Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Indragiri Hulu merencanakan akan membangun gedung guru paling lambat tahun 2015 mendatang. Sebagai dana awal, PGRI Inhu akan memungut iuran dari guru bertatus pegawai negeri sipil (PNS) melalui dana tambahan penghasilan atau sering disebut tunjangan kelancaran tugas (TKT) tahun 2014.

Besaran TKT yang akan dipotong sebagai dana awal pembanguan gedung guru tersebut senilai Rp 70 ribu untuk triwulan I. Sedangkan untuk triwulan II, III dan IV masing-masing senilai Rp 60 ribu. Pemungutan iuran dari TKT akan langsung dilakukan oleh bendahara masing-masing kecamatan dan akan disetorkan langsung ke bendahara PGRI Kabupaten Inhu.

"Kebijakan memungut iuran dari dana TKT tahun 2014, termasuk penetapan besaran iuran merupakan hasil kesepakatan yang diambil pada konfrensi kerja PGRI Kabupaten Inhu beberapa waktu lalu dan telah ditanda tangani oleh masing-masing pengurus kecamatan se Kabupaten Inhu," jelas Sekretaris PGRI Inhu, Hefnan Endri, Kamis (13/3).

Dijelaskan Hefnan, iuran tersebut hanya dibebankan bagi guru yang berstatus PNS mulai dari tingkat SD hingga SMA sederajat dan hanya di potong dari TKT. Sedaangkan guru honor dan GDB tidak ada dibebankan untuk iuran. Hasil iuran rencananya akan digunakan untuk membeli lahan yang akan dibangun gedung guru.

"Rencananya kita akan beli lahan di Pematangreba setelah iuran terkumpul pada akhir tahun 2014. Setelah ada lahannya baru kita ajukan permohonan kepada Pemkab Inhu untuk pembangunan gedung guru tersebut setidaknya pada tahun 2015," ujarnya.

Menurut Hefnan, langkah yang diambil PGRI Kabupaten Inhu ini sebelumnya sudah disosialisasikan kepada para guru baik melalui UPT Dinas Pendidikan, pengurus PGRI kecamatan maupun kepada sejumlah kepala sekolah. Diharapkan dengan adanya sosialisasi tersebut, iuran yang dipungut dari TKT tidak menjadi persoalan dan dapat dilaksanakan oleh semua guru.

"Harapan kami, di kepengurusan PGRI Inhu saat ini cita-cita membangun gedung guru dapat terealisasi sesuai rencana. Apalagi dengan adanya gedung guru, berbagai kegiatan guru dapat dilaksanakan di gedung tersebut," jelasnya.
Terkait jumlah dana yang akan terkumpul dari iuran tersebut selama tahun 2014, Hefnan mengaku tidak mengetahui secara pasti karena menyangkut dengan jumlah guru berstatus PNS dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat. "Yang jelas jumlahnya banyak, tapi pastinya saya belum bisa pastikan," ungkapnya.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.