![]() |
| Gambar : Anggota DPrD Inhu Marlius,S.Pdi |
Kendati KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Indragiri Hulu, Riau merupakan KPU terbaik 2 nasional, namun pada Pilkada serentak 9 Desember 2015 lalu, partisipasi pemilih di negeri sejuta sungkai ini masih anjlok dibanding saat Pilpres 2014 silam.
Hal itu terungkap saat KPU Inhu menggelar pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara dan penetapan hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Inhu tahun 2015 yang dilaksanakan di Aula Kantor KPU Inhu, Jalan Raya Pematang Reba - Pekan Heran, Rabu (16/12/2015) kemaren.
Yang mana, partisipasi pemilih dalam Pilkada itu hanya sebesar 57,83 persen. Padahal, biaya Pilkada yang digelontorkan pemerintah daerah Kabupaten Inhu terhadap KPU sangat besar, yakni Rp18 miliar lebih. "Ketika anggaran Pilkada yang dikucurkan besar, sementara partisipasi pemilih menurun, hal ini tentunya patut dipertanyakan, apa lagi KPU Inhu merupakan penyandang peringkat terbaik 2 nasional," ujar Anggota DPRD Inhu Marlius, Kamis (17/12/2015) via selulernya.
Bahkan sebut Marlius, untuk 9 kabupaten/kota di Riau yang melaksanakan Pilkada pada 9 Desember 2015, yang paling terendah partisipasi pemilihnya adalah Kabupaten Inhu. Hal itu tentunya tidak terlepas dari tidak atau kurang optimalnya KPU Inhu dalam melaksanakan sosialisasi. "Kita tahu, anggaran sosialisasi yang ada di KPU Inhu banyak dihabiskan untuk acara seremonial saja dan bukan untuk kegiatan yang yang memiliki azaz manfaat.
Sehingga, sosialisasi yang dilakukan KPU tidak tepat sasaran dan tidak menyentuh hati masyarakat atau pemilih," tutur Sekretaris Partai Gerindra Inhu itu. Selain itu sambungnya, anjloknya partisipasi pemilih juga dipicu oleh adanya pembatasan kampanye Paslon sebagaimana yang diatur PKPU Nomor 7 Tahun 2015.
Yang lebih parahnya lagi, dalam melakukan sosialisasi tidak adanya upaya KPU Inhu yang berarti dalam mengajak masyaratak untuk menggunakan hak pilih mereka. Sehingga, pencapaian target partiÂsipasi pemilih sebesar 77 persen secara nasional sebagaimana yang dipatok oleh KPU tentunya hanya isapan jempol belaka dan itu hanya mimpi, pungkas Mardius.
Sementara itu, berdasarkan data Goriau.com tentang hasil pleno rekapitulasi yang dilakukan KPU Inhu, Rabu (16/12/2015), dari 14 kecamatan partisipasi pemilih terendah adalah di Kecamatan Batang Gangsal, yakni sekitar 47,3 persen.***
[success title="Source : " icon="check-circle"] http://www.goriau.com/berita/politik/anggaran-pilkada-rp18-miliar-partisipasi-pemilih-di-inhu-anjlok-dprd-pertanyakan-kinerja-kpu.html[/success]

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.