Cara Mepercepat Koneksi Internet, Dengan Gali Gorong-Gorong
 
TEKNOLOGI - Para pengguna internet di indonesia pasti sering menemuan koneksi internet yang sangat lambat ketika sedang melakukan browsing, memang tak dapat dipungkiri kecepatan internet indonesia tergolong sangat lambat di dunia.

Para pengguna pun terus mencari cara untuk mempercepat koneksi internet yang mereka miliki, dari membeli penguat sinya, antene eksternal, dan keluar biayah super mahal supaya memiliki jaringan internet yang memuaskan.

Namun bagi praktisi teknologi informasi (TI), Onno W Purbo, memiliki pandangan tersendiri agar koneksi internet di indonesia menjadi lebih cepat, yaitu dengan cara membangun jaringan kabel serat optik yang menghubungkan kota-kota dan daerah-daerah di Indonesia.

"Sulit kalau mengandalkan wireless, 3G saja dalam praktiknya hanya berkisar 1-2 Mbps. Harus dengan menggunakan fiber optic," kata Onno menjelaskan alasannya, ketika ditemui seusai acara peresmian Onno Center di Jakarta, Kamis (28/8/2014).

Nah, dalam rangka membangun jaringan serat optik tersebut, Onno memiliki pemikiran agar dibuat semacam terowongan atau gorong-gorong penghubung yang menyambungkan antar daerah.

Hal ini dimaksudkan agar pihak penggelar jaringan tak perlu kembali menggali setiap kali akan menarik kabel baru. Gorong-gorong pun bisa dipakai untuk keperluan selain sebagai tempat kabel serat optik.

Pembangunan gorong-gorong itu disebutnya tak bisa hanya dengan mengandalkan operator karena biayanya akan sangat mahal.

"Makanya, harus dengan merangkul kepala-kepala daerah yang mau membangun," kata Onno, seraya mencontohkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang membangun Bandung Cyber City.

Begitu jaringan serat optik terbangun, barulah disalurkan secara wireless sebagai perantara terakhir ke pengguna. Soal last mile ini, Onno menambahkan bahwa daerah-daerah bisa memanfaatkan jaringan komputer swadaya RT/RW-net.

"Hanya saja, Kominfo harus mendukung dengan secara eksplisit menyatakan bahwa RT/RW-net bisa beroperasi tanpa perlu mengantongi izin ISP," tambah Onno.

Di samping itu, Onno menilai bahwa RT/RW-net sebenarnya menguntungkan bagi industri telekomunikasi dalam jangka panjang karena bisa mendatangkan trafik tanpa perlu investasi terlebih dahulu.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.