Inhumetro.com | Wakil Ketua I DPD II Partai Golkar Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Ismail Nurman menilai Yopi Arianto, SE selaku Ketua DPD II partai Golkar Kab. Inhu telah gagal memimpin Partai belambang pohon beringin tersebut, hal ini sehubungan dengan menurunnya perolehan suara terhadap Partai tersebut yang berakibat menurunya perolehan kursi di DPRD Inhu.
Jika pada pemilu sebelumnya yaitu pada tahun 2009 yang lalu Partai Golkar berhasil meraih 8 (Delapan)kursi di DPRD Inhu, pada Pemilu kali ini Partai Golkar hanya akan memperoleh 7 (tujuh) kursi di DPRD Inhu, hal ini berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilu tahun 2014 yang dilaksanakan ditingkat PPK.
Menurut Ismail, Diinternal partai pun tidak solid dibuat Yopi sejak adanya revisi SK kepengurusan baru, Pengurus baru yang dibentuknya tidak pernah melakukan rapat paripurna sehingga tidak diketahui siapa siapa yang menjadi pengurus partai. Semua urusan partai ditangani sendiri oleh Sekretaris," sebutnya.
Tak hanya itu, Yopi mengintimidasi beberapa caleg Golkar. Bahkan kepada kader dan simpatisan Yopi dengan tega mengintruksikan agar tidak memilih caleg yang dianggapnya tidak sejalan dengannya.
"Saya bersama beberapa orang caleg Golkar diantaranya Suradi, Efendi, Miswanto diancam akan dipecat dari partai. Yopi juga mengintruksikan kepada simpatisan Golkar untuk tidak memilih kami. Sikap Yopi selaku ketua partai itulah yang membuat perolehan suara dan kursi Golkar di Inhu menurun dari pileg sebelumnya," ungkap Ismail.
Pada kesempatan yang sama, kader Golkar Inhu Said Ramli juga mengungkapkan hal yang sama. Ia berpendapat menurunnya perolehan suara dan kursi Golkar untuk DPRD Inhu akan berpengaruh pada Pemilihan Presiden (Pilpres) bulan Juli 2014 mendatang.
Kata Ramli, setelah Pilkada Riau, beberapa pengurus dan kader Golkar sudah melaporkan ketua DPD II Golkar Inhu Yopi Arianto kepada Ketua DPD I Golkar Riau dan DPP Golkar, agar mengevaluasi kepengurusan DPD II Golkar Inhu agar tidak berdampak pada Pileg dan Pilpres.
"Ternyata kekhawatiran kami dalam pileg 9 April benar terjadi. Suara Golkar di Inhu jauh menurun dari Pileg 2009. Ini pun berdampak pada perolehan kursi di DPRD Inhu," ujarnya.
Untuk itu, Said Ramli dan Ismail Nurman bersama pengurus dan kader Golkar Inhu lainnya berencana akan kembali melaporkan Yopi Arianto kepada DPD I Golkar Riau dan DPP Golkar. Hal ini menurut mereka dianggap perlu agar dilakukan evaluasi kepengurusan agar tidak berdampak pada Pilpres dan perkembangan kemajuan partai Golkar di Inhu.
Editor : Admin Inhu Metro
Sumber : Riaueditor.com

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.