Pemadaman Bergilir di Inhu Akan Terus Berlangsung Hingga Ramadhan

FOKUS NHU - Inhumetro.com : Pemadaman listrik bergilir selama bulan suci Ramadhan diperkirakan masih akan berlangsung. Pasalnya, sampai saat ini, satu unit mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tanah Merah, Kecamatan Pasir Penyu dan satu unit mesin pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kota Lama masih mengalami kerusakan. Akibatnya PLN Area Rengat masih mengalami defisit daya mencapai 3,4 MW.

“Benar, beberapa unit mesin saat ini masih dalam keadaan rusak, sehingga pemadaman listrik bergilir masih tetap dilakukan. Namun proses perbaikan terhadap mesin yang mengalami kerusakan itu masih terus kita lakukan,” ujar Manajer PLN Area Rengat Armunanto, Rabu (11/6).

Dijelaskannya, sebelumnya, dari 7 unit mesin yang ada di PLTMG Tanah Merah, 2 unit mengalami kerusakan. Namun sejak beberapa waktu lalu, satu unit sudah berhasil diperbaikan dan di operasikan. Sehingga 6 unit mesin di PLTMG Tanah Merah sudah beroperasi dan menyisakan satu unit mesin yang rusak.“Dari 6 unit mesin di PLTMG Tanah Merah tersebut, mampu menghasilkan daya 18 MW,” ujarnya.

Sedangkan untuk proses perbaikan terhadap satu unit mesin tersebut, saat ini masih dalam tahap pemesanan sparepart dari Austria. Diharapkan dalam waktu dekat, sparepart tersebut tiba di Indonesia dan proses perbaikan dapat dilakukan.

Selain itu, satu unit mesin di PLTD Kota Lama saat ini harus dilakukan overhoul dan masih dalam tahap pekerjaan perbaikan. Tetapi, satu unit mesin baru saat ini tengah dilakukan perakitan dan dalam beberapa hari kedepan sudah dapat di operasikan.

Bahkan pada pertengan Juni mendatang, sesuai kontrak, 1 unit mesin baru kembali akan tiba di PLTD Kota Lama. Dimana 1 unit mesin itu dapat menghasilkan daya 2 MW. “Defisit daya sebelumnya mencapai 7 MW, namun setelah 1 unit mesin di PLTMG beroperasi, defisit daya menjadi 3,4 MW,” terangnya.

Dengan berkurangnya defisit daya tersebut, jadwal pemadaman bergilir di wilayah Inhu berkurang dari 2 hari hidup 1 mati, menjadi 3 hidup 1 mati. “Untuk mengatasi pemadaman bergilir selama bulan puasa, diharapkan kesadaran setiap warga mematikan 1 lampu pada saat beban puncak, sehingga mampu menghemat penggunaan listrik,” harapnya.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.