Ditengah Devisit Daya, PLN Area Rengat Tetap Lakukan PSB

Inhumetro.com | DAERAH - Ditengah situasi pemadaman bergilir akibat PLN mengalami devisit daya hingga mencapai 4,5 MW kepada pelanggannya, ternyata Pemasangan Sambungan Baru (PSB) terus dilakukan pihak PLN area Rengat.

Pihak PLN mengungkapkan  PSB tetap dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi ditengah masyarakat, disamping orientasi perusahaan yang tentunya harus terus meningkatkan keuntungan seperti yang diungkapkan Manager area Rengat Armunanto Rabu (30/4/14)
 
"PSB terus dilakukan, untuk devisit daya akibat kerusakan mesin pembangkit akan diupayakan semaksimal mungkin hingga kembali normal," tegasnya.

Diungkapkanya, dengan kerusakan pada pembangkit saat ini PLN Area Rengat hanya memiliki daya mampu berkisar 26,3 MW sementara beban puncak mencapai 30,8 MW hingga mengalami devisit mencapai 4,5 MW. Namun PLN tetap mencari solusi untuk pengadaan tambahan mesin baru kedepannya,

"Dengan jumlah pelanggan saat ini yang sudah mencapai 7.000 dan devisit daya mencapai 4,5 MW, PLN harus melakukan pemadaman bergilir dengan durasi 4 : 1 artinya empat hari hidup satu hari mati, namun akan diupayakan menjadi 6 : 1," ungkapnya seperti dikutip dari Riauterkini.com.

Durasi pemadaman bergilir ini diperkirakan akan berlangsung cukup lama, sebab pihak PLN saat ini masih menunggu kedatangan suku cadang dari Inggris, sebab suku cadang bagi mesin pembangkit PLTMG ini tidak ada di dalam negeri. Kondisi ini mengakibatkan PLN Rengat tidak berani menjamin tidak adanya pemadaman bergilir saat bulan suci ramadhan nanti.

"PSB atau penambahan pelanggan sampai Maret 2014 ini untuk rayon Rengat mencapai 2004 pelanggan dan untuk Airmolek sebanyak 836 pelanggan. Sementara daftar tunggu sampai saat ini untuk rayon Rengat sebanyak 239 pelanggan serta rayon Airmolek sebanyak 101 pelanggan," Jelasnya.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.