Sebagai Wujud Syukurnya Abdul Rahim Tono (52), warga Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menyembelih satu ekor kambing.
Hal ini dilakukannya sehubungan dengan nazar yang diucapkannya dimana jika pasangan Jokowi- Jk menang pada pemilihan Presiden (9/6) maka dirinya akan memotong kambing.
"Sebagai pelunasan nazarnya karena Jokowi dinyatakan KPU menang dalam Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2014 maka saya memotong satu ekor kambing", katanya.
Nazar ini sudah sejak lama diniatkan Abdul Rahim, namun baru Kamis (31/7) kamarin baru dilaksanakannya. Maklum, sebagai seorang buruh kasar di Pabrik Kelapa Sawit, ia harus mengumpulkan uang demi untuk memenuhi hajatnya membeli seekor kambing.
"Saya pengidola berat Jokowi, mulai dia mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI, saya selalu berdo'a untuknya," ujar Abdul Rahim ketika ditemui Minggu (3/8).
Menurutnya sosok Jokowi yang sederhana membuat ia simpati, apalagi Jokowi dikenal merakyat, sehingga ia berani bernazar untuk kemenangan mantan Walikota Solo, itu ketika mencapres.
Bahkan, ketika ketua umum PDI Perjuangan Megawati memutuskan Jokowi sebagai capres partai tersebut, Abdul Rahim telah memasang nazar akan menyembelih kambing jika Jokowi menang dalam Pilpres.
"Jadi sejak Megawati memutuskan Jokowi sebagai Capres, sejak itu saya sudah menabung untuk beli kambing," katanya.
Ia mengaku niat menyembelih kambing tidak pernah diucapkannya kepada siapapun sampai Jokowi dinyatakan menang. Bahkan, selama kampaye Pilpres hingga pencoblosan dia tidak pernah mangkampanyekan pasangan Jokowi - JK kepada warga maupun keluarganya.
"Saya nazar sendiri, jadi saya tidak mau mempengaruhi keluarga apalagi warga untuk memilih Jokowi - JK. Tapi Alhamdulillah di Pangkalan Kasai pasangan Jokowi - JK menang 90 persen. Dan inilah saatnya saya melunasi nazar saya," ungkapnya. 
Selain menyembelih kambing, Abdul Rahim juga menggelar acara syukuran di kediamannya, dengan mengundang warga Pangkalan Kasai.
"Acara syukuran dihadiri para simpatisan Jokowi dan Prabowo. Jadi yang memakan kambing itu juga termasuk simpatisan Prabowo," sebutnya.
Hal ini dilakukannya sehubungan dengan nazar yang diucapkannya dimana jika pasangan Jokowi- Jk menang pada pemilihan Presiden (9/6) maka dirinya akan memotong kambing.
"Sebagai pelunasan nazarnya karena Jokowi dinyatakan KPU menang dalam Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2014 maka saya memotong satu ekor kambing", katanya.
Nazar ini sudah sejak lama diniatkan Abdul Rahim, namun baru Kamis (31/7) kamarin baru dilaksanakannya. Maklum, sebagai seorang buruh kasar di Pabrik Kelapa Sawit, ia harus mengumpulkan uang demi untuk memenuhi hajatnya membeli seekor kambing.
"Saya pengidola berat Jokowi, mulai dia mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI, saya selalu berdo'a untuknya," ujar Abdul Rahim ketika ditemui Minggu (3/8).
Menurutnya sosok Jokowi yang sederhana membuat ia simpati, apalagi Jokowi dikenal merakyat, sehingga ia berani bernazar untuk kemenangan mantan Walikota Solo, itu ketika mencapres.
Bahkan, ketika ketua umum PDI Perjuangan Megawati memutuskan Jokowi sebagai capres partai tersebut, Abdul Rahim telah memasang nazar akan menyembelih kambing jika Jokowi menang dalam Pilpres.
"Jadi sejak Megawati memutuskan Jokowi sebagai Capres, sejak itu saya sudah menabung untuk beli kambing," katanya.
Ia mengaku niat menyembelih kambing tidak pernah diucapkannya kepada siapapun sampai Jokowi dinyatakan menang. Bahkan, selama kampaye Pilpres hingga pencoblosan dia tidak pernah mangkampanyekan pasangan Jokowi - JK kepada warga maupun keluarganya.
"Saya nazar sendiri, jadi saya tidak mau mempengaruhi keluarga apalagi warga untuk memilih Jokowi - JK. Tapi Alhamdulillah di Pangkalan Kasai pasangan Jokowi - JK menang 90 persen. Dan inilah saatnya saya melunasi nazar saya," ungkapnya. 
Selain menyembelih kambing, Abdul Rahim juga menggelar acara syukuran di kediamannya, dengan mengundang warga Pangkalan Kasai.
"Acara syukuran dihadiri para simpatisan Jokowi dan Prabowo. Jadi yang memakan kambing itu juga termasuk simpatisan Prabowo," sebutnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.