Hingga Idul Fitri Pemadaman Listrik Terus Berlangsung di Inhu
FOKUS INHU - Pemadaman listrik secara bergilir di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tetap berlangsung hingga lebaran Idul Fitri 1435 H mendatang.

Pasalnya sampai saat ini dua unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tanah Merah masih mengalami gangguan sehingga PLN Area Rengat mengalami defisit daya hingga mencapai 6 MW.

" Kalau melihat kondisi saat ini, kemungkinan lebaran tetap terjadi pemadaman listrik bergilir. Namun kita berdoa semoga defisit semakin kecil sehingga durasi pemadaman bergilir hanya berlangsung sebentar," ujar Manajer PLN Area Rengat Armunanto, Rabu (23/7).

Dijelaskan Armunanto, berdasarkan informasi dari pihak PLTMG, saat ini teknisi tengah memperbaiki satu unit mesin yang mengalami gangguan tersebut.

Diharapkan sebelum lebaran proses perbaikan selesai dilakukan sehingga hanya satu unit yang mengalami gangguan.

Selain itu, PLN Area Rengat telah menambah mesin sewa baru dari PT Tiga Bintang di PLTD Kota Lama dengan kapasitas 1 MW dan diharapkan sebelum lebaran akan kembali bertambah 1 MW. Jika sebelum lebaran Idul Fitri, PLTMG sudah bisa mengoperasikan satu unit mesinnya, maka defisit daya diperkirakan tinggal 2 MW.

" Dengan defisit 2 MW, kita berharap kepada pelanggan untuk bersama-sama menghemat penggunaan listrik dengan mematikan lampu yang tidak perlu saat beban puncak, sehingga pemadaman dapat kita minimalisir," ujarnya.

Sementara itu, Manajer PLTMG Tanah Merah, Adi Condro membenarkan dari tujuh unit mesin yang ada di PLTMG Tanah Merah, dua diantarnya mengalami gangguan sejak beberapa waktu lalu.

Sehingga PLMTG Tanah Merah hanya mampu menyuplai daya sekitar 15 MW. " Saat ini kita tengah melakukan perbaikan terhadap satu unit mesin yang mengalami gangguan. Kita upayakan sebelum lebaran ini sudah bisa dioperasikan, sehingga yang mengalami gangguan tinggal satu unit saja," jelasnya.

Sedangkan perbaikan terhadap satu unit lagi kemungkinan membutuhkan waktu lama, sebab kerusakan terjadi pada turbo sehingga harus diganti dengan suku cadang baru. Itupun untuk mengganti suku cadang harus diimpor dari Austria

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.