Inhumetro.com | DAERAH - Pemadaman listrik bergilir di wilayah Kabupaten Inhu sepertinya masih akan berlangsung lama. Pasalnya, saat ini PLN Area Rengat mengalami defisit daya hingga 4,5 MW akibat adanya pemeliharaan mesin pada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) serta kerusakan mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kota Lama. Bahkan untuk memperbaiki kerusakan mesin pada PLTD Kota Lama, PLN harus mendatangkan suku cadang dari Inggris.
Penegasan itu disampaikan langsung Manajer PLN Area Rengat Armunanto didampingi sejumlah Asisten Manajer dan Humas PLN Area Rengat, Senin (28/4).”Kami mohon maaf atas adanya pemadaman listrik bergilir. Sebab saat ini daya mampu untuk system Rengat hanya 26,3 MW, sedangkan beban puncak mencapai 30,8 MW, sehingga kami mengalami defisit daya hingga 4,5 MW,” jelasnya.
Diungkapkan Armunanto, defisit daya tersebut akibat adanya pemeliharaan satu unit mesin di PLTMG Tanah Merah, Kecamatan Pasir Penyu, sehingga dengan adanya pemeliharaan itu, PLTMG hanya mampu menghasilkan daya 17 MW dari biasanya 20 MW. “Pemeliharaan di PLTMG ini akan berlangsung selama dua pekan,” ujarnya.
Kemudian satu unit mesin KHD di PLTD Kota Lama juga mengalami kerusakan pada injection pump yang mengakibatkan PLN kehilangan daya mencapai 800 KW. Bahkan untuk memperbaiki kerusakan pada mesin KHD di PLTD Kota Lama, PLN harus mendatangkan suku cadang dari Inggris. “Alatnya sudah kita pesan, namun butuh waktu dua minggu untuk tiba di Kota Lama,” jelasnya.
Ditambahkan Armunanto, akibat defisit daya tersebut, PLN area Rengat terpaksa melakukan pemadaman bergilir dengan pola 4 : 1, atau empat hari menyala dan satu hari padam serta pola 2 : 1 untuk sejumlah wilayah. “Selain defisit daya, pemadaman yang terjadi juga disebabkan angin ribut yang mengganggu jaringan seperti yang terjadi beberapa hari lalu,” ujarnya.
Agar pemadaman listrik bergilir tersebut tidak berlangsung lama, Armunanto berharap pelanggan PLN Area Rengat dapat melakukan penghematan penggunaan arus listrik, terutama saat beban puncak. “Kalau seluruh pelanggan berhemat, maka durasi pemadaman bisa diperpendek,” ujarnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.