Militan ISIS Unggah Gambar Pembunuhan Massal di Irak
 
DUNIA -Inhumetro.com : Di saat pemerintah Irak memperkuat pertahanan di Ibu Kota Baghdad kemarin, kelompok militan Islam yang berhasil merebut dua kota besar pada pekan lalu telah mengunggah foto mengerikan memperlihatkan para militan membantai puluhan tentara Irak yang ditangkap.

Gambar-gambar di sebuah situs militan itu memperlihatkan bagaimana para militan bertopeng dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), mengumpulkan para tawanan ke truk sebelum memaksa mereka untuk berbaring tertelungkup di selokan dangkal dengan tangan terikat di belakang punggung mereka. Gambar akhir menunjukkan tubuh para tawanan direndam dalam darah setelah ditembaki, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Ahad (15/6).

Gambar-gambar mengerikan ini bisa mempertajam ketegangan sektarian di Irak karena ratusan warga Syiah telah mengindahkan panggilan dari pemimpin spiritual mereka yang paling dihormati untuk mengangkat senjata melawan militan Sunni yang telah menyerbu di bagian utara. ISIS telah bersumpah untuk melancarkan pertempuran ke Baghdad dan kota-kota di selatan tempat beradanya situs-situs Syiah yang dihormati.

Sebuah bom mobil meledak di pusat kota Baghdad, menewaskan sepuluh orang dan melukai 21 lainnya, kata polisi dan pejabat rumah sakit. Baghdad telah melihat meningkatnya bunuh diri dan pemboman mobil dalam beberapa bulan terakhir, sebagian besar menargetkan kawasan Syiah atau aparat keamanan.

Meski kota berpenduduk tujuh juta jiwa itu tidak dalam bahaya jatuh ke tangan militan, isnden pemboman kemarin bisa meningkatkan ketegangan. Harga makanan di kota itu telah meningkat dua kali lipat dalam beberapa kasus karena adanya gangguan transportasi di jalan utama menuju utara dari ibu kota.

Pemerintah juga telah mendukung pertahanan di sekitar Baghdad kemarin, sehari setelah ratusan warga Syiah berparade di jalanan dalam menanggapi panggilan dari Ayatollah Ali al-Sistani bagi rakyat Irak untuk membela negara mereka. ISIS telah bersumpah untuk menyerang Baghdad tapi perjalanan mereka menuju ke selatan tampaknya telah terhenti dalam beberapa hari terakhir.

Pejabat pemerintah mengatakan pejuang ISIS mencoba untuk merebut kota Tal Afar di Irak utara kemarin dan menghujani roket yang berhasil mereka rebut pekan lalu dari depot senjata militer. Para pejabat mengatakan banyak warga setempat menderita luka serius dan rumah sakit utama kota itu tidak mampu menampung warga yang terluka, tanpa memberikan angka pastinya.

Para pejabat berbicara tanpa menyebutkan nama karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada wartawan. Tal Afar merupakan kota dihuni oleh warga Turkmen, yang menjadi etnis minoritas.

Juru bicara militer Irak, Letnan Jenderal Qassim al-Moussawi, menegaskan bahwa pertempuran sedang berkecamuk di Tal Afar, tetapi mengindikasikan bahwa militan menderita korban berat. Di semua lini di utara ibu kota, dia mengatakan sebanyak 297 militan telah tewas dalam 24 jam terakhir. Namun, tidak ada cara untuk mengkonfirmasi klaim itu secara mandiri.

ISIS dan sekutunya dari militan Sunni merebut wilayah besar di bagian Irak utara pada pekan lalu, termasuk kota terbesar kedua di negarai itu, Mosul, dan kota kelahiran Saddam Hussein, Tikrit, di mana tentara Irak, banyak dari mereka bersenjata dan dilatih oleh Amerika Serikat, melarikan diri dengan kekacauan, menyerahkan kendaraan, senjata dan amunisi mereka kepada kelompok garis keras yang kuat, yang juga berjuang di Suriah.

Keterangan dari foto mengatakan pembunuhan itu untuk membalas pembunuhan seorang komandan ISIS, Abdul-Rahman al-Beilawy, yang kematiannya dilaporkan baik oleh pemerintah dan ISIS sesaat sebelum serangan kilat sempalan kelompok Al-Qaidah itu, yang telah menjerumuskan Irak ke dalam krisis paling berdarah sejak penarikan pasukan Amerika pada 2011.

"Ini adalah nasib yang menanti warga Syiah yang dikirim oleh Nuri untuk melawan Sunni," tulis sebuah keterangan, tampaknya mengacu pada Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki dari Syiah. Al-Moussawi, juru bicara militer, membenarkan keaslian foto-foto itu dan mengatakan dia menyadari kasus pembunuhan massal terhadap tentara Irak yang ditangkap di daerah yang berhasil dikuasai oleh ISIS.

Kepala hak asasi PBB Navi Pillay tiga hari lalu memperingatkan dari adanya pembunuhan dan kejahatan perang lainnya di Irak, serta mengatakan jumlah yang tewas dalam beberapa hari terakhir mungkin terdapat ratusan orang, sedangkan yang terluka bisa mendekati 1.000 orang. Saat berbicara di Jenewa, dia mengatakan kantornya telah menerima laporan bahwa para militan menangkap dan membunuh tentara Irak serta 17 warga sipil di sebuah jalan tunggal di Mosul.

Kantornya juga mendengar tentang "eksekusi dan pembunuhan di luar hukum", setelah para militan ISIS menyerbu kota-kota Irak, kata pernyataan itu. Sebagian besar prajurit yang muncul di gambar itu terlihat dalam pakaian sipil. Beberapa yang terlihat mengenakan seragam militer di bawahnya, menunjukkan mereka mungkin buru-buru menyamar sebagai warga sipil untuk mencoba melarikan diri.

Banyak tentara dan polisi meninggalkan seragam dan peralatan mereka di saat militan menyerbu ke Mosul, Tikrit dan sekitarnya. Keterangan dari gambar itu tidak memberikan tanggal atau lokasi kejadian, tetapi Al-Moussawi mengatakan pembunuhan terjadi di Provinsi Salah ad Din, ibu kota Tikrit.

Beberapa gambar itu juga menunjukkan bagaiamana beberapa tentara memohon untuk hidup mereka, sementara lainnya tampak ketakutan. Semua tentara yang ditangkap itu kemungkinan berusia di awal 20-an tahun, di mana beberapa di antaranya memakai kaos klub sepak bola Eropa seperti Manchester United dan Barcelona. Beberapa militan mengenakan celana hitam dan kemeja, banyak dari mereka memakai sandal.

Post a Comment

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim (baca Disclaimer). Pembaca juga dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Powered by Blogger.