaten Inhu tidak dipimpin oleh perwakilan masyarakat dari dapil IV.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.