FOKUS INHU - PLN Area Rengat memastikan bahwa pemadaman listrik bergilir selama bulan suci Ramadhan untuk wilayah Kabupaten Inhu dan sekitarnya tetap akan dilakukan. Pasalnya, sampai saat ini PLN Area Rengat masih mengalami defisit daya hingga 7 MW. Bahkan PLN Area Rengat belum bisa menjamin kapan pemadaman listrik bergilir tersebut berakhir.
Kondisi tersebut dipastikan akan membuat para pelanggan PLN Area Rengat kesal. Sebab mereka akan melaksanakan buka puasa dan ibadah Shalat Tarawih dalam kondisi gelap. Apalagi sampai Minggu (29/6) tidak ada pengumuman dari PLN terkait jadwal pemadaman listrik bergilir di kantor PLN Rayon Rengat.
“Seharusnya bulan puasa ini tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir, karena sebelumnya PLN Area Rengat pernah berjanji akan mengupayakan kondisi listrik kembali normal saat bulan Ramadhan dan piala dunia,” ujar Tama, warga Rengat, Minggu (29/6).
Diungkapkan Tama, pemadaman listrik bergilir di wilayah Kabupaten Inhu dan sekitarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun sampai sekarang tidak ada solusi cepat untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir tersebut. Bahkan pemadaman listrik yang dilakukan sesukanya tanpa ada pengumuman dan durasi pemadaman yang jelas.
Selain itu, Tama juga menyinggung recana pemerintah yang akan menaikkan tarif listrik mulai 1 Juli 2014 ini, sementara pelayanan listrik khususnya di Kabupaten Inhu masih sangat mengecewakan dan jauh dari harapan. “Pemerintah belum pantas menaikkan tarif listrik, kecuali bisa menjanjikan tidak ada lagi pemadaman bergilir. Sementara di Inhu pemadaman sudah berlangsung berbulan-bulan tanpa kejelasan,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan warga lain yang ditanya terkait masih berlangsungnya pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Inhu selama bulan suci Ramadhan. Mereka mengaku kesal dan merasa upaya yang dilakukan PLN Area Rengat mengatasi persoalan listrik di Inhu lambat.
Sementara itu, Manajer PLN Area Rengat, Armunanto membenarkan bahwa pemadaman listrik bergilir masih tetap dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan. Hal ini disebabkan karena PLN Area Rengat mengalami defisit daya hingga 7 MW. Bahkan Armunanto belum bisa memastikan kapan pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Inhu akan berakhir.
“Kami masih sangat bergantung pada mesin sewa terutama yang ada di PLTMG Tanah Merah. Selain itu, kami dari PLN Area Rengat hanya bisa minta dan terus berkoordinasi dengan PLN wilayah Riau dan Kepri sehingga pemadaman listrik bisa kita selesaikan cepat,” ujarnya.
Dijelaskan Armunanto, dalam kondisi seluruh mesin pada pembangkit yang ada dapat beroperasi, PLN Area Rengat tetap mengalami defisit 3,4 hingga 4 MW. Sementara sampai saat ini, satu unit mesin di PLTMG Tanah Merah masih mengalami kerusakan dan belum dapat dioperasikan, sehingga total defisit yang terjadi mencapai sekitar 7 MW.
“Mesin di PLTMG Tanah Merah itu mengalami kerusakan dan harus dilakukan pengecekan generator oleh konsultan dari Jakarta. Kabar dari PT WK, konsultan baru datang Rabu mendatang, sehingga proses perbaikan masih butuh waktu,” ungkapnya, Minggu (29/6).
Selain itu, satu unit mesin sewa yang didatangkan dari Semarang saat ini juga sudah berada di PLTD Kota Lama. Hanya saja mesin tersebut belum dapat dioperasikan karena masih dalam proses setting oleh teknisi. Sedangkan satu unit lagi masih menunggu kedatang dari Surabaya ke PLTD Kota Lama.
Kondisi tersebut dipastikan akan membuat para pelanggan PLN Area Rengat kesal. Sebab mereka akan melaksanakan buka puasa dan ibadah Shalat Tarawih dalam kondisi gelap. Apalagi sampai Minggu (29/6) tidak ada pengumuman dari PLN terkait jadwal pemadaman listrik bergilir di kantor PLN Rayon Rengat.
“Seharusnya bulan puasa ini tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir, karena sebelumnya PLN Area Rengat pernah berjanji akan mengupayakan kondisi listrik kembali normal saat bulan Ramadhan dan piala dunia,” ujar Tama, warga Rengat, Minggu (29/6).
Diungkapkan Tama, pemadaman listrik bergilir di wilayah Kabupaten Inhu dan sekitarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun sampai sekarang tidak ada solusi cepat untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir tersebut. Bahkan pemadaman listrik yang dilakukan sesukanya tanpa ada pengumuman dan durasi pemadaman yang jelas.
Selain itu, Tama juga menyinggung recana pemerintah yang akan menaikkan tarif listrik mulai 1 Juli 2014 ini, sementara pelayanan listrik khususnya di Kabupaten Inhu masih sangat mengecewakan dan jauh dari harapan. “Pemerintah belum pantas menaikkan tarif listrik, kecuali bisa menjanjikan tidak ada lagi pemadaman bergilir. Sementara di Inhu pemadaman sudah berlangsung berbulan-bulan tanpa kejelasan,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan warga lain yang ditanya terkait masih berlangsungnya pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Inhu selama bulan suci Ramadhan. Mereka mengaku kesal dan merasa upaya yang dilakukan PLN Area Rengat mengatasi persoalan listrik di Inhu lambat.
Sementara itu, Manajer PLN Area Rengat, Armunanto membenarkan bahwa pemadaman listrik bergilir masih tetap dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan. Hal ini disebabkan karena PLN Area Rengat mengalami defisit daya hingga 7 MW. Bahkan Armunanto belum bisa memastikan kapan pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Inhu akan berakhir.
“Kami masih sangat bergantung pada mesin sewa terutama yang ada di PLTMG Tanah Merah. Selain itu, kami dari PLN Area Rengat hanya bisa minta dan terus berkoordinasi dengan PLN wilayah Riau dan Kepri sehingga pemadaman listrik bisa kita selesaikan cepat,” ujarnya.
Dijelaskan Armunanto, dalam kondisi seluruh mesin pada pembangkit yang ada dapat beroperasi, PLN Area Rengat tetap mengalami defisit 3,4 hingga 4 MW. Sementara sampai saat ini, satu unit mesin di PLTMG Tanah Merah masih mengalami kerusakan dan belum dapat dioperasikan, sehingga total defisit yang terjadi mencapai sekitar 7 MW.
“Mesin di PLTMG Tanah Merah itu mengalami kerusakan dan harus dilakukan pengecekan generator oleh konsultan dari Jakarta. Kabar dari PT WK, konsultan baru datang Rabu mendatang, sehingga proses perbaikan masih butuh waktu,” ungkapnya, Minggu (29/6).
Selain itu, satu unit mesin sewa yang didatangkan dari Semarang saat ini juga sudah berada di PLTD Kota Lama. Hanya saja mesin tersebut belum dapat dioperasikan karena masih dalam proses setting oleh teknisi. Sedangkan satu unit lagi masih menunggu kedatang dari Surabaya ke PLTD Kota Lama.
Terkait tidak adanya pemberitahuan tentang jadwal pemadaman bergilir, Armunanto mengungkapkan bahwa pihaknya akan memerintah kepada Manajer PLN Rayon untuk menyampaikan jadwal pemadaman bergilir agar dapat diketahui masyarakat. “Permintaan untuk pengumuman jadwal pemadaman bergilir itu akan saya sampaikan kepada masing-masing Manajer Rayon dan sore ini (Minggu) mudah-mudahan sudah disampaikan,” ungkapnya.

Post a Comment
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.