Gambar : Ketua Bawaslu Provisni Riau, Edi Syarifuddin
Bawaslu Provinsi Riau mengendus, menuding sekaligus menyoroti pelaksanaan Pilkada serentak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang proses demokrasinya dinilai tidak sehat, karena salah satu dari dua pasangan calon diduga sebagai pasangan bayangan atau kandidat bayangan.

Hal itu dikatakan Ketua Bawaslu Provisni Riau, Edi Syarifuddin kepada Radio Republik Indonesia, Rabu (16/12/2015).

Dia menjelaskan, sejak proses pendaftaran sampai saat ini, pihaknya sudah mengendus itu. Sebab hanya terdapat dua pasangan calon dan tidak ada riak - riak yang berarti dalam hal dukungan partai politik.

"Namun Bawalsu dan jajaran pengawas bahkan penyelenggara tidak bisa mensikapinya dan menelusuri dugaan permainan politik kotor itu. Sebab selain tidak memiliki kewenangan, hal itu merupakan ranah partai politik. Jadi urusan merekalah," dalihnya.

Diakui, opini di masyarakat tentang pasangan calon boneka itu, juga sampai ke telinga pengawas Pemilu. Namun tidak bisa ditindak lanjuti karena tidak ada laporan atau temaun langsung dari jajaran pengawas.

"Indikasi lainnya adalah tidak ada persaingan yang sengit selama kampanye hingga perolehan suara bagi kedua pasangan calon sehingga tidak menggambarkan Pilkada yang sehat. Coba lihat perbedaan suaranya sangat jomplang," tambahnya.

Disisi lain, pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi hasil Pilkada Kabupaten Indragiri Hulu diwarnai aksi walk out dari saksi pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 1 Tengku Mukhtaruddin – Aminah.

Berdasarkan hasil rapat rekapitulasi Pilkada Inhu, pasangan nomor urut satu Tengku Mukhtaruddin dan aminah meraih suara sebanyak 71.234 suara atau 41,86 persen sendangkan pasangan calon nomor urut dua, Yopi Arianto dan Khairizal memperolehan suara sebanyak 98.952 suara atau 58,14 persen. (TS)

[success title="Source : " icon="check-circle"] http://images1.rri.co.id/pekanbaru/post/berita/228822/daerah/pilkada_inhu_diwarnai_pasangan_calon_bayangan.html[/success]

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.