RENGAT - Pertamina menjanjikan pasokan tabung gas elpiji 12 kg untuk wilayah Kabupaten Inhu dalam empat hari kedepan akan kembali normal. Bahkan menjelang natal dan tahun Pertamina menjanjikan untuk menambah pasokan 2 hingga 3 persen. Sehingga tidak ada lagi kekurangan gas elpiji 12 kg.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) Inhu, Ir Winaldi, Rabu (11/12). "Kita sudah konfirmasi langsung ke Pertamina terkait kelangkaan tabung gas elpiji 12 kg di wilayah Inhu. Pertamina sudah menjanjikan dalam kurun empat hari kedepan sudah kembali normal," ujar Winaldi.

Dijelaskannya, pengawasan dan distribusi tabung gas elpiji 12 kg merupakan tanggungjawab langsung PT Pertamina. Karena itu setelah memastikan adanya kelangkaan gas elpiji 12 kg, Disperindagpas Inhu langsung berkoordinasi dengan PT Pertamina. Sedangkan Disperindag hanya bertanggungjawab untuk pengawasan tabung gas elpiji 3 kg.

"Saat ini tim dari Pertamina sudah turun ke Kabupaten Inhu untuk melakukan pemantauan langsung dilapangan. Mudah-mudahan dengan adanya tambahan pasokan seperti yang dijanjikan Pertamina, tidak akan ada lagi kelangkaan," tambahnya.

Terkait penyebab kelangkaan tabung gas elpiji 12 kg yang sudah terjadi hampir dua bulan tersebut, Winaldi tidak mengetahui secara pasti. Namun dari jawaban Pertamina ada pihak-pihak nakal yang memanfaatkan situasi. "Di Inhu saat ini hanya ada tiga agen gas elpiji 12 kg, selebihnya adalah pihak-pihak yang menjual dengan mengambil dari agen, dan saat ini mereka tidak lagi dapat pasokan," jelasnya.

Winaldi juga menegaskan, berdasarkan jawaban dari Pertamina, kelangkaan yang terjadi tidak ada kaitannya dengan rencana kenaikan tabung gas elpiji 12 kg.

Seperti diketahui, hampir dua bulan terakhir, tabung gas elpiji ukuran 12 kg sulit didapat di Kabupaten Inhu. Kondisi tersebut membuat para ibu rumah tangga resah dan terpaksa beralih menggunakan tabung gas elpiji 3 kg. Padahal tabung gas elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pasokannya saat ini juga terbatas.
Salah seorang penjual gas elpiji 12 kg, Oksi mengakui sejak dua bulan terakhir pasokan ditempatnya mengalami pengurangan yang sangat signifikan. Jika biasanya ia menerima 800 hingga 1.000 tabung gas elpiji 12 kg tiap bulan, saat ini ia hanya menerima 50 sampai 150 tabung gas elpiji 12 kg tiap bulan.{inhusatu}

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.