FOKUS INHU - Pemadaman listrik bergilir di wilayah Kabupaten Inhu belum juga menunjukkan tanda-tanda adanya perubahan. Bahkan sejak sepekan terakhir, rasio pemadaman listrik sudah mencapai 3 : 1 (tiga hari menyala, satu hari padam) dengan durasi padam mencapai 6,5 jam.
Kondisi ini dikeluhkan banyak pelanggan PLN, khususnya kaum ibu. Mereka kesulitan untuk mempersiapkan buka puasa dan makan sahur karena pemadaman listrik sudah terjadi sejak pukul 17.30 sore hingga paling lama pukul 24.00 malam.
“Yang jelas setiap tiga hari sekali kita buka puasa dalam gelap. Kemudian kita kesulitan untuk kemas-kemas dan mempersiapkan untuk makan sahur karena listrik padam sampai pukul 24.00 Wib,” ujar Ayu, warga Seberang Rengat, Jumat (11/6).
Selain harus berbuka puasa dalam gelap, Ayu mengaku pemadaman listrik bergilir di bulan suci Ramadhan ini membuat banyak warga tidak bisa pergi Shalat Tarawih berjamaah di masjid. Mereka khawatir meninggalkan rumah dalam gelap.
“Serba susah mau meninggalkan rumah kalau dalam keadaan mati lampu. Di tinggalkan dalam keadaan gelap kita khawatir ada maling. Kalau di terangi lilin atau lampu lainnya kita khawatir terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Karena itu, Ayu berharap PLN Area Rengat dapat segera mengatasi pemadaman listrik bergilir di wilayah Kabupaten Inhu yang sudah berlangsung lama. Apalagi saat ini pemerintah sudah menaikkan tarif listrik, sehingga pelanggan berhak untuk memperoleh pelayanan yang baik dari PLN.
Sementara itu, Manajer PLN Area Rengat, Armunanto membenarkan sejak beberapa hari ini durasi pemadaman listrik di wilayah Kabupaten Inhu semakin panjang, bahkan bisa sampai pukul 24.00 Wib. Kondisi itu disebabkan karena dua unit mesin di PLTMG mengalami kerusakan sehingga terjadi defisit daya hingga 6 MW.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. PLN Area Rengat memang sangat bergantung dengan kondisi yang ada di PLTMG karena daya yang mampu mereka hasilkan mencapai 20 MW. Karena itu, ketika unit mereka mengalami gangguan, hal itu akan berpengaruh besar bagi kita di Inhu,” ujarnya.
Armunanto mengungkapkan, sebelumnya satu unit mesin di PLTMG telah mengalami kerusakan hingga menyebabkan terjadi defisit 3 MW. Belum lagi selesai mesin tersebut di perbaiki, satu unit lagi mengalami kerusakan sejak beberapa hari lalu hingga menyebabkan defisit bertambah menjadi 6 MW.
Untuk mengatasi agar pemadaman bergilir akibat defisit daya tersebut tidak semakin parah, PLN Area Rengat telah menambah mesin sewa baru dari PT Tiga Bintang di PLTD Kota Lama dengan kapasitas 1 MW dan diharapkan sebelum lebaran akan kembali bertambah 1 MW.
“Kita juga sudah minta PT Wika selaku pengelola PLTMG segera mencari melakukan perbaikan terhadap mesin yang rusak sehingga defisit daya tidak terjadi lagi. Paling tidak kita minta kepada PLTMG sebelum lebaran ini sudah bisa dioperasikan satu unit,” ungkapnya.
Kondisi ini dikeluhkan banyak pelanggan PLN, khususnya kaum ibu. Mereka kesulitan untuk mempersiapkan buka puasa dan makan sahur karena pemadaman listrik sudah terjadi sejak pukul 17.30 sore hingga paling lama pukul 24.00 malam.
“Yang jelas setiap tiga hari sekali kita buka puasa dalam gelap. Kemudian kita kesulitan untuk kemas-kemas dan mempersiapkan untuk makan sahur karena listrik padam sampai pukul 24.00 Wib,” ujar Ayu, warga Seberang Rengat, Jumat (11/6).
Selain harus berbuka puasa dalam gelap, Ayu mengaku pemadaman listrik bergilir di bulan suci Ramadhan ini membuat banyak warga tidak bisa pergi Shalat Tarawih berjamaah di masjid. Mereka khawatir meninggalkan rumah dalam gelap.
“Serba susah mau meninggalkan rumah kalau dalam keadaan mati lampu. Di tinggalkan dalam keadaan gelap kita khawatir ada maling. Kalau di terangi lilin atau lampu lainnya kita khawatir terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Karena itu, Ayu berharap PLN Area Rengat dapat segera mengatasi pemadaman listrik bergilir di wilayah Kabupaten Inhu yang sudah berlangsung lama. Apalagi saat ini pemerintah sudah menaikkan tarif listrik, sehingga pelanggan berhak untuk memperoleh pelayanan yang baik dari PLN.
Sementara itu, Manajer PLN Area Rengat, Armunanto membenarkan sejak beberapa hari ini durasi pemadaman listrik di wilayah Kabupaten Inhu semakin panjang, bahkan bisa sampai pukul 24.00 Wib. Kondisi itu disebabkan karena dua unit mesin di PLTMG mengalami kerusakan sehingga terjadi defisit daya hingga 6 MW.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. PLN Area Rengat memang sangat bergantung dengan kondisi yang ada di PLTMG karena daya yang mampu mereka hasilkan mencapai 20 MW. Karena itu, ketika unit mereka mengalami gangguan, hal itu akan berpengaruh besar bagi kita di Inhu,” ujarnya.
Armunanto mengungkapkan, sebelumnya satu unit mesin di PLTMG telah mengalami kerusakan hingga menyebabkan terjadi defisit 3 MW. Belum lagi selesai mesin tersebut di perbaiki, satu unit lagi mengalami kerusakan sejak beberapa hari lalu hingga menyebabkan defisit bertambah menjadi 6 MW.
Untuk mengatasi agar pemadaman bergilir akibat defisit daya tersebut tidak semakin parah, PLN Area Rengat telah menambah mesin sewa baru dari PT Tiga Bintang di PLTD Kota Lama dengan kapasitas 1 MW dan diharapkan sebelum lebaran akan kembali bertambah 1 MW.
“Kita juga sudah minta PT Wika selaku pengelola PLTMG segera mencari melakukan perbaikan terhadap mesin yang rusak sehingga defisit daya tidak terjadi lagi. Paling tidak kita minta kepada PLTMG sebelum lebaran ini sudah bisa dioperasikan satu unit,” ungkapnya.
Jika sebelum lebaran Idul Fitri, PT Wika sudah bisa mengoperasikan satu unit mesinnya, maka defisit daya diperkirakan tinggal 2 MW, sebab penambahan satu 1 MW dilakukan di PLTD Kota Lama. “Dengan defisit 2 MW, kita berharap kepada pelanggan untuk bersama-sama menghemat penggunaan listrik dengan mematikan lampu yang tidak perlu saat beban puncak, sehingga pemadaman dapat kita minimalisir,” ujarnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.