Dilalui PT. Inecda Pemkab Inhu Enggan Mengaspal Jalan Desa Pematang Jaya
Jalan Desa Pematang Jaya
Pembangunan - Kondisi Jalan Desa Pematang Jaya Kecamatan Rengat Barat sejauh ini belum tersentuh aspal, hal ini dikarenakan jalan ini setiap harinya digunakan oleh PT. Inecda S&G.

Dalam perjanjian awal antara masyarakat dan dengan pihak perusahaan bahwasanya jalan tersebut perawatannya dilakukan oleh pihak perusahaan, namun kenyataannya sejauh ini kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan.

"Kami sudah sering mengusulkan bahkan memohon agar Pemkab Inhu meneruskan pengaspalan jalan dari simpang Bukit Selasih ke Pematang Jaya," kata Mahripal salah seorang kepala Dusun (Kadus) di Desa Pematang jaya.

Tapi permohonan yang kami sampaikan setiap acara Musrenbang itu tidak pernah digubris, ujar Kadus Bukit Selasih tersebut.

Dikatakannya, aspal yang dibangun Pemkab Inhu sepanjang 1 KM dari simpang Bukit Selasih hingga batas desa Kota Lama dan Pematang Jaya sudah hancur akibat dilintasi truck PT Inecda. Sebab itu, warga meminta Bupati Inhu mengambil sikap tegas kepada perusahaan tersebut agar bertanggung jawab terhadap jalan Pematang Jaya dan tiga desa lainya.

"Tolong sampaikan kepada pak Bupati, sudah 34 tahun kami menghirup debu jalan, kami tak pernah menikmati jalan aspal seperti jalan desa lainnya. Jadi saat ini kami menuntut pembangunan pemerataan kepada pak Bupati," sebutnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU Inhu Azwardi melalui kabid Bina Marga Yandriyanto kepada wartawan Rabu (3/9) mengakui bahwa jalan Pematang Jaya adalah jalan pemerintah, namun jalan tersebut selama ini banyak dipakai sebagai jalan operasional perusahaan perkebunan, sehingga Pemkab Inhu merasa rugi jika dilakukan pengaspalan.

Dikatakannya, Pemkab Inhu sudah pernah mengundang pihak perusahaan tersebut agar dapat bekerjasama dengan Pemkab Inhu dalam penganggaran pembangunan aspal jalan, namun hingga kini belum ada jawaban dari perusahaan.

"Intinya Pemkab Inhu bersedia mengaspal jalan Pematang Jaya apabila perusahaan tidak lagi menggunakan jalan tersebut," jelasnya.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.