Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) semakin
pekat, hingga berdampak meningkatnya penderita inveksi saluran
pernapasan akut (ISPA) yang mencapai seratus persen. Namun dinas
kesehatan (Dinkes) Inhu belum menetapkan status kejadian luar biasa
(KLB).
"Saat ini stok masker untuk tahun 2014 yang ada pada Dinas Kesehatan
Inhu sudah habis. Kita tidak menyangka bahwa kabut asap terjadi begitu
lama hingga mencapai dua bulan," jelasnya sebagaimana dilansir dari
Riauterkini
Belum ditetapkanya status KLB di Inhu ini diakibatkan Dinkes Inhu tidak
bisa menentukan apakah kualitas udara akibat kabut asap sudah masuk
dalam kategori berbahaya atau belum. Sebab Dinkes Inhu tidak memiliki
alat untuk mengukur kualitas udara. Penegasan ini disampaikan Kepala
Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes
Inhu, Evi Irma Junita kepada wartawan, Rabu (12/3/14).
"Namun kalau kita lihat secara nyata di lapangan, kabut asap di Inhu
ini sudah tidak sehat dan dapat membahayakan kesehatan. Ini dibuktikan
semakin banyaknya warga yang terserang ISPA dan penyakit lainnya akibat
kabut asap,"Â ujarnya.
"Bahkan kasus ISPA ini sudah meningkat hingga 100 persen dari biasanya,
itu sudah masuk kategori luar biasa. Tetapi berdasarkan data ini, belum
masuk kategori luar biasa untuk kasus ISPA,"Â tegasnya.
Diungkapkanya, berdasarkan data yang disampaikan Puskesmas se Inhu,
sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2014, jumlah penderita ISPA di Inhu
mencapai 2.035 orang. Jumlah tersebut meningkat cukup tinggi jika
dibanding kondisi cuaca normal yang rata-rata terjadi 1.500 kasus ISPA
per bulan.
Selain ISPA, kabut asap yang menyelimuti wilayah Inhu juga menyebabkan
penyakit lainnya seperti Asma 42 kasus, Pheunomia 4 kasus, iritasi mata
65 kasus dan iritasi kulit 129 kasus.
"Yang paling rentan terserang penyakit akibat kabut asap antara lain
bayi, balita dan anak-anak, ibu hamil dan usia lanjut," ungkapnya.
Dengan kondisi ini pihaknya berharap warga dapat mengurangi aktivitas
di luar rumah untuk mengurangi resiko terserang penyakit akibat kabut
asap yang semakin tebal. Kalaupun harus keluar rumah disarankan
menggunakan masker. Serta bagi warga yang mulai merasakan terserang
penyakit akibat kabut asap agar segera berobat ke puskesmas maupun ke
Pustu terdekat.
"Saat ini stok obat untuk pasien penderita ISPA dan penyakit lain
akibat kabut asap tersedia di seluruh puskesmas maupun pustu,"ucapnya.
Ditambahkanya, dengan kabut asap yang hampir dua bulan menyelimuti
wilayah Inhu, bukan hanya penderita penyakit ISPA dan penyakit lainya
yang meningkat. Bahkan stok masker yang ada di Dinkes Inhu pun sudah
habis.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.