KPU Indragiri Hulu, dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih di Bumi Gerbang Sari ini, telah membentuk relawan demokrasi. Rabu (19/3), relawan tersebut diberikan bimbingan teknis (Bimtek) yang dilaksanakan oleh KPU Inhu di gedung Sejuta Sungkai Rengat.
Partispasi pemilih dari setiap Pemilu mengalami penurunan, hal ini bisa dilihat dari Pemilu 1999 yang hanya 92 persen, pemilu tahun 2004 turun hanya 84 persen dan pemilu 2009 hanya tersisa 71persen.
Penurunan ini menjadi pekerjaan rumah bagi KPU untuk mengajak masyarakat kembali aktif berpartisipasi dalam Pemilu 2014 yang akan dilaksanakan pada 9 April yang akan datang, ditambah lagi pada Pilgub lalu hanya 43 persen.
"Upaya yang saat ini dilakukan adalah membentuk Relasi atau relawan demokrasi, dibentuk untuk maksud meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu dan untuk memperbaiki kualitas pemilih.
Melihat kecenderungan kualitas pemilih menurun yang mau datang ke bilik suara dengan kesadaran otentik hendak memilih wakil-wakil rakyat yang baik untuk 5 tahun ke depan" demikian penjelasan, jelas sekretaris KPU Inhu, Watno.
"Relawan Demokrasi ini di tugasi untuk menyadarkan warga masyarakat tentang hak pilihnya dan diajak memilih wakil-wakilnya secara tepat dan benar" jelasnya.
Menurut Watno, dalam bimtek yang diikuti oleh 25 orang relawan Demokrasi ini, disampaikan juga jumlah pemilih, bagaimana pencoblosan, suara sah dan tidak sah dan informasi lainnya terkait pelaksanaan Pemilu 2014 ini.
Lebih lanjut Watno menjelaskan, untuk persyaratan menjadi Relawan Demokrasi harus jelas seperti cukup dewasa dari segi usia maupun pemikiran, independent, imparsial, non partisan, tidak melakukan tindakan kekerasan, menghormati adat dan budaya setempat, tidak bertindak diskriminatif dan tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun dari peserta pemilu yang menunjukkan indikasi keperpihakan dan gratifikasi.
Ditambahkannya, Untuk kegiatan Relawan Demokrasi ini akan menggunakan dana dari DIPA KPU yang sudah disiapkan secara khusus untuk itu. Dengan harapan kesuksesan Pemilu 2014, KPU DIY bekerjasama dengan semua pihak dengan harapan partisipasi dan penyebaran informasi terkait Pemilu 2014 bisa di rasakan oleh warga masyarakat dan saat pencoblosan bisa menggunakan hak pilihnya secara baik dan benar.
Partispasi pemilih dari setiap Pemilu mengalami penurunan, hal ini bisa dilihat dari Pemilu 1999 yang hanya 92 persen, pemilu tahun 2004 turun hanya 84 persen dan pemilu 2009 hanya tersisa 71persen.
Penurunan ini menjadi pekerjaan rumah bagi KPU untuk mengajak masyarakat kembali aktif berpartisipasi dalam Pemilu 2014 yang akan dilaksanakan pada 9 April yang akan datang, ditambah lagi pada Pilgub lalu hanya 43 persen.
"Upaya yang saat ini dilakukan adalah membentuk Relasi atau relawan demokrasi, dibentuk untuk maksud meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu dan untuk memperbaiki kualitas pemilih.
Melihat kecenderungan kualitas pemilih menurun yang mau datang ke bilik suara dengan kesadaran otentik hendak memilih wakil-wakil rakyat yang baik untuk 5 tahun ke depan" demikian penjelasan, jelas sekretaris KPU Inhu, Watno.
"Relawan Demokrasi ini di tugasi untuk menyadarkan warga masyarakat tentang hak pilihnya dan diajak memilih wakil-wakilnya secara tepat dan benar" jelasnya.
Menurut Watno, dalam bimtek yang diikuti oleh 25 orang relawan Demokrasi ini, disampaikan juga jumlah pemilih, bagaimana pencoblosan, suara sah dan tidak sah dan informasi lainnya terkait pelaksanaan Pemilu 2014 ini.
Lebih lanjut Watno menjelaskan, untuk persyaratan menjadi Relawan Demokrasi harus jelas seperti cukup dewasa dari segi usia maupun pemikiran, independent, imparsial, non partisan, tidak melakukan tindakan kekerasan, menghormati adat dan budaya setempat, tidak bertindak diskriminatif dan tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun dari peserta pemilu yang menunjukkan indikasi keperpihakan dan gratifikasi.
Ditambahkannya, Untuk kegiatan Relawan Demokrasi ini akan menggunakan dana dari DIPA KPU yang sudah disiapkan secara khusus untuk itu. Dengan harapan kesuksesan Pemilu 2014, KPU DIY bekerjasama dengan semua pihak dengan harapan partisipasi dan penyebaran informasi terkait Pemilu 2014 bisa di rasakan oleh warga masyarakat dan saat pencoblosan bisa menggunakan hak pilihnya secara baik dan benar.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.